Kapado para pandukuang SBY di Ranah Minang......
Iko ado carito lamak yg bisa ditelusuri......
(Semoga Anda kasadonyo...., bertobat....)
SANDIWARA SBY KESEKIAN KALI......!!!
Sandiwara Cengeng Sang Jenderal?
Hahahahhahaha..si Jenderal selalu aja gitu untuk menaikkan popularitas selalu
membuat skenario terzalimi tapi lama2 saya agak muak sama sandiwaranya,
kenapa gak buat sandiwara yang lebih hot seperti lagi jalan2 dipasar terus
dia dipukuli sampe babak belur nah pasti deh 80% akan bisa merebut hati
rakyat indonesia.
----- Original Message -----
From: cuma_daku
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, July 02, 2004 1:29 AM
Subject: [Amien-Siswono] Sandiwara Cengeng Sang Jenderal?
Sandiwara Cengeng Sang Jenderal?
Sang jenderal yang popularitasnya sedang menurun dan dikenal
berinisial SBY itu mengadakan jumpa pers. Di depan banyak wartawan dan
reporter ia mengeluh dan mengatakan bahwa ada surat suara yang tidak
mencantumkan nomor urut 4, nomor urut dirinya sebagai capres. Di surat
suara itu malah nomor 3 tercetak dua kali. Sebenarnya ia sendiri
mengatakan bahwa ia sendiri masih menunggu laporan resmi tentang
temuan itu (Baca referensi 1).
[Komentar: Ini menarik, kalau memang masih menunggu laporan resmi,
mengapa sudah langsung diumumkan dalam jumpa pers di hadapan banyak
wartawan dan reporter baik media cetak maupun media elektronik?
Tampaknya sang Jenderal ingin menaikkan kembali popularitasnya dengan
cara menimbulkan kesan bahwa dirinya kembali jadi korban kedzaliman
(kali ini dalam bentuk kecurangan). Ia ingin kembali mendapatkan
simpati sebagai pihak yang tertindas, simpati yang sebelumnya sangat
menaikkan populeritasnya]
Sayang seribu sayang, setelah melakukan penelusuran, ternyata pihak
KPU menemukan bahwa kertas suara tanpa nomor urut 4 itu justru dicetak
oleh tim sukses sang jenderal sendiri (Baca referensi 2).
-------------------------------------------------------------------
Referensi 1:
Surat Suara Tanpa Nomer 4 Ditemukan di Sumsel & Sumut
Reporter: Ahmad Fikri
detikcom - Bandung, Surat suara yang tidak mencantumkan nomer urut
empat, yakni nomer urut pasangan calon presiden dan calon wakil
presiden dari Partai Demokrat, SBY-Kalla, ditemukan di Sumatera
Selatan dan Sumatera Utara. Sementaraa nomer urut tiga (Amien
Rais-Siswono) tercetak dua kali.
SBY, dalam jumpa pers di Hotel Hyatt, Jl. Aceh, Bandung, Rabu
(30/6/2004), menyatakan masih menunggu laporan resmi tentang temuan
ini dan bila benar akan mengambil langkah ke Komisi Pemilihan Umum
(KPU).
"Saya sudah meminta laporan resmi dari kedua daerah tersebut. Kalau
betul seperti saya akan melakukan langkah yang tepat kepada KPU.
Langkah akan diambil setelah dilakukan konfirmasi ternyata benar,"
katanya.
Namun tidak dijelaskan oleh SBY, apakah yang tidak tercetak hanya
nomer urutnya,
yakni nomer empat, atau termasuk juga foto pasangan SBY-Kalla.
Selanjutnya SBY menyatakan pihaknya mengingingkan pemilu presiden dan
wakil presiden berjalan jujur dan tidak ada kecurangan dan
penyimpangan yang seharusnya tidak terjadi.(gtp)
http://www.detiknews.com/index.php/detik.
read/tahun/2004/bulan/06/tgl/30/time/155945/idnews/170340/idkanal/10
--------------------------------------------------------------------
Referensi 2:
KPU Tidak Temukan Surat Suara Tanpa SBY di Sumsel
Reporter: Taufik Wijaya
detikcom - Palembang, Klaim SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bahwa di
Sumatera Selatan (Sumsel) ada surat suara tanpa nomor 4 tidaklah
benar. KPU Sumsel tidak menemukan surat surat yang diklaim SBY itu.
