Saya nggak tahu nih akan dipanggil dgn apa, apakah saya akan memanggil mamanda
atau sanak....

Inilah salah satu hal yg saya khawatirkan sehari setelah tanggal 5 Juli, yaitu para 
pendukung AR
akan menjadikan PKS sebagai kambing hitam kekalahan AR.  Mari kita berhitung dgn cermat
dan singkirkan dulu opini itu.

Mari sedikit rasional saja, sampai pagi ini, suara perolehan AR adalah +/- 14,69% saja.
Dari koran Tempo tadi pagi, didapat bahwa sebesar lebih kurang 54% pendukung
PKS memberikan suaranya ke AR (atau berkisar 4.5 juta suara). Jikapun 'sisa' suara
seluruhnya diberikan ke AR (yg 46 % = 3.8 juta suara) maka suara AR akan naik menjadi
14.5 juta suara, maka itu masih +/- 19% saja dari total suara yg masuk sampai tadi 
pagi.
Jauh dibandingkan dengan perolehan SBY, Mega , dan Wiranto.

Jadi analisa mamanda/sanak itu jauh panggang dari api. Saya menganggap ini hanya 
merupakan
efek psikologis dari orang kalah.

Tidak ada gunanya mencari kambing  hitam atas kekalahan AR ini, semua kita telah 
berijtihad
memilih apa yg terbaik menurut perhitungan kita, dan jika hasilnya mengecewakan maka 
bersabar
dan berbesar hati adalah jalan terbaik.

~~~

Kemaren, saya ngobrol dgn seorang teman pendukung berat AR. Dan dengan wajah
pasrah dia berucap :

"yah..mau diapain, sekarang gua hanya berharap agar Wiranto bisa masuk ke putaran 
kedua..."

saya menjawab : 'nah... lo, kok dulu menentang banget atas wacana utk mengusung Wiranto
utk menghambat laju Mega/SBY  ?, kok dulu wacana itu dianggap pragmatis, berjangka
pendek, dlsbnya ?"

Teman saya itu hanya terdiam, dan saya juga terdiam sambil bergumam dalam hati :
" ternyata langkah Anis Matta  utk mendukung Wiranto demi menghambat laju Mega/SBY
terbukti sudah "

Jujur, disaat seperti ini, kita justru berharap Wiranto masuk keputaran kedua.

~~~

Lalu kemana suara PKS setelah ini ?
saya menganggap asumsi mamanda/sanak ini merupakan asumsi yg pertama muncul disamping 
berbagai
asumsi yg akan muncul nantinya, sampai PKS mengeluarkan rekomendasi keduanya nanti.
(persis sama seperti sebelum 5 Juli kemaren, akan banyak berseliweran 
prakiraan-prakiraan
baik yang jitu, maupun yang mencoba menerka-nerka saja...)
so, kita tunggu saja. Lagian perhitungan belum selesai, Bisa jadi Wiranto naik ke 
posisi ke dua,
atau malah AR yg mendampingi SBY di 20 september nanti, wallahu 'alam.

tetap semangat, dunia tdk akan runtuh dgn kalahnya AR, justru disaat spt ini 
ukhuwahlah yg
hrs dipererat, bukan dengan cara saling menyalahkan.
mohon ma'af kalau ada kata-kata yg tdk berkenan


wassalaam
Ronald (32 th)





                                                                                       
                                               
                      [EMAIL PROTECTED]                                                
                                             
                      Sent by:                         To:       [EMAIL PROTECTED]     
                                    
                      [EMAIL PROTECTED]        cc:                                     
                                       
                      ntaunet.org                      Subject:  [EMAIL PROTECTED] 
Duh...engkang... (kesedihanku untuk Amien dan umat      
                                                        Islam)                         
                                               
                                                                                       
                                               
                      07/08/2004 07:02 AM                                              
                                               
                      Please respond to palanta                                        
                                               
                                                                                       
                                               
                                                                                       
                                               




Saya termasuk yang kecewa melihat kegagalan Amien dan kelihatannya juga
tinggal history..., nggak tahu yah apa iya negara kita ini memang nggak mau
dipimpin oleh pemimpin yang baik, yang bersih, yang taat sama agamanya.

Saya juga kecewa PKS baru memberikan rekomendasinya mendukung Amien pada
saat2 terakhir, dalam waktu cuma beberapa hari saja..., mana sempat..:)
mensosialisasikan sama yang dibawah, akibatnya suara PKS terpecah kemana
mana, tak tertutup kemungkinan lari juga ke SBY.
Sayang sekali yah padahal kalau (namanya juga berandai andai) saja PKS dari
awal menentukan pilihannya...,tentu sekarang Amien masih bisa bersaing untuk
putaran selanjutnya mengingat potensi suara PKS itu sangat besar.
Dan lebih kecewa lagi saya pernah denger sebelumnya bahwa ada ustadz pks
(Ustadz Rahmat Abdullah mungkin) yang melarang aktivis PKS ikut menjadi tim
sukses capres manapun..., heran...katanya mendukung AR tapi diembel embeli
nggak boleh membantu...., yah mendingan nggak usah mendukung aja deh....,
apalagi mendukungnya disaat saat akhir...sama juga nggak ridho tuh...

Memilih pemimpin yang baik, yang bisa memikul amanah, yang bisa menjalankan
aspirasi umat Islam itu adalah tugas umat Islam, dari golongan manapun
mereka berasal..., dari NU..kek... Muhammadiyah..kek, dari apa saja nama
organisasi yang mereka sandang..., semua mengaku Islam, dan semua yang pasti
berpegang pada kitab dan rasul yang sama.
Heran...umat kristen yang cuma beberapa juta saja gampang banget
kompaknya..., mereka cuma punya satu partai (PDS) nah suara mereka bisa
bersatu di partai ini...:(
Kasihan sekali dikau Amien...:)

Nah sekarang apa yang akan diperbuat PKS kalau nanti SBY yang menjadi
presiden...?, mau mendukung juga...?, wah plin plan dong namanya, kan semua
(sebagian besar) mengiyakan bahwa pendukung SBY itu banyak orang
kristennya...
Mau partai oposisi....., hehe telat atuh kang...kan udah bilang di media mau
dukung Amien Rais...

Kasihan deh dikau PKS....:)

Yah sebagai pendukung Amien Rais dan simpatisan PKS saya cuma menyarankan
ambil lah hikmah dan pelajaran dari peristiwa ini..., PKS emang masih muda
masih banyak yang mesti dipelajari dalam kancah politik ini.
Kalau nanti presidennya SBY atau MSP, yah PKS konsentrasi dan konsolidasi
sajalah agar bisa menggoalkan HNW jadi ketua DPR dan AR tetap jadi ketua
MPR..., dengan begini dari sisi Legislatif masih dipegang oleh umat
muslim..., mudah2an kepentingan umat Islam masih tetap diperhatikan atau
dibuat lebih baik.

Kita umat Islam mesti belajar bersatu macam umat kristen itu..., mereka juga
banyak kok cabangnya..., tapi nggak pernah tuh denger mereka ribut2 atau
menjelek jelekan kaum lainnya.
Dulu waktu lahirnya madzab2 juga tidak menjadikan umat Islam jadi berpecah
pecah atau saling menjelek jelekan umat lainnya.., yah berbeda saja ,
seperti halnya kita bisa menerima perbedaan kebiasaan ditiap tiap daerah
yang kita lalui.,
namun di Indonesia sejak adanya NU dan Muhammadiyah...., kedua golongan
besar ini menjadi seperti tom and jerry..., nggak bisa akur dalam arti akur
seakur akurnya. Orang NU kalau udah memandang GD itu kayaknya seperti
melihat Richard Gere...deh..., terkagum kagum nggak karuan.

Solid and unified are 2 different things, to be solid you only need to be in
the same thought process, to be unified you need to move beyond many
differences.
Keimanan adalah urusan seseorang dengan Rabbnya..., bukan urusan kita...
Tak perlu perbedaan cara kita berpakaian menjadikan kita terpecah pecah....,
mau pakai jilbab kek mau nggak kek..., mau jilbabnya panjang mau yang gaul
kek, mau jenggotan mau kepalanya digundulin...terserah..., biarlah mereka
berurusan dengan Allah...
Sungguh tak ada yang tahu dibarisan mana kita di padang machsyar nanti....

Tapi sekarang ini...didunia ini...marilah kita bersatu paling tidak untuk
negara kita tercinta ini..., negara kita ini sudah kebangetan
bangkrutnya..., kalau saja ini perusahaan lebih baik kita bubarkan saja dari
dulu dulu dan buat perusahaan baru dengan management baru.
Well unfortunately is not that simple..., ini sebuah negara..., dan banyak
umat yang tergantung kepada negara ini....
Revolusi sudah terbukti melahirkan banyak tangis dan penderitaan..., yang
bisa kita lakukan adalah mari kita mengadakan revolusi mental...
Kalau kita tahu makan babi itu haram...., maka apa bedanya kalau kita makan
dari hasil korupsi..., bayangkanlah yang kita makan itu babi..
Kalua kita tahu mencuri itu adalah dosa..., maka jangan mencuri...., kalau
tahu melanggar itu dihukum...., janganlah melanggar.....
Perbanyaklah tobat....., dan mawas diri...kita emang bangsa yang sulit
diajari dan mau belajar dari kesalahan.


Wassalam
adr

NB: Kita umat Islam ini bersaudara...disatukan dalam saudara seiman...,
marilah belajar memaafkan yang kita cintai...let's learn to love our people
unconditionally.
Singkirkanlah semua perbedaan itu..., tak ada NU , tak ada Muhammadiyah....,
singkirkan fanatisme dan taklid membuta.
We can have a lot of knowledge..., but can we get a wisdom out of it..?

----- Original Message -----
From: "harman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 07, 2004 9:30 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Amien manang mutlak di Ranah Minang


> Kecewa memang melihat suara Amien Rais dalam pemilu pilpres I ini
> akan tetapi akan sangat kecewa jika di ranah minang Amien Rais kalah.
> Alhamdulillah pagi ini saya lihat perolehan suara Amien Rais di ranah
> minang cukup memuaskan. Kalau bisa tolong disampaikan seperti pemilu
> legislatif lalu perolehan suara di tiap-2 kabupaten kalau perle ke
> camatan. kampuang ambo (cubadak lilin) berada di kec. Matur, Lawang
> ba a kiro-2 hasil suara Amien Rais?


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________






____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke