jika dibuat perhitungan secara matematis tentu hasilnya sebe lum pemilu pun sudah bisa dihitung :PAN (6jt) + PKS (7jt) = 13 jt akan tetapi sebagaimana postingan saya sebelumnya, jika koalisi ini dibangung sejak dini dan sinergi PAN - PKS dari pusat hingga ranting dibangun sejak dini juga maka captive market PAN+PKS yg utuh (minimal 85%) + perolehan dari partai lain lewat sistin MLM (Door to door) yang dlm hal ini PKS memiliki pengalaman yang cukup baik dan terbukti mungkin saja hasilnya bisa mencapai 20%. Adanya beberapa kader (pengurus) di beberapa wilayah yang menjadi tim sukses bagi capres lain (republika minggu lalu) turut mempengaru hi opini masyarakat di wilayah tersebut, at least mereka (massa diluar PKS) beranggapan "SBY bagus juga ko' tuh buktinya si Fulan pengurus PKS jadi tim suksesnya"
Bagi saya kecilnya suara Amien-Siswono ini bukan salah siapa-2 tapi mmg masyarakat kita sendiri yang terlalu suka dengan (maaf) "kebodo han" dlm memilih. Kita bisa melihat dari perjalanan sejarah bangsa ini yang justru orang2 spt Hatta tidak nampak bagus dimata mereka dan penampilan2 heroik, wibawa, tampan yg justru menjadi ukuran dalam memilih. Kepada teman saya, saya katakan sampai kapanpun jika masyara kat di p. jawa ini yang menjadi suara terbesar masih senang dengan hal2 yang berbau feodalisme dan primodialisme serta tidak suka dengan budaya keterbukaan dan kelugasan spt jawanis Amien Rais maka sulit rasanya akan tampil pemimpin sekaliber Hatta, Natsir atau Amien Rais yang mengandalkan idealis dalam berjuang. Dlm hal ini ustadz HNW pun sulit rasanya menang dlm bursa pilpres 2009, apalagi pesaingnya memiliki karakter tidak jauh dari SBY yg mengandalkan penampilan, keteraniayaan dan mengemas kata2 yang enak untuk didengar juga pandai bernyanyi di panggung bak seorang artis AFI yang melankolis. Menurut saya sih, akan lebih salah lagi jika PKS mengeluarkan rekomen dasi untuk Wiranto dgn hasilnya kurang lebih sama SBY><Mega, jikapun PKS mengeluarkan rekomendasi ke Wiranto, 50% massa PKS saya rasa ttp memilih ARSIS dan PKS akan lebih diserang lagi dari sekedar uneg2 da Ad ini, krn udah merekomendasikan Wiranto, eh, Wiranto kalah, Amien Rais juga kalah. Nah, dgn kondisi spt ini plg tidak PKS masih bisa mempertahankan citra nya sebagai partai yang peduli dan Bersih dari kepentingan politik pragmatis dan insyaALLAH msh bisa menjaga konstituennya untuk modal pemilu 2009. Dgn kata lain keputusan PKS mendukung ARSIS benar dan tepat hanya waktunya yg menurut saya kurang tepat (lambat) dan jika keputusannya mendukung Wiranto sbgmana wacana Annis Matta tidak tpt meski nantinya Wir yg masuk putaran II, 54% simpatisan PKS akan menja dikan PKS sbg sumber kekalahan ARSIS dan 2009 mungkin mereka akan mengenang sejarah rekomendasi PKS thn 2004 yg mendukung Wiranto. Untuk putaran II ini saya tidak berharap ke siapa2, SBY>< Mega ataupun Wiranto sama saja buat saya. Dan saya membuat perumpaan yang agak ekstrim ke beberapa rekan saya, milih digigit Harimau, Singa atau kucing hutan... sama2 sakit dan menyebabkan luka yg cukup dalam, mending tidak digigit. Bisa saja pilih Wiranto tapi jika beliau menyampaikan daftar kabinet bayangan dan saya sreg, tanpa ini, datang ke TPS, tusuk dua-2 nya. Harapan saya kpd PKS (meski bukan simpatisan) pd pilpres II, tidak mengeluarkan rekomendasi apapun alias kembali ke khittahnya: oposisi terlebih finalisnya SBY><Mega, tapi sbgmana kata sanak Ronald kita tunggu sajalah perhitungan belum selesai, masih terlalu pagi mem bicarakan rekomendasi2 an, bukankah politik itu cair, siapa tahu SBY nanti menawarkan menteri2 yang islami, reformis dan bersih. Yap, dunia itu hanya akan runtuh jika sangkakala sudah ditiup, kekala han Amien Rais hanya meruntuhkan langit2 reformasi yang selam ini banyak diharapkan oleh masyarakat yang kritis. Secara kwantitatif suara Amien Rais kalah tapi secara kwalitatif suara Amien Rais yg 14% itu menang krn diperoleh dilingkungan masyara kat yang memiliki kesadaran berpolitik yg lebih baik. wassalam, harman -----Original Message----- From: Ronald P Putra [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, July 08, 2004 8:36 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Duh...engkang... (kesedihanku untuk Amien dan umat Islam) Saya nggak tahu nih akan dipanggil dgn apa, apakah saya akan memanggil mamanda atau sanak.... Inilah salah satu hal yg saya khawatirkan sehari setelah tanggal 5 Juli, yaitu para pendukung AR akan menjadikan PKS sebagai kambing hitam kekalahan AR. Mari kita berhitung dgn cermat dan singkirkan dulu opini itu. Mari sedikit rasional saja, sampai pagi ini, suara perolehan AR adalah +/- 14,69% saja. Dari koran Tempo tadi pagi, didapat bahwa sebesar lebih kurang 54% pendukung PKS memberikan suaranya ke AR (atau berkisar 4.5 juta suara). Jikapun 'sisa' suara seluruhnya diberikan ke AR (yg 46 % = 3.8 juta suara) maka suara AR akan naik menjadi 14.5 juta suara, maka itu masih +/- 19% saja dari total suara yg masuk sampai tadi pagi. Jauh dibandingkan dengan perolehan SBY, Mega , dan Wiranto. Jadi analisa mamanda/sanak itu jauh panggang dari api. Saya menganggap ini hanya merupakan efek psikologis dari orang kalah. Tidak ada gunanya mencari kambing hitam atas kekalahan AR ini, semua kita telah berijtihad memilih apa yg terbaik menurut perhitungan kita, dan jika hasilnya mengecewakan maka bersabar dan berbesar hati adalah jalan terbaik. ~~~ Kemaren, saya ngobrol dgn seorang teman pendukung berat AR. Dan dengan wajah pasrah dia berucap : "yah..mau diapain, sekarang gua hanya berharap agar Wiranto bisa masuk ke putaran kedua..." saya menjawab : 'nah... lo, kok dulu menentang banget atas wacana utk mengusung Wiranto utk menghambat laju Mega/SBY ?, kok dulu wacana itu dianggap pragmatis, berjangka pendek, dlsbnya ?" Teman saya itu hanya terdiam, dan saya juga terdiam sambil bergumam dalam hati : " ternyata langkah Anis Matta utk mendukung Wiranto demi menghambat laju Mega/SBY terbukti sudah " Jujur, disaat seperti ini, kita justru berharap Wiranto masuk keputaran kedua. ~~~ Lalu kemana suara PKS setelah ini ? saya menganggap asumsi mamanda/sanak ini merupakan asumsi yg pertama muncul disamping berbagai asumsi yg akan muncul nantinya, sampai PKS mengeluarkan rekomendasi keduanya nanti. (persis sama seperti sebelum 5 Juli kemaren, akan banyak berseliweran prakiraan-prakiraan baik yang jitu, maupun yang mencoba menerka-nerka saja...) so, kita tunggu saja. Lagian perhitungan belum selesai, Bisa jadi Wiranto naik ke posisi ke dua, atau malah AR yg mendampingi SBY di 20 september nanti, wallahu 'alam. tetap semangat, dunia tdk akan runtuh dgn kalahnya AR, justru disaat spt ini ukhuwahlah yg hrs dipererat, bukan dengan cara saling menyalahkan. mohon ma'af kalau ada kata-kata yg tdk berkenan wassalaam Ronald (32 th) [EMAIL PROTECTED] Sent by: To: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] cc: ntaunet.org Subject: [EMAIL PROTECTED] Duh...engkang... (kesedihanku untuk Amien dan umat Islam) 07/08/2004 07:02 AM Please respond to palanta Saya termasuk yang kecewa melihat kegagalan Amien dan kelihatannya juga tinggal history..., nggak tahu yah apa iya negara kita ini memang nggak mau dipimpin oleh pemimpin yang baik, yang bersih, yang taat sama agamanya. Saya juga kecewa PKS baru memberikan rekomendasinya mendukung Amien pada saat2 terakhir, dalam waktu cuma beberapa hari saja..., mana sempat..:) mensosialisasikan sama yang dibawah, akibatnya suara PKS terpecah kemana mana, tak tertutup kemungkinan lari juga ke SBY. Sayang sekali yah padahal kalau (namanya juga berandai andai) saja PKS dari awal menentukan pilihannya...,tentu sekarang Amien masih bisa bersaing untuk putaran selanjutnya mengingat potensi suara PKS itu sangat besar. Dan lebih kecewa lagi saya pernah denger sebelumnya bahwa ada ustadz pks (Ustadz Rahmat Abdullah mungkin) yang melarang aktivis PKS ikut menjadi tim sukses capres manapun..., heran...katanya mendukung AR tapi diembel embeli nggak boleh membantu...., yah mendingan nggak usah mendukung aja deh...., apalagi mendukungnya disaat saat akhir...sama juga nggak ridho tuh... Memilih pemimpin yang baik, yang bisa memikul amanah, yang bisa menjalankan aspirasi umat Islam itu adalah tugas umat Islam, dari golongan manapun mereka berasal..., dari NU..kek... Muhammadiyah..kek, dari apa saja nama organisasi yang mereka sandang..., semua mengaku Islam, dan semua yang pasti berpegang pada kitab dan rasul yang sama. Heran...umat kristen yang cuma beberapa juta saja gampang banget kompaknya..., mereka cuma punya satu partai (PDS) nah suara mereka bisa bersatu di partai ini...:( Kasihan sekali dikau Amien...:) Nah sekarang apa yang akan diperbuat PKS kalau nanti SBY yang menjadi presiden...?, mau mendukung juga...?, wah plin plan dong namanya, kan semua (sebagian besar) mengiyakan bahwa pendukung SBY itu banyak orang kristennya... Mau partai oposisi....., hehe telat atuh kang...kan udah bilang di media mau dukung Amien Rais... Kasihan deh dikau PKS....:) Yah sebagai pendukung Amien Rais dan simpatisan PKS saya cuma menyarankan ambil lah hikmah dan pelajaran dari peristiwa ini..., PKS emang masih muda masih banyak yang mesti dipelajari dalam kancah politik ini. Kalau nanti presidennya SBY atau MSP, yah PKS konsentrasi dan konsolidasi sajalah agar bisa menggoalkan HNW jadi ketua DPR dan AR tetap jadi ketua MPR..., dengan begini dari sisi Legislatif masih dipegang oleh umat muslim..., mudah2an kepentingan umat Islam masih tetap diperhatikan atau dibuat lebih baik. Kita umat Islam mesti belajar bersatu macam umat kristen itu..., mereka juga banyak kok cabangnya..., tapi nggak pernah tuh denger mereka ribut2 atau menjelek jelekan kaum lainnya. Dulu waktu lahirnya madzab2 juga tidak menjadikan umat Islam jadi berpecah pecah atau saling menjelek jelekan umat lainnya.., yah berbeda saja , seperti halnya kita bisa menerima perbedaan kebiasaan ditiap tiap daerah yang kita lalui., namun di Indonesia sejak adanya NU dan Muhammadiyah...., kedua golongan besar ini menjadi seperti tom and jerry..., nggak bisa akur dalam arti akur seakur akurnya. Orang NU kalau udah memandang GD itu kayaknya seperti melihat Richard Gere...deh..., terkagum kagum nggak karuan. Solid and unified are 2 different things, to be solid you only need to be in the same thought process, to be unified you need to move beyond many differences. Keimanan adalah urusan seseorang dengan Rabbnya..., bukan urusan kita... Tak perlu perbedaan cara kita berpakaian menjadikan kita terpecah pecah...., mau pakai jilbab kek mau nggak kek..., mau jilbabnya panjang mau yang gaul kek, mau jenggotan mau kepalanya digundulin...terserah..., biarlah mereka berurusan dengan Allah... Sungguh tak ada yang tahu dibarisan mana kita di padang machsyar nanti.... Tapi sekarang ini...didunia ini...marilah kita bersatu paling tidak untuk negara kita tercinta ini..., negara kita ini sudah kebangetan bangkrutnya..., kalau saja ini perusahaan lebih baik kita bubarkan saja dari dulu dulu dan buat perusahaan baru dengan management baru. Well unfortunately is not that simple..., ini sebuah negara..., dan banyak umat yang tergantung kepada negara ini.... Revolusi sudah terbukti melahirkan banyak tangis dan penderitaan..., yang bisa kita lakukan adalah mari kita mengadakan revolusi mental... Kalau kita tahu makan babi itu haram...., maka apa bedanya kalau kita makan dari hasil korupsi..., bayangkanlah yang kita makan itu babi.. Kalua kita tahu mencuri itu adalah dosa..., maka jangan mencuri...., kalau tahu melanggar itu dihukum...., janganlah melanggar..... Perbanyaklah tobat....., dan mawas diri...kita emang bangsa yang sulit diajari dan mau belajar dari kesalahan. Wassalam adr NB: Kita umat Islam ini bersaudara...disatukan dalam saudara seiman..., marilah belajar memaafkan yang kita cintai...let's learn to love our people unconditionally. Singkirkanlah semua perbedaan itu..., tak ada NU , tak ada Muhammadiyah...., singkirkan fanatisme dan taklid membuta. We can have a lot of knowledge..., but can we get a wisdom out of it..? ----- Original Message ----- From: "harman" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, July 07, 2004 9:30 AM Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Amien manang mutlak di Ranah Minang > Kecewa memang melihat suara Amien Rais dalam pemilu pilpres I ini > akan tetapi akan sangat kecewa jika di ranah minang Amien Rais kalah. > Alhamdulillah pagi ini saya lihat perolehan suara Amien Rais di ranah > minang cukup memuaskan. Kalau bisa tolong disampaikan seperti pemilu > legislatif lalu perolehan suara di tiap-2 kabupaten kalau perle ke > camatan. kampuang ambo (cubadak lilin) berada di kec. Matur, Lawang > ba a kiro-2 hasil suara Amien Rais? ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

