Assalamu'alaikum wr.wb.

Beberapa kali kalau kita menonton event olah raga di
korea..., selalu saja kalau pertandingan diadakan
disana bahkan seorang juara olimpiade sekalipun bisa
dikalahkan..... walaupun itu nyatanya dengan segala
cara, hakim garis yang memihaklah, wasit... dan apa
saja yang bisa membuat tuan rumah jadi pemenang....

Pernah dulu jaman korea jaya2nya main badminton suatu
hari mereka kalah di indo..., pelatihnya tak segan2
menampar pemainnya walaupun itu didepan umum...:(

Mungkin bagi mereka kemenangan adalah segala
galanya....

Mungkin juga bagi kita pertandingan olah raga just a
game, kalah sekarang masih bisa dikejar di-event
berikutnya..., walaupun nyatanya kita emang kalah
melulu disegala cabang.
Apa yang kita pertaruhkan mungkin hanyalah latihan2
berbulan bulan yang akhirnya sia sia tanpa medali
kemenangan.
Itu tak membuat dunia ini kiamat ataupun negara ini
menjadi bangkrut.

Namun kekalahan kaum reformasi dan memilih pemimpin
idaman bukanlah sesuatu yang mudah untuk diterima...,
reformasi yang didamba dambakan akan bisa merubah
kehidupan bangsa kita menjadi yang lebih baik nyatanya
tinggal kenangan.
Dan itu disesali untuk 5 tahun mendatang...dan mungkin
untuk another 5 tahun, dan entah berapa kali another
lagi.

Siapapun yang berkuasa nyatanya sama saja...mancilok
ka mancilok sajo karajonyo..

Dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa memegang amanat,
yang jujur dan peduli terhadap nasib
rakyatnya...,akankah itu kita dapat dari sang
pemenang...?

wassalam
adeer


=====================================================

8.000 Suara untuk SBY Dicoblos Oknum di Tawao
Kamis, 15 Juli 2004 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 8.000 surat suara
untuk pasangan
Yudhoyono-Kalla dicoblos sendiri oleh oknum konsulat
Tawao, anggota
Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan pegawai swasta di
Tawao, Malaysia
Timur.

"Ini laporan dari Panitia Pengawas Pemilu Kalimantan
Timur kerja sama
dengan penghubung Polri di Malaysia," kata anggota
Panwaslu Pusat
Mashudi Ridwan kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis
(15/7).

Pelakunya belum dapat diketahui berapa orang.
"Penyidik Polri akan
menyelidiki ke Tawao," kata Brigjen Pol. Bambang Arif
yang
mendampingi Mashudi. Jumlah pemilihnyapun belum dapat
diketahui.
Namun pada surat suara itu ditemukan coblosan untuk
calon presiden
dari nomor 4 atau pasangan Susilo Bambang Yudhoyono
dan Jusuf Kalla.

Dari total 8.000 suara itu, semula hanya ditemukan
6.000 surat suara
yang dicoblos sendiri, tapi kemudian bertambah 2.000
surat suara lagi.

Sementara untuk kasus Pondok Pesantren Al-Zaytun,
Bambang mengatakan
anggota Panitia Pengawasan Pemilu Pusat, Jawa Barat
dan Indramayu
sedang mengadakan rapat pleno dengan Komisi Pemilihan
Umum
(KPU). "Kalau ada indikasi pidana, antara lain
penusukan surat suara
ganda, tentunya akan dilaporkan ke polisi," ujar
Bambang.

Martha Warta - Tempo News Room


--- ahmmad zakky <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> assalamu'alaikum wr wb
> 
> 
> wak raso kebanyakan orang didunia ini lebih banyak
> mengalami kalah dari pada menang. justru hal inilah
> membuat seseorang bisa mencapai keberhasilan yang
> lebih dari pada orang orang lain.
> 
> 
> salam kenal kasadonyo...
> 
> ahmad zakky (student of naval architecture sepuluh
> nopember institute of technology surabaya)
> 
> 081553389654
> 
> " sebuah kata yang baik adalah selalu belajar dan
> belajar serta belajar"
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com >
____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting 
> ___________________________________________________


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke