eramuslim, KAIRO (IslamOnline.net) - Misionaris Kristen diperkirakan akan membanjiri Darfur, Sudan bagian Barat, mengiringi kehadiran militer asing di negara mayoritas Muslim itu. LSM kemanusiaan akan dipakai sebagai tameng untuk menyamarkan kegiatan mereka.
Demikian diingatkan Hasan Mekki, anggota dewan penasehat Kementrian Luar Negeri Sudan, Rabu (28/7). Berbicara dalam dialog interaktif dengan pengunjung IslamOnline.net, Mekki menjelaskan bahwa Darfur adalah basis budaya Islam dan satu-satunya daerah di Sudan yang tidak memiliki gereja dan tidak ada satupun penduduknya yang Kristen. Dengan luas mencapai dua kali luas Perancis, Darfur dihuni 6 juta jiwa yang semuanya Muslim. Pola pemurtadan yang akan terjadi menurut Mekki, bisa seperti di wilayah Selatan Sudan. "Sampai tahun 1919 tidak ada satu pun gereja di Selatan. Tapi kini jumlah pemeluk Kristen di sana berjumlah lebih dari 3 juta orang dikarenakan aktifnya kegiatan misionaris," ungkap Mekki. Di bagian Selatan kini berdiri 28 gereja, 20 di antaranya didanai oleh gereja-gereja Amerika di samping gereja Orthodox yang didanai gereja Anglikan Inggris. Mekki mengatakan biang pemurtadan di wilayah itu adalah penjajahan Inggris yang berakhir tahun 1956. Dampaknya, beberapa tahun kemudian pecah pemberontakan pemeluk Kristen di wilayah Selatan melawan pemerintah pusat di Utara yang didominasi bangsa Arab Muslim. Lebih kurang 1.5 juta orang tewas dan jutaan lainnya menjadi pengungsi akibat perang sipil itu. Mekki mengatakan, situasi pasca segala bentuk aksi militer asing di Darfur akan mirip dengan Irak. Seperti dilaporkan The Daily Telegraph, misionaris Amerika diam-diam berdatangan ke Irak setelah invasi Amerika dan Inggris ke negeri Muslim kaya minyak itu. Di depan publik mereka membagikan makanan dan memberikan bantuan medis, namun penyandang dana sebenarnya menugaskan mereka untuk kerja-kerja pemurtadan. Misi utama mereka menurut harian yang berbasis di London itu adalah menyebarkan 1 juta Bibel berbahasa Arab serta buku-buku keagamaan dan video berbahasa Arab ke seluruh penjuru Irak. Darfur menjadi pusat perhatian internasional setelah invasi Irak beberapa bulan terakhir. Colin Powell dan Kofi Annan mengancam, Dewan Kemanan PBB akan melakukan aksi jika Sudan tidak bisa menghentikan konflik internal yang terjadi di Darfur.(ish) http://www.eramoslem.com/br/dn/47/12202,1,v.html ________________________________________________________________________ Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