"Tidak ada surat suara seperti dikatakan SBY itu," kata anggota KPU
Sumsel Ardiyan Saptawan kepada detikcom di kantornya, Jakabaring,
Palembag, Kamis (1/7/2004).
Menurut Ardiyan, sebelum dikirim ke daerah, semua surat suara disortir
di KPU Sumsel. "Tapi sama sekali tak ditemukan surat suara yang tidak
mecantumkan pasangan nomor 4," ungkapnya.
Sebelumnya SBY mengeluhkan munculnya surat suara di Sumsel dan
Sumatera Utara (Sumut) yang tidak mencantumkan nomor 4. Menurut SBY,
di dalam surat suara itu malah nomor 3 tercetak dua kali. Keluhan SBY
ini disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Hyatt, Jl. Aceh, Bandung,
Rabu (30/6/2004).
Dicetak Tim SBY Sendiri
Lebih lanjut, Ardiyan mengaku, pihaknya memang pernah mendapat laporan
dari tim sukses SBY mengenai adanya lembar penghitugan suara tanpa
mencantumkan pasangan nomor 4. Di lembar itu, ternyata yang ada hanya
pasangan nomor 3 saja.
Setelah pihak menelusuri lembar penghitungan suara itu, ternyata yang
mencetak tim SBY sendiri. "Mereka mengira itu cetakan KPU. Eh,
ternyata cetakan mereka sendiri. Jadi itu persoalan mereka sendiri,"
kata Ardiyan.
Sementara Wakil Ketua Panwaslu Sumsel Nur Kholis mengaku pihaknya
belum menerima laporan yang dikeluhkan SBY itu. Justru dia
mempertanyakan dari mana tim sukses SBY mengetahuinya. "Setahu kami
lembar surat suara itu disegel. Kami justru heran dari mana mereka
mengetahuinya," kata Nur Kholis.(asy)
http://www.detiknews.com/index.php/detik.
read/tahun/2004/bulan/07/tgl/01/time/18112/idnews/170978/idkanal/10
Hahahahhahaha..si Jenderal selalu aja gitu untuk menaikkan popularitas selalu
membuat skenario terzalimi tapi lama2 saya agak muak sama sandiwaranya,
kenapa gak buat sandiwara yang lebih hot seperti lagi jalan2 dipasar terus
dia dipukuli sampe babak belur nah pasti deh 80% akan bisa merebut hati
rakyat indonesia.
----- Original Message -----
From: cuma_daku
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, July 02, 2004 1:29 AM
Subject: [Amien-Siswono] Sandiwara Cengeng Sang Jenderal?
Sandiwara Cengeng Sang Jenderal?
Sang jenderal yang popularitasnya sedang menurun dan dikenal
berinisial SBY itu mengadakan jumpa pers. Di depan banyak wartawan dan
reporter ia mengeluh dan mengatakan bahwa ada surat suara yang tidak
mencantumkan nomor urut 4, nomor urut dirinya sebagai capres. Di surat
suara itu malah nomor 3 tercetak dua kali. Sebenarnya ia sendiri
mengatakan bahwa ia sendiri masih menunggu laporan resmi tentang
temuan itu (Baca referensi 1).
[Komentar: Ini menarik, kalau memang masih menunggu laporan resmi,
mengapa sudah langsung diumumkan dalam jumpa pers di hadapan banyak
wartawan dan reporter baik media cetak maupun media elektronik?
Tampaknya sang Jenderal ingin menaikkan kembali popularitasnya dengan
cara menimbulkan kesan bahwa dirinya kembali jadi korban kedzaliman
(kali ini dalam bentuk kecurangan). Ia ingin kembali mendapatkan
simpati sebagai pihak yang tertindas, simpati yang sebelumnya sangat
menaikkan populeritasnya]
Sayang seribu sayang, setelah melakukan penelusuran, ternyata pihak
KPU menemukan bahwa kertas suara tanpa nomor urut 4 itu justru dicetak
oleh tim sukses sang jenderal sendiri (Baca referensi 2).
