Sanak Rahima,
Banyak saketeknyo, kasimpulan dari Fiqh Prioritas, yg sanak postingkan, ternyata 
hampir sama dengan yg ambo pikirkan, pado posting tanggapan atas Fiqh Priorita (1).
 
Ambo satuju, bahwasonyo, umat Islam zaman kini memang "sudah melenceng" dari pa yg 
diinginkan oleh ajaran Islam.  Tapi kembali kepada tanggapan saya terdahulu, pintu 
ijtihad konon katanya telah ditutup, sehingga banyak para Kiyai di ponpes-ponpes tidak 
lagi menggali ajaran Islam. Para santri disuruh untuk menghafal kitab kuning yg sudah 
berumur ratusan tahun. Sementara zaman sudah berkembang sedemikian rupa, yang menurut 
saya, mungkin tidak terbayangkan oleh para Imam zaman dahulu. 
 
Tapi, saya pikir analisa sebab musabab kemunduruan Islam sudah sangat banyak dilakukan 
orang. Yg kurang adalah bagaimana mengatasinya. 
 
Menurut saya, salah satunya caranya adalah melalui kurikulum pendidikan. Dalam hal ini 
pemerintah harus pegang peranan. Tapi, kalau kita berkaca kepada pemerintahan di 
negeri kita, pemerintahan mana sejak zaman Sukarno sampai sekarang ini, yg betul-betul 
memberikan perhatian kepada dunia pendidikan ini ?. Apalagi kalau kita ingin dunia 
pendidikan itu diisi dengan muatan agama yang sedikit lebih. Tidak akan ada pemerintah 
yg akan melakukan itu, setidak-tidaknya dalam kurun 10-20 tahun kedepan.
 
Masalah yg kita hadapi adalah masalah pendangkalan akidah, yg sedikit-demi sedikit, 
tanpa kita sadari terjadi setiap hari, minggu, bulan, tahun, dan tahun-tahunan.  Kalau 
dulu, mungkin 20 tahun yang lalu, kita tidak akan pernah melihat anak-anak muda 
laki-perempuan berjalan berpegangan tangan di tempat umum. Tapi sekarang...?. Bahkan 
dikota Kecamatanpun kita bisa menjumpai pemandangan seperti itu. Ini, pertanda apa..?. 
Tidakkah ada yang mengajarkan kepada mereka, bahwa bersentuhan saja (dengan sengaja), 
laki-laki dengan perempuan yg bukan muhrim, adalah haram. Sepertinya tidak ada yg 
menyampaikan ajaran seperti itu, sekarang ini.
 
Nah, yg saya maksudkan, dengan salah satu cara untuk mengatasi dekadensi ini, adalah 
melalui kurikulum pendidikan.  Berikan kepada anak-anak mulai tingkat SD (bahkan 
mungkin TK) pendidikan akidah. Akidah ini harus diluruskan sedari dini.  Tanamkan 
kepada mereka bahwa Tuhan Allah itu, benar-benar Esa.  Jangan nanti mereka melihat 
orang-orang tua yg sudah haji lagi, tapi punya cincin segede benggol, yg diyakininya 
bertuah (itu kenyataan dibanyak daerah kita). 
 
Tapi, pendidikan ini tidak bisa diandalkan kepada Ibu Bapak dirumah saja, karena porsi 
anak diluar rumah  juga cukup besar. Apalagi sekarang ini, tdk jarang Bapak dan Ibu 
sama-sama bekerja. Dirumahpun, anak-anak (krn Bapak Ibunya bekerja), bebas menonton 
acara TV Indonesia, yg pornomeriah, dan klenikmeriah dan glamormeriah.  Orang tua juga 
banyak mengabaikan pendidikan akidah ini. Bisa karena tdk tahu (akidahnya sama 
dangkalnya dengan si anak, bisa juga karena tidak ada waktu....ah...banyak 
alasanlah...). Mereka lebih mau keluar uang bayak untuk Les Piano, Les Menari, Les 
ini, Les itu, sementara, kalaupun ada yg memanggil guru ngaji ke rumah, paling dibayar 
50 ribu sebulan. Ini 'kan fenomena disekeliling kita.  
 
Jadi, menurut saya, pendidikan akidah ini harus masuk kurikulum dari SD, sehingga 
lambat laun, ketika mereka mulai remaja, dewasa, mereka punya akidah yg kuat. Kalau 
mata pelajaran agama dapat merah, jangan dinaik kelaskan si murid, meskipun 
matematikanya di rapor dapat nilai 10.  Ini juga untuk mengajarkan kepada 
Bapak/Ibunya, bahwa pelajaran agama itu sangat penting, bahkan lebih penting dari 
matematika. Kalau generasi SD ini nanti telah dewasa, kita barangkali tidak akan 
menemukan orang yg melakukan korupsi dengan perasaan tanpa dosa, seperti yg kita 
hadapi sekarang ini.  
 
A...baa gak ati...tu sanak Rahima...?!.
 
 
 
---sorry postinganya ambo putus, menghemat byte/space---
Rahima wrote :

Bila kita
ingin pemahaman ,dan ilmu yang lebih luas lagi,
mengenai hal ini dapat baca di buku :

" Fiqh Awwaliyat,wa dirasah jadidah fi dhaui Al
Qur'an dan Assunnah " ( Fiqh Prioritas dan study baru
menurut pandangan ( lingkaran ) Al Qur'an dan As
Sunnah ),oleh Prof Dr.Yusuf Qardhawi.maktabah Wahbah
cairo,cetakan ke empat. Juga buku beliau : di "
Awwaliyat Al harakah Al islamiyah " ( Prioritas
gerakan islam ).

Demikian dulu .Wassalam.El Ghiza 29 Agustus
2004.Rahima.S. Lc 




__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now. 
http://messenger.yahoo.com

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________



** Anakbangsa : EmErDe Palar **
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke