Posting: Jum'at [24/09/2004] Edisi : Dunia Islam Sumber : eramuslim --------
Pemerintah dan Warga Muslim Inggris Protes Deportasi Yusuf Islam oleh AS - Publikasi: 23/09/2004 13:19 WIB
eramuslim - Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw memprotes Menteri Luar Negeri AS Collin Powell atas pendeportasian warga negaranya, mantan penyanyi pop dunia Cat Steven atau Yusuf Islam, dengan alasan terorisme.
Menurut juru bicaranya, Straw yang kini sedang berada di New York untuk menghadiri sidang umum PBB, sudah mengadakan pembicaraan dengan Menlu AS soal pendeportasian itu.
"Straw sudah mendengar soal insiden yang melibatkan Cat Steven. Dan dia sudah menekankan pada Menlu AS bahwa pendeportasian itu sebenarnya tidak perlu terjadi," kata juru bicara Straw.
Cat Steven mengubah namanya menjadi Yusuf Islam, setelah menjadi mualaf di akhir tahun 70-an. Sebelumnya Cat Steven terkenal sebagai penyanyi pop di Inggris, yang rekamannya berhasil terjual jutaan copy. Setelah masuk Islam, Cat Steven menyatakan berhenti dari karir musiknya.
Hari Rabu (22/9) kemarin, otoritas AS memaksa pesawat United Airline yang sedang dalam penerbangan dari London menuju Washington, mendarat di bandara Maine, setelah mengetahui Cat Steven berada dalam pesawat itu sebagai penumpang.
Pihak otoritas AS bahkan melarang Cat Steven masuk ke wilayah AS, dan mendeportasi mantan bintang pop itu hari itu juga. Alasan AS mendeportasi Cat Steven, karena Steven masuk dalam daftar 'watch list' terkait dengan kegiatan terorisme.
Juru bicara Keamanan Dalam Negeri AS Brian Doyle mengatakan, "Steven masuk dalam daftar 'watch list' karena aktivitasnya sebagai Muslim dianggap potensial untuk dikaitkan dengan kegiatan terorisme."
"Komunitas intelejen memiliki sejumlah informasi yang menjadi perhatian kami," kata Doyle.
Pada tahun 2000, Israel juga menolak Yusuf Islam masuk ke wilayahnya karena dituduh memberikan bantuan dana pada kelompok pejuang Hamas, Palestina.
Yusuf Islam sendiri membantah tuduhan yang mengkaitkan dirinya dengan terorisme. Seorang pejabat di pemerintahan Inggris yang tidak mau disebut namanya menyatakan, intelejen negaranya tidak punya bukti bahwa Yusuf Islam adalah orang berbahaya.
Tindakan pemerintah AS yang mendeportasi Yusuf Islam atas tuduhan terorisme juga mengundang reaksi dari kalangan Muslim Inggris. Deputi Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Mohammad Abdul Bari mengatakan, Yusuf Islam adalah orang yang sangat moderat dan sudah lama menjadi juru kampanye bagi pendirian sekolah Islam di Inggris.
"Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi. Ini merupakan sebuah tamparan. Kalau seseorang yang begitu dikenal dengan kepribadiannya yang baik diperlakukan seperti itu, lantas bagaimana mereka bisa menjadi sebuah 'jembatan'," ujar Abdul Bari yang langsung membicarakan kasus ini dengan pejabat kementerian luar negeri Inggris, Douglas Alexander.
Sebuah pernyataan yang dimuat dalam website Yusuf Islam, juga menyatakan keprihatinannya atas tindakan AS. "Kami cuma bisa bilang ...dia (Yusuf Islam)akan sedih dan marah karena sudah diasosiakan dengan orang yang melakukan tindak kekerasan. Dia adalah salah seorang yang mengkritik tindakan terorisme dan selalu menyampaikan pesan perdamaian dalam setiap lagunya dan kegiatan sosialnya dalam membantu sesama," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Semua tuduhan yang mengatakan bahwa dia berpotensi menimbulkan ketidakamanan karena dihubung-hubungkan dengan terorisme kami bantah dan semua tuduhan itu tidak benar."
Asosiasi Muslim Inggris dan sejumlah organisasi massa Islam lainnya juga mengutuk tindakan AS mendeportasi Yusuf Islam. Juru bicara Asosiasi, Anas Altikriti menyatakan, tindakan itu menghambat upaya dialog yang terbuka, konstruktif dan positif antara AS dan warga Muslim di dunia. (ln/sundaytimes)
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

