advice yang cukup bijak dari rekan Arfian, sayang advice ini tidak
sampai ke satgas yg kemarin dlm menghadang aksi demo, jadi ingat 
sebuah satgas partai yg berlambang banteng dgn mata merahnya.


wassalam,
harman

****

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/08/tgl/30/tim
e/16925/idnews/199843/idkanal/10
Bubarkan Paksa Demo Tolak Dukung SBY
Reporter: Luhur Hertanto

detikcom - Jakarta, Ketegangan mewarnai demo menolak keputusan PKS 
mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Aksi memanas setelah massa 
menolak diajak dialog. Kesal dengan penolakan itu, satgas PKS meminta 
massa membubarkan diri.

Awalnya, aksi berlangsung damai. Massa yang menolak SBY berasal dari dua
elemen yakni dari Koalisi Perempuan Pemilih PKS dan Himpunan 
Masyarakat Hukum dan HAM Indonesia (Humanis).

Sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (30/8/2004), massa Koalisi Perempuan 
bubar. Tinggal massa Humanis. Sekelompok satgas yang berada di PKS 
lantas meminta salah seorang perwakilan berdialog dengan pengurus. "Kita
maunya demo saja kok. Bukan dioalog," kata demonstran.

Tanggapan itu kontan membuat panas orang PKS. "Kalau gitu bubar saja, 
sudah siang nih," jawab salah seorang satgas.

Namun massa ngotot tak mau bubar. Tiba-tiba ada anggota satgas yang 
mendesak ke arah massa untuk membubarkan demonstran. Karena satgas yang maju
lain dari yang biasanya, kali ini lebih gede-gede dan 
tampangnya lebih garang, massa pun berlarian.

Sang orator Ahmad Daki sempat tertangkap dan dipukul satgas. Namun 
akhirnya melompat masuk ke dalam metro mini yang kebetulan lewat.
(iy)


Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu

Alhamdulillaah, ternyata memang banyak yang menginginkan PKS sebagai partai
yang membawa perubahan di negeri ini, terbukti dengan banyaknya nasihat dan
kritik yang disampaikan sehubungan dengan sikap PKS dalam Pilpres kedua
nanti. Insya Allaah nasihat dan kritik yang disampaikan itu akan bermanfaat
bagi para kader dan simpatisan PKS dalam bersikap di masa mendatang.

Bagi ambo sendiri, wajar-wajar saja kalau PKS saat ini tidak dapat memenuhi
harapan seluruh pihak, termasuk juga golongan-golongan dalam Islam
sekalipun. Tetapi itu adalah sikap yang telah diambil PKS dalam usahanya
melakukan perubahan di Indonesia, dan kita juga sudah melihat alasan-alasan
yang disampaikannya. Kader-kader PKS yang telah berjanji untuk bekerja dalam
payung PKS sudah sewajarnya mendukung dan memperjuangkan keputusan tersebut
yang insya Allaah telah disyurakan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi
untuk itu. Bagi simpatisan dan pihak di luar PKS, tidak ada paksaan untuk
mengikuti keputusan tersebut. Jika setuju boleh diikuti, tetapi jika tidak
setuju silahkan mengambil jalan lain yang dipercayai.

Tetapi bagaimana pun PKS adalah partai yang masih perlu belajar banyak dalam
bersikap dan bertindak, sehingga jika ada sikap atau tindakan dari PKS
maupun kader-kadernya yang salah atau tidak sesuai dengan harapan rakyat
selayaknyalah nasihat dan kritik disampaikan kepada mereka.

Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu
Muhammad Arfian
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
090-6149-4886
"Isy Kariman Aw Mut Syahidan"


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke