Assalamualaikum wr.wb
"Yaa ayyuhal ladziiina aamanuu laatakhuunulaaha warrasuula wattakhuunuu amaanaatikum 
wa antum ta'lamuun" 
Alangkah  melegakannya dikala kita  telah usai dan  , berhasil menunaikan suatu 
amanah. Sebaliknya, tentu merupakan hal yang mengganggu ketenangan batin kita, 
manakala suatu amanah belum ditunaikan, atau saat suatu amanah tidak bisa kita 
tunaikan dengan baik. Sedangkan bagi kita yang telah memberikan amanah kepada 
seseorang atau sekelompok orang pun berharap agar amanah itu dapat ditunaikan dengan 
baik. Kemudian apabila amanah yang kita berikan tadi, ternyata tidak ditunaikan dengan 
semestinya, wajar apabila di hati pun muncul rasa kecewa. 
Berbicara soal amanah, ada amanah pokok yang berupa ad-din, segala peraturan yang 
dibuat oleh Yang Maha Pencipta bagi kita para hamba-Nya. Ada pula amanah yang 
merupakan "ranting" dari amanah pokok tadi, seperti harta, anak, pangkat dan lain-lain 
yang pada hakikatnya mestilah kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. 
Ayat yang dikutip di atas, dengan tegas memerintahkan kita semua agar menunaikan 
amanah yang dibebankan kepada kita. "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu 
mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah mengkhianati amanat-amanat yang 
diberikan kepadamu, padahal kamu mengetahuinya," (Q.S. al-Anfal [8]: 27). 
Dari satu sisi, kita semua menerima amanat dari Allah SWT, sedang pada sisi yang lain, 
kita saling memberi dan menerima amanat di antara kita. Dalam dunia politik, "pemilu"  
misalnya, pada hakikat adalah saling memberi dan menerima amanat. Posisi yang menerima 
amanat jelas lebih berat ketimbang yang memberi. Kendati begitu, upaya-upaya 
mengingatkan yang dilakukan sang pemberi amanat untuk yang menerima amanat 
(penyelenggara negara), tentu saja diperlukan, yakni memberi peringatan dengan 
cara-cara yang bijak (Q.S. 16: 125), dan bukan dengan cara-cara yang merusak. 
Manakala disadari bahwa bagi setiap orang, hidup ini sebenarnya  adalah suatu amanah 
yang mesti ditunaikan dan dipertanggungjawabkan, maka membicarakan seluk beluk amanah 
adalah membicarakan hal besar dan kompleks. Karena itu, bukan hal yang mengherankan 
apabila hati kita mudah trenyuh saat menyadari bahwa begitu banyak amanah yang 
dibebankan kepada diri kita sebagai pribadi, namun di sana-sini masih belum 
tertunaikan dengan baik. 
Dua amanah pokok, yakni Alquran (mempelajari serta mengamalkannya) dan As-Sunnah 
(meneladani Rasulullah SAW), dalam pelaksanaannya sungguh memerlukan proses yang 
terus-menerus hingga ajal menjemput kita. Manakala suatu ketika seseorang mandek, 
misalnya dalam hal mempelajari dan mengamalkan Alquran, maka kemandekan itu akan 
berarti kerugian, lantaran masa (waktu) yang diamanahkan oleh Allah SWT disia-siakan 
begitu saja. 
Bahwa di sana-sini kita masih belum sempurna dalam menunaikan amanah, hendaknya tidak 
membuat kita berkecil hati, apalagi sampai berputus asa. Sepanjang niat kita tetap 
jernih, bertekad menunaikan amanah karena dan untuk Allah SWT semata, maka tidak ada 
alasan bagi kita untuk berkecil hati. Allah pun senantiasa membuka pintu-pintu 
rahmat-Nya, bagi kita yang bersungguh-sungguh memohon maaf dan ampunan-Nya. 
Dalam hal penunaian amanah, tidak bisa tidak, kita memang mesti bersungguh-sungguh 
memperbaiki pelaksanaan tugas yang satu ini. Sebagaimana tercermin dalam kata 
"memperbaiki", tentu di sini tercermin adanya kesalahan (setidaknya kekurangan) dan 
sekaligus tercermin adanya keinginan (niat) untuk meraih yang lebih baik. Sehingga 
keseriusan dalam hal memohon ampun dan memohon kekuatan agar dapat menunaikan amanah, 
betapa pun adalah dua hal pokok yang sudah seharusnya ada pada setiap insan beriman 
(Q.S. 3: 193). 
Wassalam :
H . Zul amry piliang 








                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke