Assalaamualaikum Wr. Wb.
 
Dunsanak kasadonyo, brothers&sisters in Minang nan sakaliguih  brothers&sisters in Islam... InysyaaAllah!
 
Tantang kitab suci Al-Quran nan dikuliknyo ataupun ditampek maa s ajo ditamukan unsur-unsur 'dakwah' kristen, ambo danga pamarintah KA manyaliki atau manyidiki. Awak umaik Islam tantu indak  bisa manjadi panonton. Saketek pasan ambo disiko tantang babarapo hal nan dapek awak karajokan:
-- Boikot penerbit nan mangaluakan kitab nan disabuik cako: Jan dibali kitab Al-qur'an maupun produk-produk nan lain dari penerbit itu. Taliti sabalun mambali.
 
-- Pakuek pasatuan kito, sarato ingeklah baraso musuah taruih maintai-- they are watching us!! Hati-hati kalau kamanjua tanah atau rumah di Padang dan Sumbar. Sadapek mungkin jan dijua tanah ka umaik lain.
 
-- Kalau sanak alun tau. Kunjungilah situs situs mareka untuak mangatahui rancana mareka. Salah satu situs mareka itu adolah:www.joshuaproject.net
 
Tarimokasih Wassalam,


"Sukmawat, Dian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dari Milis Tetangga, tapi yang menarik Pernyataan dari Menteri Agama yang mengatakan belum mendapat Laporan Resmi, gimana nih Pemda Sumbar

 

dian

 

-----Original Message-----
From: MLC ~ lastry

 

Penerbit Alquran Bertuliskan Yesus Mengaku Ceroboh

Laporan :TID

Penerbit Alquran dengan kulit bertuliskan Yesus dan ajaran Kristiani mengakui menggunakan kertas bekas koran. Direktur PT Madu Jaya Makmur, penerbit Alquran tersebut, menurut Kapuslitbang Lektur Keagamaan Departemen Agama, Fadhal AR Bafadal, cetakan itu tidak disengaja dan merupakan kecorobohan penerbit. Oleh karena itu, mereka siap menarik terbitan yang sudah diedarkan. PT Madu Jaya Makmur, menurut Bafal, mencetak Alquran 40.000 eksemplar untuk 2004. Menurut rencana pencetakan dilakukan bertahap.

Dari rencana tersebut sudah ditemukan 80 buah yang berkulitkan nama Yesus dan ajaran Kristiani pada punggungnya. ''Jumlah tersebut berasal dari pengembalian dari masyarakat yang sudah telanjur membeli.'' Dari yang sudah dicetak, menurut Bafal, pengaduan dan temuan adanya Alquran dengan tulisan Yesus dan ajaran Kristiani itu hanya berasal dari wilayah Sumatra Barat. Untuk mengklarifikasi, tim Litbang Depag sudah menuju Sumbar untuk meneliti lebih lanjut. ''Menurut pengakuan penerbit, kertas afal yang digunakan itu berasal dari Jawa Pos,'' kata Fadhal lagi. Hanya saja dari tampilannya terlihat aneh karena jarang ada koran yang memuat ajaran agama secara lengkap.

Pada punggung Alquran terlihat tulisan Yesus pada judul dan tubuh berita tentang ajaran Kristiani. Tulisan itu terlihat amat jelas. Padahal, umumnya punggung Alquran bertuliskan kutipan Alquran dengan latar belakang polos. Sementara cetakan Alquran yang ini bersampulkan kertas koran yang dibuat hardcover dan dilaminating. Bentuknya persis buku tebal berkulitkan kertas koran. Penerbit beralasan penggunaan kertas bekas itu ditujukan guna mengurangi beban operasional percetakan Alquran. Bila dicetak dengan kertas putih, harganya menjadi lebih mahal.

Ditanya kemungkinan jumlah yang sudah beredar, Bafal mengatakan belum tahu. ''We don't know yet.'' Mengenai upaya hukum Bafal mengatakan Depag tidak berwenang mengajukan tuntutan. Menurut dia polisi dan kejaksaanlah yang berwenang mengusut perkara Alquran dengan sampul Yesus ini. Alquran bersampulkan tulisan Yesus itu ditemukan 17 Juni 2004 di SLTP Negeri I Kecamatan Tilatang, Kabupaten Agam, Sumbar. Temuan tersebut berasal dari salah seorang siswa yang akan membaca Alquran. Saat akan membaca, bagian dalam terlepas dan memperlihatkan tulisan Yesus dan ajaran Kristiani. Menteri Agama Said Agil Almunawar mengaku belum mendapat laporan resmi tentang masalah ini.

 

 

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke