Ah, macam-macam sajo si Zul iko. Kalau ka kalua, kalua sela sorang jaan
mamprovokasi urang pulo. Biasokanlah diri untuk mandanga pandapek urang dan
mandanga kecek urang itu bukan baarti satuju jo pandapek urang itu. Bukan
kah Islam itu agama yang benar sahinggo apo sajo yang mancubo Islam itu
dengan kritikan / hinaan / celaan atau aposajo namonyo, kalau kito pribadi
cukuik ilmu tentang Islam itu tantunyo indak ka goyang saketekpun. Hanyo
urang-urang yang kurang ilmu tentang Islam yang kacamehan ka hujatan/
celaan/ cemeehan itu.

Wassalam

MII

----- Original Message ----- 
From: "Zulfikri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Agam" <[EMAIL PROTECTED]>; "Rantau Net Minang Net"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 16, 2004 1:11 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Fw: [Urangawak] Himbauan untuk angkat kaki
dimilis"urang awak"


> Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh !
> Dunsanak yang barado dipalantako, mulai hari ini tgl 15 September 2004,
> pukul 10.30 WIB resmi angkat kaki dari millist "URANG AWAK" untuk
> membuktikan ajakan ambo dan marupokan konsistensi ambo sebagai seorang
> muslim.
>
> Kapado dunsanak yang barado dipalantako yang juo sabagai anggota millist
> "urang awak" yang muslim, ambo pribadi mohon maaf atas posting ambo yang
> mungkin tasingguang dek caro panyampaian ambo.
>
> Wassalam, ww
> Z. Rangkayo Mulie
>
> ----- Original Message -----
> From: Zulfikri
> To: Urang Awak
> Cc: Agam ; Rantau Net Minang Net
> Sent: Monday, September 13, 2004 11:02 PM
> Subject: Re: [Urangawak] Himbauan untuk angkat kaki dimilis "urang awak"
>
>
> Yth. Bapak guru Wady Afriadi.
>
> Apakah anda kira menghujat "Islam" agama saya dan keyakinan saya bukan
> mencampuri urusan pribadi ?, Bahkan lebih dari itu !. Anda sudah
mencampuri
> urusan pribadi seluruh masyarakat Minangkabau yang berfilosofi ABS-SBK  !.
> Dimana anda mengaku orang Minangkabau, boleh anda seorang atheis tapi
jangan
> menghujat agama Islam yang tidak anda yakini dan dengan sendirinya juga
> tidak ada hubungannya dengan anda. Hormatilah orang kampung anda kalau
> memang anda orang Minangkabau !
>
> Sebenarnya kalau anda menganalisis secara jujur dan dengan kepala dingin,
> posting saya terdahulu janganlah anda kira itu adalah mencampuri urusan
> pribadi, tetapi ingin membuktikan professionalisme anda, karena anda
sangat
> bangga sekali menjadi guru di SBI Madania ini, sampai-sampai secara tidak
> langsung merendahkan sekolah negeri dan pegawai negeri. Nyatanya memang
anda
> bukanlah seorang professional, karena tidak dapat menjelaskan pertanyaan
> saya
> mengenai Visi dan Missi SBI Madania yang sebetulnya itu bukanlah rahasia
> institusi, tetapi seharusnya Visi dan Misi ini desebarluaskan kepada
> khalayak ramai, sehingga SBI Madania betul-betul dapat dipahami masyarakat
> sebagai sekolah yang berwawasan internasional. Nyatanya anda tidak sanggup
> dan bahkan berwawasan sempit dan picik tidak seperti yang diharapkan SBI
> Madania yaitu berwawasan internasional yang skopnya lebih mendunia dan
dapat
> melihatkan 4 aspek kebutuhan perkembangan yaitu Emotional, Fisik, Sosial
dan
> Intelektual yang menjadi kebanggaan.
>
> Apakah Parung-Bogor itu benar-benar jauh dari Sumatera Barat ?, Apakah
Biaya
> pendidikan yang berjuta-juta rupiah itu terbukti institusi bisnis
bertopeng
> pendidikan ?!. Sungguh sangat piciknya pemikiran anda, membanggakan begitu
> mahalnya biaya sekolah di SBI Madania ini adalah indikator sebagai sekolah
> yang bermutu ?, yang anda sebagai gurunya saja tidak kelihatan
> professionalnya !, saya sebagai orang tua merasa tertipu, masak iya orang
> atheis bisa mendidik siswa menjadi "Masyarakat Madani" ?, ini bagi saya
> adalah suatu penipuan !.
>
> Silahkan anda pertimbangkan keberadaan saya dimilis ini, tapi saya mohon
> jangan diberi nama atau tukar nama miliis ini dengan nama lain !, jangan
> berbau Minangkabau !. Karena anda bukan lagi orang Minangkabau, walaupun
> anda dilahirkan dari keluarga orang Minangkabau. Orang Minangkabau adalah
> orang bernaung dan menjunjung tinggi ABS-SBK !.
>
> Bagi saya lebih baik tidak menjadi anggota milis ini dari pada setiap hari
> anda meludahi kepala saya dan keyakinan agama saya di millis ini. "Islam"
> adalah keyakinan saya, bisakah anda seorang atheis dapat menghormatinya ?,
> kalau bisa tentu anda juga akan dihormati.
>
> Saya Zulfikri Rangkayo Mulie, bersama ini menghimbau dunsanak orang
> Minangkabau yang berada di millis ini untuk agar angkat kaki meninggalkan
> miliis ini. Tidak ada gunanya mengikuti millis ini, dimana milis ini
sengaja
> dibuat dengan maksud-maksud tertentu dan terprogram dalam rangka
memudarkan
> dan melemahkan keyakinan masyarakat Minangkabau yang telah dikenal
beragama
> Islam yang taat, dan merintis serta melicinkan jalan bagi pihak-pihak
> missionaris selanjutnya supaya mudah di murtadkan. Nauzubillahi minzalik
!.
>
> Terimakasih,
> Z. RM.
> ----- Original Message -----
> From: Wady Afriadi
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, September 13, 2004 5:41 AM
> Subject: [Urangawak] Yth. Pak Zulkifli Rky. Mulie
>
>
> Yth. Zulkifli Rangkayo Mulie;
>
> Nampaknya Anda ingin mencampuri urusan pribadi dan pekerjaan saya,
Rangkayo
> Mulie.
>
> Seperti yang telah saya jelaskan, pendapat2 saya pada berbagai mailing
list
> adalah murni pendapat saya pribadi, tidak ada hubungan dengan lembaga
tempat
> saya bekerja.
>
> Madania tidak pernah mengesahkan ataupun menolak opini2 pribadi staf-nya
> yang tidak berkaitan dengan proses belajar mengajar di SBI Madania.
>
> Madania adalah lembaga inklusif yang menghargai setiap perbedaan pendapat
> maupun agama. Di sekolah di sediakan semua guru agama, sesuai dengan agama
> yang dianut oleh murid2nya.
>
> Mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, bahkan Saksi Yehova.
>
> Saya bukanlah guru agama, Zulkifli Rangkayo Mulie. Dan pengajaran agama di
> tempat saya bekerja bukanlah wilayah kerja saya.
>
> Saya minta dengan segala hormat, Anda bisa membedakan batas-batas dalam
> beropini dalam mailing list dengan urusan profesional seseorang.
>
> Bahasa jelasnya, tidak perlu Anda mencampuri urusan pekerjaan seseorang,
> karena pendapat dan opini2 pribadi orang tersebut dalam forum yang tidak
> berkaitan dengan tempatnya bekerja.
>
> Kerjakan saja apa yang menjadi tanggung jawab Anda selaku pegawai negeri.
