Ketika Urang Awak Raih Gelar Doktor di ITB * Energi Terbarukan, Solusi Krisis Energi Oleh Redaksi Senin, 27-September-2004, 06:17:38 195 klik
Prestasi luar biasa, begitulah setidaknya ucapan yang dapat diberikan kepada Herman Darnel Ibrahim. Betapa tidak, pria kelahiran Payakumbuh 15 April 1954 ini masih sempat menyelesaikan jenjang pendidikan hingga pada tingkat doktoral di bidang teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Walau dalam kesehariannya dihimpit oleh kesibukan yang luar biasa sebagai salah seorang top menejer di lingkungan PT PLN persero, yakni Direktur Transmisi dan Distribusi di kantor pusat PT PLN. Yulius Putra - Bandung Ruang sidang komisi program doktor ITB itu tertata apik dan terlihat penuh oleh tak kurang dari seratusan pengunjung yang rata-rata teman sejawat Herman Darnel Ibrahim baik dari kalangan PT PLN Persero maupun dari berbagai lapisan. Terlihat jajaran pucuk pimpinan PLN mulai dari Direktur Utama Ir Eddie Widiono MSc MM hingga sejumlah anggota direksi lainnya. Suasana keakraban terlihat jelas antar pengunjung yang memiliki satu tujuan ke ruangan itu yakni memberi dukungan terhadap Herman Darnel Ibrahim yang pada saat itu bertindak sebagai provendus (penyaji disertasi). Malah uniknya, sejumlah pengunjung dengan logat Minang yang kental juga terdengar dalam percakapan antar mereka. Dengan mengusung Disertasi yang berjudul Strategi untuk Mengintegrasikan Pertimbangan Lingkungan dalam Pengembangan Sistem Ketenagalistrikan pada Pasar yang Diatur dan Pasar Kompetisi, Herman Darnel Ibrahim berhasil mempertahankannya di depan sejumlah tim penguji pada Sidang Terbuka Komisi Program Doktor, Pascasarjana ITB Sabtu (25/9) lalu. Anggota tim penguji di antaranya Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro (Menteri Pertambangan dan Energi), Prof Dr Ir Kudrat Soemintapoera, Prof Dr Ir Saswinadi Sasmojo dan Dr Ir Sudaryanto Sudirham yang juga bertindak sebagai tim promotor serta Dr Ir M Tasrif. Di depan para tim penguji tersebut, Herman Darnel Ibrahim dengan lugas mengemukakan bahwa pengembangan energi sejak 1975 hingga 2000 diversifikasi energi sudah berjalan, namun pengintegrasian pertimbangan lingkungan belum sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Disamping itu menurutnya, dalam perkembangan ketenagalistrikan 10 tahun terakhir (1993-2002) dapat disimpulkan pengintegrasaian pertimbangan lingkungan belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu dia memberikan solusi di antaranya dengan meningkatkan pangsa pembangkitan tenaga listrik mengunakan energi terbarukan (dapat diperbaharui), meningkatkan efisiensi tenaga listrik dari energi fosil serta menurunkan pangsa energi BBM dalam pembangkitan tenaga listrik. Pada kesempatan tersebut alumni SMA Negeri 1 Payakumbuh tahun 1972 itu juga mengungkapkan entry points pengintegrasian pertimbangan lingkungan pada pasar yang diatur diantaranya dengan aturan yang direncanakan oleh pemerintah dan ketentuan fiskal untuk pembangkit ramah lingkungan. Sedangkan entry points dalam pasar kompetisi di antaranya dengan pengenaan pajak terhadap emisi karbon yakni melalui subsidi biaya kapital pembangkit ramah lingkungan dan keringanan atau bebas bea terhadap pembangkit ramah lingkungan. Dari disertasi tersebut Herman Darnel Ibrahim mengungkapkan pengintegrasian pertimbangan lingkungan akan mudah diterapkan pada pasar ytang diatur jika dibandingkan dengan pasar kompetisi. Usai dinyatakan lulus sebagai penyandang gelar Doktor (Dr), pria yang menyelesaikan S1 di Departemen Elektro ITB tahun 1978 serta S2 di UMIST, Manchester Uk itu mengungkapkan, dunia dewasa ini sedang menghadapi krisis energi terutama pada energi fosil seperti halnya minyak bumi, batubara serta gas bumi. Untuk itu perlu digalakkan energi alternatif dengan sistem energi terbarukan sehingga bahaya krisis energi tersebut dapat diminimalisir dan bahkan dihindari. Khusus untuk Indonesia yang memiliki cadangan energi fosil yang besar, pengunaan pembangkit listrik dengan energi terbarukan ini akan mampu menghemat cadangan tersebut dan bahkan memungkinkan untuk meningkatkan nilai ekspor. Disamping pertimbangan krisis energi tersebut bapak dari dua putri dan satu putra ini juga menguraikan tren dunia saat ini lebih cenderung kepada industri yang ramah lingkungan terlebih lagi dengan ketentuan dari Kyoto protocol, yakni kesepakatan Kyoto tentang minimalisir pencemaran lingkungan khususnya emisi karbon akibat pembakaran energi fosil tersebut. Di mana pada Kyoto Ptotocol yang diikuti oleh 180 negara dan telah disepakati lebih dari 120 negera tersebut, Indonesia harus memiliki visi yang jauh ke depan khususnya tentang tren dunia tersebut. Namun nilai investasi yang besar masih menjadi kendala yang bakal menghadang untuk pembangunan pembangkit energi terbarukan tersebut. Walau demikian untuk pencapaian jangka panjang, hal tersebut harus dipikirkan dari sekarang ujar pria yang menyelesaikan pendidiakan SD hingga SLTA di Payakumbuh dan melanjutkan pendidikan ke ITB pada tahun 1972 itu. Pada kesempatan lain, di usai acara tersebut Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Basril Djabar mengungkapkan keberhasilan yang diraih Herman Darnel Ibrahim tersebut mampu mengangkat marwah Sumbar di pentas nasional. Sebab, sebagai salah seorang top menejer di BUMN srategis seperti PLN keberadaannya diperhitungkan terlebih lagi dengan keberhasilannya meraih jenjang pendidikan tertinggi tersebut. Di samping itu dia juga mengimbau agar kepada seluruh masyarakat Minang dapat menjadikan ini sebagai contoh serta memacu motivasi untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sebab daerah ini sejak dahulunya terkenal dengan gudangnya orang berpendidikan. *** ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

