Bismillahirrahmaanirrahim.
" Laatuqaddimuu baina yadayyillahi warasuulihi " (
janganlah kamu mendahului Allah dan rasulNya ).
Seperti yang sering penulis menyebutkan pada
tulisan-tulisan sebelumnya,bahwa apabila di dalam Al
Qur'an,tidak disebutkan objek penderitanya (
mafulumbih ),maka objek yang dimaksudkan tersebut
dimaksudkan secara Umum.
Jadi,.janganlah kita mendahului Allah dan RasulNya
dalam hal apapun,baik perkataan,ketetapan,ataupun
perbuatan kita.
Biasanya kita,disaat menghadapi dan merasakan "
terjalnya " kehidupan,manusia acapkali bingung mencari
penyelesaian dan jalan keluarnya.Bak musim buah yang
sedang digelar,saat dimana berbagai jenis buah-buahan
siap untuk dipetik dan dinikmati,hati yang sedang
dalam keadaan gundah dengan mudahnya dihujani berbagai
macam tawaran penyelesaian dan jalan keluar.
Tak jarang dalam kondisi semacam ini manusia terlena
akan tipu daya duniawi,sehingga jauh dan lari dari
pesan-pesan Tuhannya.
Seandainya saja ,kita bisa lebih jeli lagi ,kita
berusaha membaca pesan-pesan illahi,baik yang tersurat
dalam kitab Illahi,maupun " celoteh " alam yang setiap
harinya dapat kita lihat dan rasakan,niscaya kita
tidak akan mudah tunduk dihadapan terjalnya kehidupan
dunia sebagai bentuk keputus asaan dan ketidak mampuan
kita menghadapi hal itu semua secara benar dan
bijaksana.
Seandainya saja,manusia selalu menyadari bahwa segala
kehidupan diduniawi ini,tak kan mungkin terlepas dari
pantauan Allah,niscaya ia akan jarang,atau bahkan
tidak akan pernah dalam hidupnya mendahului,atau
melangkahi apapun perbuatan dan perkataannya,selain ia
selalu berkomunikasi dengan kitab suciNya,sebagai
petunjuk hidupnya,juga melaksanakan dan mempelajari
,serta merujuk kepada sunnah Rasulullah SAW.
Manusia dalam menjalani kehidupannya dimuka bumi
ini,tidak akan mampu hidup dengan baik,apabila tidak
berpegang teguh pada ajaran-ajaran TuhanNya.Al Qur'an
telah menceritakan dengan baik kisah yang dialami kaum
Israel,ketika nabi Musa menyampaikan perintah Tuhannya
kepada mereka agar memasuki Palestina,namun enggan
mematuhinya,kemudian Allah menyesatkan mereka ditengah
padang pasir nan tandus lagi gersang selama empat
puluh tahun lamanya.
Pelanggaran manusia atas perintah Tuhannya,yang biasa
disebut maksiat,merupakan akar dari sebuah hukuman
yang ditimpakan oleh Allah atas hamba-hambaNya,yang
beragam bentuk dan rupanya.
Seperti bencana alam,keterpurkan ekonomi,tekanan dan
pendudukan musuh,dan berbagai bentuk kegagalan
lainnya.Korupsi,Monopoli dan manipulasi,barangkali
rangkaian dari sebab-sebab keterpurukan ekonomi yang
kita alami.
Penebangan hutan secara liar,dan serakah bisa jadi
sebagai bibit bencana alam.Ketidak disiplinan para
pemegang kebijakan yang lemah dan tidak serius
menjalankan amanat,memungkinkan saja menjadi peluang
besar bagi musuh untuk bertindak sewenang-wenang
terhadap kita.
Allah SWT berfirman : " Telah nampak kerusakan didarat
dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia,supaya Allah merasakan kepada manusia sebagian
dari akibat perbuatan mereka,agar mereka kembali
kejalan yang benar.".
Berbagai kemungkinan diatas bukan menjadi harga
mati,namun rasanya patut untuk dijadikan bahan
perhatian kita.
Allah SWt juga berfirman : " Apa-apa yang menimpa kamu
dari kebaikan ( kenikmatan ) ,maka sebenarnya itu
berasal dari Allah,dan apa yang menimpa kamu dari
kejahatan maka sebenarnya itu berasal dari kamu juga.
". ( An Nisa 79 ).
Kenapa begitu ?.Bukankah Allah sudah katakan pada kita
: " Wahai orang-orang yang beriman,makan dan minumlah
,tapi jangan sampai berlebihan,karena Allah tidak suka
pada orang yang berlebihan. ".
Di ayat lain dikatakan : " Janganlah kamu
mubazir,karena mubazir itu temannya syaithan ".
Dalam hal apapun,kita dilarang untuk bersikap
mubazir,tetapi dianjurkan untuk bersikap
pertengahan.baik itu perkataan,maupun perbuatan kita.
" Dan berjalanlah kamu dengan tenang ( tidak
cepat,tidak lambat ), dan baikkanlah perkataanmu
,sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai
" .
" Baik itu dalam menafkahkan harta kita dijalan Allah
juga,kita di minta untuk bersikap sederhana : " Dan
janganlah kamu menjadi kan tanganmu seperti orang
yang tercekik lehernya ( pelit ) juga tidak
menjadikannya terbuka lebar ( terlalu pemurah ),karena
hal itu akan menjadikan dirimu tercela dan merugi. "
Di ayat lain disebutkan : " Dan janganlah kamu
menjatuhkan dirimu pada lembah kehancuran ,berbuat
baiklah,sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berbuat baik ".
Dan masih sangat-sangat banyak lagi ayat-ayat Allah
seumpama itu.
Allah sudah memberikan kita solusi yang terbaik dalam
hidup ini,namun kebanyakan kita selalu
melampauiNya,bahkan sering mendahuluiNya.maka
bersiaplah kita menerima akibat perbuatan kita
tersebut.
Coba kita lihat bangsa Malaysia , Jepang secara umum ,
hidup mereka kebanyakan penuh dengan disiplin,hemat
dan tidak mubazir,bersih dan teratur,maka wajarlah
mereka mendapatkan kemajuan beberapa langkah dari
negara kita Indonesia yang banyak diantara
kita,terutama para pejabat yang dalam kehidupannya
besar pasak dari tiang.
Hidup dengan hutang , bermegah dan mewah,padahal semua
itu hasil hutang ,yang pada akhirnya harus di
tanggungkan sampai entah kapan bisa
lunas,wallhua'lam,justru semakin lama semakin menjadi
gunung,yang mulanya hanyalah bukit kecil.namun untuk
kelihatan bermegah dan mewah di pandangan negara
lain,maka betapa banyaknya pesta �pesta ,
perayaan,rapat apa saja,diadakan secara mewah dan
besar-besaran ( ini yang dikatakan besar pasak dari
tiang ).
Tidak usah jauh-jauh.dalam kehidupan sehari-hari
dalam RT,betapa banyaknya sang ibu RT yang
berhutang,dengan jalan cicilan, kredit ataupun
lunas,untuk membeli kebutuhan yang tidak begitu
penting dan masih bisa ditahan.sebentar-bentar beli
ini dan beli itu . Bila sang ibu di RT sebagai kepala
bagian dari RT dalam hal belanja rumah tidak
pandai-pandai mengatur pengeluaran sesuai dengan
kapasitas devisa RT yang masuk,maka alamat RT itu
dililit hutang berkepanjangan. ( Naudzubillahi
mindzalik ).
Itu dianya,..semua dikarenakan kita seringnya
melampaui Allah dan rasulNya.Padahal,sebagaimana yang
kita sebutkan awal dari pembicaraan kita,ayat pertama
Allah dengan memanggil panggilan yang indah,menandakan
apa � apa yang akan disampaikan Allah,sangatlah
urgensinya.
Ini salah satu contoh dekat yang kita lihat.masih
sangat banyak lagi.dan ini insyaAllah akan kita
sama-sama kupas,bak mengupas buah mangga,sedikit-demi
sedikit kulitnya terkupas,akhirnya kelihatan
isinya,kita makan dengan perlahan-lahan,akan terasa
nikmat dan manisnya mangga tersebut,meski terkadang
rasa mangga itu seakan-akan terasa asem dilidah kita (
karena bisa jadi kita tersinggung
didalamnya,seakan-akan mengenai dan menyindir diri
kita ).
Pada hakikatnya semua merasakan hal yang sama,tak
lepas yang mengupaspun akan merasakan juga
asamnya,bukan yang merasakannya saja.Karena tidakkan
mungkin yang mengupas,tidak merasakannya,hanya sekedar
mengupas,kemudian membagikannya,tentu sang pengupas
juga merasakan,bisa jadi ia memakan lebih banyak.baik
manis,ataupun asam rasa mangga itu,tentu dirasakan
semua yang hadir,kecuali bagi yang tidak mau
merasakannya,atau cuek.
Hmmm..sudah mau magrib,dari tadi keluar rumah ( di
mesjid ),ntar malam,saya mo meneruskan skripsi (
thesis ) saya lagi , maka ada baiknya kita hentikan
dulu mengupas isi dari kandungan ayat pertama dari
surah Al hujurat, mudah-mudahan bisa kita sama-sama
sambung kembali, kalau ada kesempatan , InsyaAllah ).
Wassalam. Rahima.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________