>
> Keinginan Anda untuk mempromosikan sekolah tempat saya bekerja tersebut,
> nampaknya belum begitu urgent untuk saat ini. Mengingat jauhnya jarak
antara
> Sumbar dan lokasi sekolah tersebut. Di samping itu, biaya pendidikan di
> Madania mungkin kurang pas dengan keadaan ekonomi kebanyakan masyarakat
> Sumbar, dimana untuk masuk Madania, selain menjalani serangkaian tes,
> seorang siswa harus membayar uang pangkal pendidikan sebesar Rp 40 juta,
dan
> biaya SPP tiap bulan sebesar 2,5 juta, belum termasuk biaya snack, lunch,
> dan transportasi tiap hari serta kebutuhan2 lainnya selama mengikuti
> kegiatan sekolah.
>
> Saya harap kita bisa berdiskusi dengan lebih saling menghargai, Rangkayo
> Mulie. Tanpa mencampur-adukkan opini2 pribadi tesebut dengan
profesionalitas
> seseorang di tempat dia bekerja.
>
> Atau Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali keberadaan Anda dalam
> forum2 milis yang saya moderatori.
>
> Wassalam,
>
> Wady Afriadi, S.Sn
> http://wady.or.id
> Mobile: 0815-970-1611
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
> At 07:41 AM 9/14/2004, you wrote:
>
> Yth. Pak guru Wady Afriadi,
>
> Bisa saja misi 1 sd. 4 adalah hanya didalam situs internet saja, padahal
> hakekatnya mengejar misi nomor 5, karena banyaknya pada saat sekarang ini
> sekolah swasta berbisnis yang bertopeng pendidikan.
>
> Dimana saja sekolah swasta yang saya ketahui baik didalam negeri maupun
luar
> negeri yang betul-betul ingin menghasilkan siswa sesuai dari visi dan misi
> lembaganya, tentu pihak lembaga atau yayasan selektif menerima staf
apalagi
> sebagai seorang pendidik atau guru, karena guru adalah suatu sistim untuk
> mencapai visi dan misi sekolah yang tidak bisa dipisahkan.
>
> Dengan melihat kenyataan ini, saya sebagai orang yang juga berprofessi
> sebagai guru dan pengelola pendidikan jadi ragu apakah benar atau betul
anda
> sebagai pendidik di SBI Madania ini. Atau SBI Madania ini telah kecolongan
> !?.
>
> Pepatah mengatakan; "Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari". Dengan
> kata lain "guru atheis bagaimana mungkin siswa menjadi masyarakat madani
> bisa tercipta ?!", mustahil, ini sangaaat mustahil !.
>
> Kalau ini benaran !, saya ingin bertanya dan belajar kepada pihak SBI
> Madania tentang pendekatan dan managemen apa yang dipakainya ?!. Kerena
> managemen pendidikan tidak sama dengan manajemen industri atau pabrik,
> karena di pabrik sudah ada cetakan dan standar baku atau spesifikasi yang
> output-nya dapat diukur segera. Pendidikan ?!, otput apalagi outcome-nya
> baru bisa dilihat menimal 10 th setelah output sekolah itu keluar atau
> dihasilkan. Disekolah atau lembaga pendidikan "pendidik atau guru" itulah
> yang dijadikan cetakkan, acuan atau sfesifikasi teknisnya dari hasil yang
> ingin dicapai, apalagi kalau yang ingin dicapai itu adalah aspek moral dan
> akhlak (masyarakat Madani ?!)
>
> Mohon penjelasan yang serius, karena sebelumnya saya menilai positif dan
> bangga sekali terhadap keberadaan SBI Madania, di era keterpurukan mutu
> pendidikan di negeri kita Indonesia ini dan bahkan ingin meinforamasi
serta
> mempromosikannya kepada masyarakat Sumatera Barat.
>
> Terima kasih
> Z.RM
>
> Yahoo! Groups Sponsor
> ADVERTISEMENT
>
>
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/urangawak/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>
>
>
>
> ____________________________________________________
>
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke