HENDY RUSTAM
Corporate Legal
Sarijaya Finance
PermataBank Tower I Lt.6
Jl.Jend.Sudirman Kav.27 Jakarta 12920
Ph 021-5237001 (hunting)
Fx 021-5237003
Mobile 0811-950500
----- Original Message ----- 
From: RoNi 
To: NagariMagek 
Sent: Saturday, September 11, 2004 9:16 AM
Subject: [nagarimagek] Lee Kang Hyun, Belajar Agama Melalui Korespondensi




sumber:  http://www.republika.co.id/

Jumat, 20 Agustus 2004
Lee Kang Hyun 
Belajar Agama Melalui Korespondensi 

Penulis : bid 



Beragam alasan mualaf menemukan kebenaran Illahiah melalui Islam. Bagi Lee Kang Hyun, 
Direktur PT Samsung Elektronic Indonesia, Islam dipilih karena dinilai sebagai agama 
yang mengajarkan keramahan dan solidaritas kepada sesama. Sekitar 10 tahun pria 
kelahiran Seoul Korea Selatan ini telah menjadi Muslim. Dan sepanjang waktu itu pula, 
dia merasa dorongan untuk beramal kian membesar.

Di tengah kesibukan sebagai orang nomor satu di perusahaan elektronik papan atas ini, 
ia menyempatkan diri untuk mengajarkan Islam pada kedua anaknya. ''Kegiatan itu cukup 
menyita waktu. Namun dengan demikian, sekaligus akan berarti saya juga terus belajar 
tentang Islam,'' bilang Lee. 

Mulai tertarik Islam sejak bersahabat dengan orang Indonesia pada penghujung 1980-an, 
Lee beruntung memiliki ayah mertua yang cukup banyak mengetahui Islam. Maka 
korespodensi hingga diskusi soal agama selalu mengisi waktunya bila dia bertemu 
mertua. Kesan Islam sebagai agama damai, menurut Lee, dia dapatkan saat mulai lebih 
banyak belajar tentang Indonesia. Semakin dia ingin mengetahui soal Indonesia, kian 
terasakan betapa bangsa ini merupakan komunitas yang beragam namun memiliki semangat 
bersama dan saling berbagi.

Lee menjadi lebih dalam memperhatikan Islam, setelah dia mengenal keluarga Roshim 
Hamzah, mantan pejabat BNI, yang dilihatnya amat tekun beribadah. Yang dia ingat, 
bapak angkatnya itu selalu menjalankan shalat tepat waktu, dan membaca Alquran usai 
shalat. ''Selesai shalat atau membaca Quran, bapak itu rona mukanya terlihat amat 
segar dan tenang. Sepertinya membaca Alquran itu sebagai obat. Paling tidak obat 
stress karena pekerjaan,'' kenang Lee.

Sejak 1988, Lee memang sering bertandang ke Indonesia. Awalnya kedatangan itu karena 
korespondensi dengan tamannya yang kebetulan mahasiswa Universitas Indonesia. Dia 
bahkan sempat tinggal beberapa minggu di rumah karibnya itu, Novianto. Dari 
persahabatan itu, dan pengalamannya mendatangi sejumlah tempat di Indonesia, keramahan 
dan keakraban masyarakat Indonesia amat membekas di dalam hatinya.

Situasi ini diakuinya, seperti kondisi Korea Selatan pada era 1970-an, saat ia masih 
anak-anak. Ketertarikannya kepada kehidupan masyarakat Indonesia yang kemudian semakin 
membuatnya tertarik ingin lebih tahu agama paling besar di sini, Islam.

Lee tak menyangka jika di kemudian hari, kedekatan batinnya dengan Indonesia 
mengantarnya untuk menduduki posisinya sekarang. Usai menyelesaikan kuliahnya di 
Fakultas Ekonomi Hankuk University Korea Selatan pada 1991, dia kemudian bergabung 
dengan perusahaan elektronik terbesar di negaranya, Samsung. 

Dua tahun menekuni bidang ekspor, diapun mendapat promosi jabatan. Karena dinilai 
banyak mengetahui Indonesia, maka penugasan berikutnya yang membawanya kembali ke 
Indonesia pada 1993. ''Saat itu adalah kali kedelapan saya ke Indonesia. Walaupun 
senang tapi tak terlalu surprise,'' ujarnya.

Namun, lanjut pria ini, pada kesempatan ke Indonesia yang kedelapan itu dirinya 
memiliki beban psikologis lebih tinggi. Kalau sebelumnya, datang ke Indonesia karena 
berlibur dan belajar banyak hal, pada 1993 dia datang ke Indonesia dengan tanggung 
jawab lebih besar. Ini karena Lee ditunjuk sebagai Menejer Ekspor-Impor di PT Samsung 
Electronic Indonesia.

Walaupun berurusan dengan soal ekspor-impor, Lee juga mencoba dekat dengan para 
karyawannya. Terutama, ia ingin mendorong etos kerja buruh menjadi lebih baik. Ia pun 
menjadi 'pengamat'. Dilihatnya, terdapat korelasi signifikan antara agama dengan 
prestasi kerja. ''Mereka yang tekun dan disiplin shalat ternyata adalah karyawan yang 
bisa berprestasi,'' ujarnya.

Maka rasa ketertarikan kepada Islam pun kian menari dalam sanubarinya. Diakuinya pula, 
keinginan memeluk Agama Illahi yang paling sempurna itu juga karena keinginan lebih 
dekat dengan lebih 2.000 karyawan di pabrik Samsung di Cikarang Jawa Barat. ''Bukan 
karena unsur lain. Tapi memang kalau saja saya Islam, maka bila harus menyatukan diri 
dengan para karyawan, saya bakal lebih diterima. Namun intinya bukan karena mayoritas 
Islam terus saya jadi Islam. Bukan karena itu,'' tegasnya.

Pria kelahiran 16 Juli 1966 ini mengaku sempat gamang dalam perjalanan menemukan 
kebenaran Islam. Perasaan itu justru kian menjadi setelah keinginannya memeluk Islam 
kian besar. 

Beruntung, ia mendapat teman diskusi yang mumpuni, salah satunya Roshim Hamzah, mantan 
pejabat BNI yang berdarah Aceh. ''Pak Roshim tak pernah memaksakan kehendak. Dia malah 
lebih banyak hanya memberi contoh bagaimana bisa taat beragama dengan tetap bisa 
berkarya secara profesional,'' kenang Lee. Maka belum setahun berkarya di Indonesia 
keputusan berislam pun diputuskan. Pada tahun 1994, Lee Kang Hyun resmi memeluk Islam 
setelah bersyahadat di Masjid Sunda Kelapa Jakarta.

Sebagai Muslim, ia mengaku masih banyak 'bolong'-nya. Diakuinya, belum semua ketentuan 
waktu shalat diikutinya. ''Tapi setiap hari saya pasti shalat, walaupun memang belum 
lima waktu.'' Shubuh adalah waktu shalat yang paling sering terlewatkan. Soalnya 
kebiasan tidur menjelang fajar menjadikan sulitnya dia terbangun di pagi hari.

Soal larangan mengonsumsi daging babi, menurut Lee, amat mudah dia tinggalkan selekas 
masuk Islam. Namun soal minuman beralkohol, belum sepenuhnya ditinggalkan, terutama 
saat 'puulang kampung' ke Korea. ''Minum Soju itu identik dengan budaya Korea dan rasa 
penghormatan terhadap semasa manusia. Maka jujur saja, saya belum bisa mencari jalan 
keluar untuk meninggalkan budaya itu. Tapi suatu sat saya yakin bisa,'' ujarnya. Asal 
tahu saja, di Korea, Islam masih dianggap sebagai sekte aneh'. 

Dua tahun ber-Islam, Lee mengaku mendapat berkah paling besar dengan menemukan 
jodohnya, wanita asal Sumedang, Jawa Barat. Mereka dikaruniai dua anak laki-laki, 
Bonny Lee (7) dan Boran Lee (2). Seiring pertumbuhan buah hatinya, ia makin terketuk 
untuk makin mendalami Islam. ''Soalnya bagaimana saya bisa mendidik anak dalam soal 
agama dengan baik, kalau saya sendiri pengetahuan Islamnya masih perlu diperdalam,'' 
katanya.

Maka Allah pun memberi jalan mudah. Sang ayah mertua merelakan waktunya untuk berbagi 
pengetahuan Islam kepada menantunya yang masih berbangsa Korea ini. Sekarang, setiap 
Sabtu, dia selalu menerima surat dari ayah mertuanya yang berisikan topik bahasan 
Islam. ''Selain surat, ayah sering mengirimkan pula data-data dan dokumen lain soal 
Islam. Lalu saya selalu meluangkan waktu untuk mendiskusikannya dengan Bonny, yang 
sekarang mulai besar,'' ceritanya.

Seiring dengan perjalanan karier Lee yang terus menanjak, hingga sekarang dipercaya 
menempati posisi Direktur PT Samsung Eelectronic Indonesia, kebiasaan 'menyebar' uang 
dan berbagi rezeki kepada kaum dhuafa terus menjadi kesehariannya. Namun ia menolak 
membicarakan hal itu. ''Saya hanya ingin berbagi dan mendidik anak-anak supaya tahu 
kewajiban saling membantu sesama,'' tukasnya.

Satu lagi yang masih menjadi cita-citanya, pergi ke Tanah Suci untuk berhaji. ''Saya 
ingin ke Mekkah untuk berhaji. Tapi sampai sekarang belum mendapat izin cuti lebih 
sebulan,'' tuturnya.

Nama: Lee Kang Hyun
Tempat tanggal lahir: Seoul, 16 Juli 1966
Status pernikahan : Menikah dengan dua anak
Pendidikan
* 1991: Sarjana Manajemen Ekonomi Hankuk University (Korea), * 2000: Mendalami 
E-commerce di Carnegie Mellon University, Pittsburgh - USA
Pengalaman kerja:
* 1986 - 1988 : Military training requirement
* 1991: Samsung Electronics, Ltd (Export Team Audio-Video)
* 1993 : manajer ekspor-impor Samsung Electronics Indonesia
* 1998 - 2002 : Export-Import, Project General Manager
* 1999 - 2002 : General manager marketing Samsung Electronics Indonesia
* 2003 - sekarang : Direktur Samsung Electronics Indonesia


---------------------------------



Roni,
 
MANET, Busana Muslim dan Interior
Jl. Kemandoran Pluis No.3A Jakarta Selatan 12210 
Tel: + 021 530 8167, 021 7071 4749 
Fax: 021 530 8167
Mobile: 0812 9097 357, 0812 100 8167
E-mail: [EMAIL PROTECTED] 
Website: www.manetvision.com



Mailing List Urang Magek Perantauan
Administrator: Generasi Muda ISOMA JAYA
Mailto: [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]

Untuk mendaftar menjadi anggota, kirimkan email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti menjadi anggota, kirimkan email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]



      Yahoo! Groups Sponsor 
            ADVERTISEMENT
           
     
     


--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

  a.. To visit your group on the web, go to:
  http://groups.yahoo.com/group/nagarimagek/
    
  b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
  [EMAIL PROTECTED]
    
  c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke