http://www.kompas.com/utama/news/0409/14/025230.htm Taufik Kiemas Janjikan Minimal Tiga Menteri Putra Minang Padang, Senin
Suami calon presiden PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas, di Padang, Senin (13/9), meminta "bantuan" kepada Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar seraya mengisyaratkan agar lembaga tersebut menyiapkan minimal tiga kadernya untuk menjadi menteri. "Saya sebagai anggota LKAAM dan kerabat dari LKAAM, tidak bisa menyebutkan secara terbuka, kalau keinginan saya ke sini adalah ingin meminta bantuan," katanya saat mengadakan pertemuan dengan puluhan anggota LKAAM dan para Datuk Pamangku Adat Minangkabau serta para Bundo Kanduang. Di Sumatera Barat, khususnya di Nagari Sabu, Kec.Batipuh, Kab Tanah Datar, Taufik Kiemas adalah pemangku adat suku Sikumbang dengan gelar "Datuk Basa Batuah" dan suami Presiden Megawati menjadi anggota LKAAM Sumbar. Tanpa merinci secara terbuka bantuan apa yang dimintanya, menurut Taufik Kiemas, menjelang pelaksanaan Pilpres putaran dua, perasaan dan keinginannya sama dengan perasaan anggota LKAAM dan Bundo Kanduang. "Jadi saya secara pribadi minta bantuan dan juga LKAAM harus menyiapkan kader-kadernya untuk ke Jakarta," ujarnya. Permintaan dan penyiapan kader LKAAM itu, menurut Taufik, harus disuppor bersama-sama. "Kalau bisa jangan kurang dari tiga orang, kalau kemarin hanya ada satu orang menteri dari Sumbar, sekarang kalau bisa minimal tiga orang," katanya. Sehubungan itu, Taufik menyatakan, beruntung dapat bertemu dengan pengurus dan anggota LKAAM serta Bundo Kanduang. "Kedatangan saya adalah sudah pada tepatnya sekaligus ingin mengingatkan peran orang Minang di republik ini," katanya. Ia menambahkan, pada saat proklamasi RI orang minang sangat menentukan berdirinya NKRI demikian pula untuk hari-hari mendatang khususnya saat diadakan pemilihan presiden putaran kedua. Ia menyebutkan, posisi penting pada pemerintahan yang akan datang adalah berapa banyak menteri yang berasal dari orang Minang. Dalam pemerintahan yang akan datang, jumlah menteri dari orang Ranahminang ini akan yang paling menentukan kombinasi NKRI, ujarnya. Karena itu, tambah Taufik, dirinya menginginkan secara pribadi bersama Mengawati, selalu mengingat jasa-jasa orang Minang pada awal Kemerdekaan RI. "Tidak terbayangkan kalau orang Minang itu tidak ada mungkin bahasa Indonesia ini belum seperti sekarang ini," ujarnya. Meski demikian, Taufik juga mengingatkan, persamaan antara orang Jawa Barat dengan Sumatera Barat, dimana dulu banyak orang dari dua daerah ini menjadi menteri, tapi kadang-kadang terlupakan membangun daerahnya sendiri. "Koreksi ini harus saya berikan, sebab dalam masa pemerintahan tiga tahun ini, proyek yang ada di Sumbar ini jumlahnya lebih besar dari 30 tahun proyek yang ada," katanya. Karenanya, partisipasi putra daerah Minang di pemerintahan yang akan datang, harus mati-matian memperhatikan Sumbar, apalagi mengenai SDM daerah ini tidak berkurang. Untuk itu, tambah Taufik, LKAAM harus mendorong kader-kadernya untuk ke Jakarta, apalagi nanti eselon satu bukan sekedar jabatan karir tapi kolektif politik, dimana orang politik bisa menjadi eselon satu. Hal itu, menurut dia, agar bisa seimbang antara yang di luar dengan di dalam birokrasi untuk memimpin bangsa ini ke depan. "Keputusan ada di tangan bapak-bapak (anggota LKAAM-red), tapi yang pasti jika pemerintahan saat ini bisa berkelanjutan, maka tahun 2009 Insya Allah, hutang Indonesia bisa selesai dan tahun 2014 kita menjadi negara donor," demikian Taufik Kiemas. (ant/glo) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

