saya pikir dunia imaginasi ilustrasi sampai seniman, puisi, karya sastra atau
entah apalah itu namanya, tidak mengenal istilah muda tua...tidak digolongkan
dalam takaran usia berkepala berapa..karya mungkin lebih tepat sebagai tolok
ukur.
pada dasarnya smua sniman, ilustraor, sastrawan smuanya muda...
ya hanya saja penikmat sekarang atau pun yang tertarik dari kalangan
anak-anak muda (baca:usia) mungkin masih sdikit khususnya di karya-karya
ilustrasi, kalau pun banyak anak muda sebagai penikmat atau pun pelaku mungkin
lebih banyak di luar itu.
atau jangan-jangan sudah ga ada anak muda lagi yang suka ya? hehehe...
nggaklah, optimis masih banyak, hanya saja ....
siang ini gagal k bbj... mungkin besok ah....
aada yang mau datang gak ya yang di milis?
salam,
toni
Ditto Priutomo Aimir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kemarin.....
Beberapa hari yang lalu, saya menyempatkan diri untuk melihat pembukaan
pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2006, di Bentara Budaya Jakarta. Karena
kebetulan pembukaannya malam hari, beruntunglah saya bisa mampir setelah pulang
dari kantor. Itu juga dikarenakan BBJ yang searah dengan jalan pulang saya..
Meskipun saya datang terlalu cepat, saya tidak menyesal karena disambut makanan
gratis yang cukup enak-enak. Kebetulan yang lain adalah saya belum sempat makan
malam.. hehe. Tetapi setelah mengamati keadaan untuk memberanikan diri
mengambil makanan, saya perhatikan ada yang janggal. Yaitu di kerumunan orang
yg terbilang tidak terlalu banyak itu saya tidak bisa menemukan orang yang
sebaya dengan saya. Selain penjaga meja tamu dan beberapa petugas di sana.
Semua tamu2 itu terlihat orang2 yang sudah berumur. Sambil mengambil makanan
dalam hati saya berpikir mungkin yang muda2 datangnya aga malaman, mungkin pada
malas mendengar pidato pembukaan.... begitu...
Pembukaan ngaret setengah jam.. Kira2 jam 8 baru dibuka. Pak GM.S memberikan
pidato yang kedua.. Kata2 yang kira2 saya ingat bahwa ia mengatakan sekarang
seorang illustrator sudah setara dengan seniman, cuman bedanya di honornya
saja.. Hahahaha.. dilanjutkan oleh tawa seisi ruangan. Dalam hati, masa sih ?
Setelah seseorang dari Kompas memberikan pidato yang ketiga, pameran itu
akhirnya dibuka. Setelah kira2 15 menit saya melihat-lihat ruangan beserta
karya2 yang di pajang. Saya memutuskan bahwa karya yang saya paling suka adalah
karyanya mba Ay Tjoe Christine. Kalau tidak salah dibuat dengan teknik cetak
dalam Seni grafis. Tapi sayang karya tersebut sudah terjual. Jadi yang di
pamerkan hanyalah hasil print out. Tetapi tidak hanya karya dia yang merupakan
hasil print out, beberapa karya ilustrasi seniman yang lain juga. Menambah
kekecewaan saya.
Selain pak GM, beberpa seniman ternama lainnya saya lihat, seperti pak Butet
dan pak Ipong. Jumlah pengunjung yang saya harapkan sebaya dengan saya sampai
saya meninggalkan BBJ tidak bertambah banyak. Kira - kira hanya 2-3 orang
ditambah 2 orang teman saya yang datang terlambat. Saya binggung apakah memang
ini event untuk bertemunya para seniman2 tua dan temannya ? Kalau begitu saya
salah dong datang. Atau memang pencinta seni, kartun, ilustrasi di kalangan
orang sebaya saya makin sedikit jumlahnya. Meskipun banyak timbul pikiran2
seperti itu saya tetap yakin di hari2 ke depan setelah pembukaan ini akan
banyak anak2 muda yang datang untuk mengapresiasi pameran ilustrasi ini.
Maaf kalau ada salah2 kata yang menyingung, ini semua hanyalah pendapat dari
pandangan mata saya seorang. Saya terbuka untuk di kritik dan di beri masukan.
Lagi-lagi.... saya juga masih belajar kok.
Salam,
Ditto P.Aimir
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.