MENGATASI WABAH PEMURTADAN (6) 5. Karena mereka membawa misi penjajahan
Bagi masyarakat Muslim khususnya yang tinggal di Minangkabau, tentu masih ingat dengan kasus Ralp Carles Lewis dengan kasus penyebaran agama yang dilakukannya. Kasus yang sempat menjadi pembicaraan saban hari masyarakat Sumatera Barat itu ternyata dilakukan oleh orang Amerika. Sesudah kasus tersebut nama orang asing lainnya terangkat kepermukaan. Diantaranya M. Smith asal Belanda tinggal di Padang, Robert Adam asal Amerika di Painan (diusir dari Sumatere Barat), J. Kath di Muaro Sakai Pesisir Selatan, Albert Acil mengapung dengan kasus yang sama, yaitu penyebaran agama pada orang Minang. Kasus-kasus tersebut menarik untuk disimak dan dikaji. Menariknya karena mereka semua berasal dari benua Eropa, negeri yang melakukan sekularisasi antara kehidupan dunia dengan kehidupan agama, negeri yang menganggap agama racun kemajuan, negeri yang hanya tahu agama ketika kematian dan perkawinan. Tetapi mengapa tiba-tiba mereka disini menjadi penyebar agama, mengapa mereka tidak di negaranya saja menyebarkan agama?. Bukankah disana sudah banyak orang yang lupa Jalan ke Gereja? Dari sana kita patut bertanya, benarkah mereka kesini dengan niat dan motivasi untuk menyebarkan agama, untuk mengajak manusia ke "kerajaan terang" Yesus, sebagai mana anggapan mereka? Atau ada motivasi lain dibalik itu?. Kajian mendalam DR. Mustafa Chalidy mengungkapkan, ada motivasi lain dibalik gencarnya penyiaran agama Kristen di negara-negara berpendudukan Muslim. Menurutnya, tujuan utama meraka bukan untuk menyebarkan agama di Negara Timur (termasuk Indonesia) ini, akan tetapi mereka puny a misi lain, yaitu Ekonomi dan Politik. Mereka hanya menggunakan agama sebagai perisai dalam menjalan misi utama yang masih tersembunyi itu. Mereka membawa Propaganda dan dunia Eropa untuk menguasai ekonomi dan politik negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim yang kaya dengan potensi ekonomi. Kenyataan keinginan mereka tersebut dapat Kita lihat dengan nyata. Contoh, Mentawai daerah kepulauan di Sumatera Barat itu sudah lama mereka kuasai, ternyata tetap dalam keterbelakangan, baik sosial, ekonomi, maupun budaya. Masyarakat yang sudah beragama Kristen tetap saja pakai koteka, dan lebih tidak manusia lagi mereka ingin menjadikan masyarakat Mentawai yang terbelakang ini sebagai cagar budaya dan museum hidup. Coba bandingkan dengan masyarakat Mentawai yang memeluk Islam mereka sudah kenal dan diajarkan agar berpakaian yang menutup aurat sebagai mana manusia normal lain dalam peradapan modern. Coba pula kita lihat daerah Nias di Sumatera Utara, daerah ini bisa dikatakan sudah mereka "kuasai". Ternyata daerah ini sangat tertinggal, pada hal penduduknya orang Kristen, namun mereka biarkan masyarakat Nias terbelakang setelah ambisi mereka untuk menguras kekayaan Nias tercapai. Lebih lanjut kita lihat di Indonesia bagian timur yang mayoritas Kristen, jauh tertinggal dibanding Indonesia bagian Barat. Memang begitulah kenyataan menunjukkan setelah maksud mereka sampai, bantuan yang selama ini mengalir serta merta mereka putuskan. DR. Mustafa Chalidy menyatakan kedatangan orang Barat kedunia Islam membawa misi penjajahan terbukti kebenarannya. Jadi penyebarannya agama yang mereka lakukan, sebenarnya hanya alat bagi mereka untuk mendapatkan dana guna melakukan penjajahan pada masyarakat Islam. Kemudian umat yang sudah mereka pengaruhi, digunakan sebagai kaki tangan untuk membantu mereka menguasai bangsa Islam Masyarakat muslim tidak perlu pula menolak orang asing datang ke Indonesia, kita hanya butuh kewaspadaan tinggi terhadap misi mereka tersebut, bukan berarti kita mengembangkan Su'uzan, tetapi menjaga agar tidak terkecoh oleh kicauan murai dimalam hari. Bagi pemerintah juga perlu kewaspadaan tinggi terhadap aktivitas orang Eropa tersebut, agar bangsa ini tidak kembali dijajah secara langsung maupun tidak langsung. (bersambung) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