-------------------------------------------------------------------
Referensi 1:
Surat Suara Tanpa Nomer 4 Ditemukan di Sumsel & Sumut
Reporter: Ahmad Fikri
detikcom - Bandung, Surat suara yang tidak mencantumkan nomer urut
empat, yakni nomer urut pasangan calon presiden dan calon wakil
presiden dari Partai Demokrat, SBY-Kalla, ditemukan di Sumatera
Selatan dan Sumatera Utara. Sementaraa nomer urut tiga (Amien
Rais-Siswono) tercetak dua kali.
SBY, dalam jumpa pers di Hotel Hyatt, Jl. Aceh, Bandung, Rabu
(30/6/2004), menyatakan masih menunggu laporan resmi tentang temuan
ini dan bila benar akan mengambil langkah ke Komisi Pemilihan Umum
(KPU).
"Saya sudah meminta laporan resmi dari kedua daerah tersebut. Kalau
betul seperti saya akan melakukan langkah yang tepat kepada KPU.
Langkah akan diambil setelah dilakukan konfirmasi ternyata benar,"
katanya.
Namun tidak dijelaskan oleh SBY, apakah yang tidak tercetak hanya
nomer urutnya,
yakni nomer empat, atau termasuk juga foto pasangan SBY-Kalla.
Selanjutnya SBY menyatakan pihaknya mengingingkan pemilu presiden dan
wakil presiden berjalan jujur dan tidak ada kecurangan dan
penyimpangan yang seharusnya tidak terjadi.(gtp)
http://www.detiknews.com/index.php/detik.
read/tahun/2004/bulan/06/tgl/30/time/155945/idnews/170340/idkanal/10
--------------------------------------------------------------------
Referensi 2:
KPU Tidak Temukan Surat Suara Tanpa SBY di Sumsel
Reporter: Taufik Wijaya
detikcom - Palembang, Klaim SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bahwa di
Sumatera Selatan (Sumsel) ada surat suara tanpa nomor 4 tidaklah
benar. KPU Sumsel tidak menemukan surat surat yang diklaim SBY itu.
"Tidak ada surat suara seperti dikatakan SBY itu," kata anggota KPU
Sumsel Ardiyan Saptawan kepada detikcom di kantornya, Jakabaring,
Palembag, Kamis (1/7/2004).
Menurut Ardiyan, sebelum dikirim ke daerah, semua surat suara disortir
di KPU Sumsel. "Tapi sama sekali tak ditemukan surat suara yang tidak
mecantumkan pasangan nomor 4," ungkapnya.
Sebelumnya SBY mengeluhkan munculnya surat suara di Sumsel dan
Sumatera Utara (Sumut) yang tidak mencantumkan nomor 4. Menurut SBY,
di dalam surat suara itu malah nomor 3 tercetak dua kali. Keluhan SBY
ini disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Hyatt, Jl. Aceh, Bandung,
Rabu (30/6/2004).
Dicetak Tim SBY Sendiri
Lebih lanjut, Ardiyan mengaku, pihaknya memang pernah mendapat laporan
dari tim sukses SBY mengenai adanya lembar penghitugan suara tanpa
mencantumkan pasangan nomor 4. Di lembar itu, ternyata yang ada hanya
pasangan nomor 3 saja.
Setelah pihak menelusuri lembar penghitungan suara itu, ternyata yang
mencetak tim SBY sendiri. "Mereka mengira itu cetakan KPU. Eh,
ternyata cetakan mereka sendiri. Jadi itu persoalan mereka sendiri,"
kata Ardiyan.
Sementara Wakil Ketua Panwaslu Sumsel Nur Kholis mengaku pihaknya
belum menerima laporan yang dikeluhkan SBY itu. Justru dia
mempertanyakan dari mana tim sukses SBY mengetahuinya. "Setahu kami
lembar surat suara itu disegel. Kami justru heran dari mana mereka
mengetahuinya," kata Nur Kholis.(asy)
http://www.detiknews.com/index.php/detik.
read/tahun/2004/bulan/07/tgl/01/time/18112/idnews/170978/idkanal/10
** Anakbangsa : EmErDe Palar **
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

