Pado Visi dan Missi SBI Madania di bunyikan bahwa akan menghasilkan siswa yang akan manjadi "Masyarakat Madani", samantaro gurunyo "atheis" baa caronyo inyo mandidik siswa ka manjadi masyarakat madani ?. indak ado di jalehannyo doh !
Terlepas dari masalah awal thread ini, saya pribadi sebenarnya kurang paham mengenai istilah "masyarakat madani". Pada awal mendengar istilah tersebut, yang terbayang di pikiran saya adalah "Madinah". Akan tetapi perkembangan selanjutnya membingungkan karena justru istilah tersebut diusung oleh orang-orang yang memisahkan agama dan urusan dunia. Yang saya pahami saat ini, "masyarakat madani" adalah padanan dari istilah "civil society" yang memang di dalamnya tidak spesifik dibahas tentang agama atau keimanan apalagi Islam. Topik-topik yang diperjuangkan menjadi demokrasi, isu gender, bahkan pluralisme. Dengan pengertian seperti itu, menurut saya begitu jauh makna "masyarakat madani" dengan Islam.
Akan tetapi jika "masyarakat madani" dipahami sebagai "masyarakat idaman" tentu perlu ditetapkan patokan baik dan buruknya. Bagi umat Islam tentu telah jelas ukurannya yakni Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik (para shahabat).
Itulah pemahaman saya dan mohon koreksinya jika salah. Ini pun tidak dimaksudkan untuk membuka ajang perdebatan baru. Allahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

