|
Dari Milis
Tetangga, tapi yang menarik Pernyataan dari Menteri Agama yang mengatakan belum
mendapat Laporan Resmi, gimana nih Pemda Sumbar dian -----Original Message----- Penerbit Alquran Bertuliskan Yesus Mengaku Ceroboh Penerbit Alquran dengan kulit bertuliskan Yesus
dan ajaran Kristiani mengakui menggunakan kertas bekas koran. Direktur PT Madu
Jaya Makmur, penerbit Alquran tersebut, menurut Kapuslitbang Lektur Keagamaan
Departemen Agama, Fadhal AR Bafadal, cetakan itu tidak disengaja dan merupakan
kecorobohan penerbit. Oleh karena itu, mereka siap menarik terbitan yang sudah
diedarkan. PT Madu Jaya Makmur, menurut Bafal, mencetak Alquran 40.000
eksemplar untuk 2004. Menurut rencana pencetakan dilakukan bertahap. Dari rencana tersebut sudah ditemukan 80 buah
yang berkulitkan nama Yesus dan ajaran Kristiani pada punggungnya. ''Jumlah
tersebut berasal dari pengembalian dari masyarakat yang sudah telanjur
membeli.'' Dari yang sudah dicetak, menurut Bafal, pengaduan dan temuan adanya
Alquran dengan tulisan Yesus dan ajaran Kristiani itu hanya berasal dari
wilayah Sumatra Barat. Untuk mengklarifikasi, tim Litbang Depag sudah menuju
Sumbar untuk meneliti lebih lanjut. ''Menurut pengakuan penerbit, kertas afal
yang digunakan itu berasal dari Jawa Pos,'' kata Fadhal lagi. Hanya saja dari
tampilannya terlihat aneh karena jarang ada koran yang memuat ajaran agama
secara lengkap. Pada punggung Alquran terlihat tulisan Yesus
pada judul dan tubuh berita tentang ajaran Kristiani. Tulisan itu terlihat amat
jelas. Padahal, umumnya punggung Alquran bertuliskan kutipan Alquran dengan
latar belakang polos. Sementara cetakan Alquran yang ini bersampulkan kertas
koran yang dibuat hardcover dan
dilaminating. Bentuknya persis buku tebal berkulitkan kertas koran. Penerbit
beralasan penggunaan kertas bekas itu ditujukan guna mengurangi beban
operasional percetakan Alquran. Bila dicetak dengan kertas putih, harganya
menjadi lebih mahal. Ditanya kemungkinan jumlah yang sudah beredar,
Bafal mengatakan belum tahu. ''We don't know
yet.'' Mengenai upaya hukum Bafal mengatakan Depag tidak berwenang
mengajukan tuntutan. Menurut dia polisi dan kejaksaanlah yang berwenang
mengusut perkara Alquran dengan sampul Yesus ini. Alquran bersampulkan tulisan
Yesus itu ditemukan 17 Juni 2004 di SLTP Negeri I Kecamatan Tilatang, Kabupaten
Agam, Sumbar. Temuan tersebut berasal dari salah seorang siswa yang akan
membaca Alquran. Saat akan membaca, bagian dalam terlepas dan memperlihatkan
tulisan Yesus dan ajaran Kristiani. Menteri Agama Said Agil Almunawar mengaku
belum mendapat laporan resmi tentang masalah ini. |
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

