Asslamu'alaikum wr. wb.
Mungkin mak Bangsawan bisa jadi Plant manager disiko
Sumbar, Pusat Pupuk di Sumatera
* Gubernur Minta Jangan Persulit Investor di MungkaOleh redaksiSelasa,
07-September-2004, 05:26:044 klik----->----->---->Limapuluh Kota, Padek�Kelangkaan
pupuk di pasaran yang sering terjadi di daerah ini bakal terjawab, seiring dengan akan
didirikannya pabrik pupuk di daerah ini, bahkan Sumatera Barat juga akan menjadi pusat
produksi dan didistribusi pupuk untuk wilayah Sumatera. Dengan adanya kemauan investor
untuk berinvestasi di daerah ini gubernur meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk
tidak mempersulit investor.
Untuk tahap awal, Gubernur Sumbar, H Zainal Bakar di sela-sela penandatanganan MoU
dengan PT Pupuk Kaltim menjelaskan salah satu alasan diberikan kesempatan kepada Pupuk
Kaltim untuk bekerjasama mendirikan pabrik pupuk terutama untuk produksi pupuk NPK
(Nitrogen, Popspor, Kalsium) Pelangi sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya
kelangkaan pupuk.
Namun, yang terpenting sebelum dilakukannya kesepakatan ini kita tengah mencari suatu
teknologi yang mampu meningkatkan hasil produksi pertanian dan juga dapat mengurangi
cost serta menyerap tenaga kerja,� kata gubernur yang pada kesempatan kemarin mendapat
dukungan dari masyarakat Mungka pada pencalonan sebagai kepala daerah untuk periode
2005-2010.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa paling lambat akhir tahun ini pabrik sudah
dapat didirikan, untuk tanah telah tersedia di areal Padang Industrial Park (PIP).
Apabila nantinya pabrik sudah selesai dibangun, semua petani di daerah ini kebutuhan
akan pupuknya telah mencukupi, atau bahkan berlebih maka akan dilakukan distribusi ke
luar daerah sehingga Sumbar bisa menjadi pusat produksi dan distribusi pupuk untuk
wilayah Sumatera. Sebelum selesai dibangun, gubernur mengingatkan bahwa para
masyarakat petani tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pupuk karena distribusi
dari PT Pupuk Kaltim tetap tersedia.
Hal itu dilakukan dalam rangka untuk mempercepat peningkatan usaha ekonomi kerakyatan
masyarakat petani.
Ingatkan Bupati
Sementara itu, dengan telah masuknya PT Pupuk Kaltim di Sumbar, gubernur mengingatkan
para bupati dan pejabat dilingkungannya agar tidak mempersulit investor yang akan
berinvestasi. Sedangkan kepada Camat dan Walinagari dirinya mengharapkan untuk selalu
berpikir akan apa yang dibutuhkan masyarakat setempat dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan.
�Saat ini para investor masih melihat dan menunggu siapa yang bakal terpilih sebagai
pemimpin bangsa ini. Usai pemilu mendatang, investor bakal banyak yang masuk ke
Sumbar. Untuk itu, para Bupati jangan persulit investor yang masuk menanamkan
investasinya. Birokrasi harus dipangkas agar pelayanan menjadi lebih baik,� tegasnya
di hadapan masyarakat petani, unsur muspida dan undangan, kemarin.
Selain melakukan penandatanganan MoU, gubernur pada kesempatan yang sama bersama Dirut
PT Pupuk Kaltim yang diwakili Direksi Bidang Litbang, Bowo Kuntohadi, Bupati Limapuluh
Kota, dr Alis Marajo, dan Kadinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ir H Syahrial Syam
MS melakukan panen perdana jagung hibrida di atas lahan seluas satu hektar yang
ditanam sejak April lalu menggunakan pupuk NPK Pelangi.
Dalam acara yang sama, Bowo Kuntohadi mengatakan pasar Sumbar cukup bagus jika
nantinya produksi pupuk telah berjalan dan mampu menjadi produsen pupuk untuk wilayah
Sumatera.
Apabila masyarakat telah mampu melakukan produksinya dengan baik menggunakan NPK
Pelangi, bukan tidak mungkin terbuka peluang untuk dilakukan ekspor. Jagung yang di
panen kemarin merupakan hasil Demplot kerjasama antara Pemprov Sumbar dan PT Pupuk
Kaltim yang berhasil memproduksi Jagung Pipilan Panen (JPN) sebanyak 8,54 ton per
hektar atau dari sebelumnya yang hanya mampu produksi 7,20 ton per hektar.
�Itu berkat pupuk NPK Pelangi. Namun, akan terjadi peningkatan lebih tinggi lagi jika
metode pemupukannya sesuai dengan brosur yang ada dan dipandu spot worker dari Pupuk
Kaltim. Seperti lahan percontohan di daerah Gorontalo, Sulsel, Kalsel, dan Kaltim yang
rata-rata terjadi peningkatan dari 4,89 ton per hektar menjadi 8,23 ton JPP. Meningkat
168 persen dari produksi biasa,� kata Bowo.
Tampak turut hadir pada acara itu, Kadinas Peternakan, Kadinas Perindustrian dan
Perdagangan, Kepala Bappeda Sumbar, Prof Dr Ir Muchlis Muchtar, dan unsur muspida
Provinsi lainnya. (Laporan Heri Sugiarto)
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________