Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Untuk menjawab pertanyaan da Ikhwah, tentang sanak
kito Wady ko, ado labiah baiknyo ambo menulis tentang
apa-apa yang dibenci Allah, dan apa-apa yang
dicintainya. ( serta ada lagi apa-apa yang tidak
disukai rasulullah dan apa yang disukai beliau ).

Tapi sehubungan yang ditanyakan pada saya masalah "
marah ".jadi sebatas itu pula saya jawab, itupun ngak
bisa semua hal-hal yang menjadi kemarahan Allah  saya
tuangkan disini.
1 ). Allah marah akan orang yang suka
memperolok-olokkan agama ( sama dengan ,melecehkan
agama islam ).

Allah berfirman : "  Sesungguhnya Allah telah
menurunkan pada kamu kitab ( Al Qur'an ), yang apabila
kamu mendengarkan ayat-ayat Allah tersebut di kafirkan
( tidak dipercayai ), serta diperolok-olokkan, maka
janganlah kamu duduk bersama mereka, sehingga kamu
bisa membicarakan masalah yang lain lagi, apabila kamu
masuk dan mengikuti ( duduk bersama mereka ), maka
sesungguhnya kamu termasuk bagian dari mereka (
seumpama mereka juga ).Sesungguhnya Allah mengumpulkan
orang-orang Munafiq dan kafir didalam neraka jahannam
".

2 ) yang paling dibenci oleh Allah ta'ala : " Dan dari
manusia ada yang perkataannya tentang kehidupan dunia
menarik hatimu, dan dipersaksikannya pada Allah atas
kebenaran isi hatinya, padahal ia adalah penantang
yang paling keras ".

Rasulullah SAW bersabda : Yang paling dibenci oleh
Allah ta'ala adalah penantang yang keras ".

Dalam buku " Mayyuhibbullahu, waman yubghadahullahu "
disebutkan " Aladdul khasam ", adalah mereka yang
keras kepala untuk menegakkan yang salah, suka
bermusuhan, mahir dan pintar menunjukkan kesalahannya
yang sudah jelas benar-benar salah, tapi dengan
kemahirannya membolak balikkan kata, yang baik menjadi
bathil, setiap diberikan pada mereka dalil, mereka
ambil dalil lain lagi, menghiasi kejelekan itu dengan
kecantikan, jadi sekaan-akan yang jelek itu tanpak
biasa. 

Apabila kamu berbicara dengan mereka kamu akan lihat
cantik dan indah diluarnya, namun didalamnya penuh
kebathilan, lidahnya jauh lebih manis dari madu,
kadang hatinya seolah-olah penuh kesabaran, berpakaian
didepan manusia bagaikan pakaian dari bulu domba yang
halus, mereka membeli dunia dengan agama. ". pakaian
perkataan seseorang bisa dengan segala cara , baik itu
berupa cerita, dongengan dan lainnya, agar terhias
dengan sangat indahnya.

Disebutkan lagi, itulah perkataan yang justru yang
paling bengkok, perbuatan yang paling jelek (
ketimbang terang-terangan, tetapi bertanya, nada
mengejek, itu,  mengejek ( memperolok ) , sama dengan
saat orang bilang ke kita " emang kamu yang buat mesin
jahit itu,..? padahal sudah jelas ia tahu, kalau jelas
kita tak mungkin bikin mesin jahit, atau kita yang
jahit baju itu, dan sebagainya, itu namanya pertanyaan
mengejek , sehingga saat kita jelaskan, pasti untuk
membela kata-katanya, ia akan bilang : " Saya kan
cuman bertanya..? sampai berkali-kali, akan ia bilang
saya kan cuman bertanya, apalagi saya cuman baru SMA,
SMP, tapi tetap saja, ia sudah baligh, orang baligh
perkataannya sudah di hukum dalam islam, sudah ada
konsekwensi dari perbuatan orang yang baligh, atau kah
anak SMA belum baligh juga ?? ).

3 ).Allah marah ( bahkan benci , bukan sekedar marah
saja, tapi sudah benci ) akan orang yang bodoh akan
urusan akhirat. Rasulullah SAW bersabda : "
Sesungguhnya Allah benci akan orang yang pintar, tahu
akan dunia, tapi bodoh akan kehidupan akhirat " ( H di
kitab shahih al jami, Ashaghir )
Allah berfirman : " mereka tahu sekali akan kehidupan
dunia, tapi akan kehidupan akhirat mereka lalai ".
(Q.S Ar Rum 7 )

Lalai akan kehidupan akhirat saja sudah dibenci Allah,
apalagi kalau tidak mempercayai akhirat, terlebih lagi
memperolokkan ayat Allah mengenai hari kiamat
ini.Bukankah dipertanyakan akan Allah yang mengatakan
" maalikiyaumiddin ".

4 ). Allah tidak suka akan perkataan yang fahish:

Perkataan yang " Al fahish ",  adalah perkataan yang
didengar tidak enak, penuh dengan celaan dan ejekan,
apakah itu dengan ibarat yang jelas atau
tersembunyi.Allah SWT berfirman :"  Janganlah kamu
mendekati kejelekan ( baik perkataan ataupun perbuatan
), baik secara dhahir, ataupun tersembunyi ".

5 ). Allah benci akan orang yang suka bertanya dengan
berlebihan.

Rasulullah SAW bersabda : " Sesungguhnya Allah benci
akan pertanyaan orang yang suka berlebih-lebihan ".(
Shahih Al Jami' Asshaghir )
Rasulullah bersabda lagi : " Janganlah kamu berlebihan
dalam pertanyaan ".

Maksud berlebihan dalam pertanyaan seperti keadaannya
bani Israel yang bertanya pada nabi Musa akan
ciri-ciri sapi yang akan disembelih ( lihat cerita
israil dalam surah Al baqarah dalam hal ini ).

Sudah dikasih tahu bentuk sapi begini, Tanya lagi
warnanya apa, sudah dikasih tahu, Tanya lagi ini dan
itu, padahal mereka bertanya itu jelas hanya untuk
berlebihan dalam bertanya, pada hakikatnya mereka
tidak mau mengerjakannya.

Tidak jauh beda dengan segala macam pertanyaan yang
dilontarkan dalam cerita sanak Wady yang apalagi sudah
tingkatan " SMA, ", itu.

Rasulullah sudah peringatkan : " kehancuran ummat
sebelum kamu adalah karena banyak tanyanya tentang
masalah agama mereka itu ".Dan ini bukan berarti
mematikan cara berfikir manusia, tetapi perlu
dipertimbangkan pertanyaan semacam apa yang pantas
untuk dijawab, dan mana yang untuk di beri peringatan,
dan kita dibolehkan marah untuk itu.

Rasulullah sudah memperingatkan lagi dalam hadistnya
yang di riwayatkan di kitab shahih Muslim : " Akan
senantiasa manusia sampai akhir zaman, bertanya pada
manusia sementara di wajahnya tidak lain dan tidak
bukan hanyalah sekedar potongan daging saja ".

Ini hadist sebagai peringatan saja, bagi mereka yang
suka bertanya berlebihan. 

Dan masih banyak lagi hadist-hadist mengenai hal ini.
Dan bukankah didalam hadist disebutkan, : kalau kita
menyayangi manusia, sayang karena Allah, dan benci
pada manusia benci karena Allah, dan kita marah,
apalagi tidak suka akan perbuatan dan perkataan
seseorang, sebagaimana kita tidak suka diri kita masuk
neraka. ".

Jadi kondisi sanak wady beberapa hari ini adalah dalam
rangka " marah, berang, dan memperingatkannya, agar
jangan sampai berbuat semacam itu lagi, dan jangan
terlalu banyak bertanya akan hal-hal yang semacam itu
lagi, karena itu sebahagian dari perkataan dan
perbuatan orang-orang yahudi bani Israel dan ummat
yang terdahulu, sebagaimana yang disinyalir oleh
rasulullah dalam hadistnya diatas.

Rasulullah SAW pernah marah pada tiga orang sahabat,
sehingga beliau sampai mengasingkan ketiganya, agar
tidak boleh ditegur oleh sahabat , dan muslimin
lainnya sampai tiga orang itu bertaubat ( silahkan
lihat ceritanya dalam surah At Taubah ) " Hatta dhaqat
'alaihimul Ardhu bima rahubat, sehingga sempit bumi
Allah ini atas mereka " .

Dan rasulullah pernah marah pada istri-istrinya dengan
mengasingkan diri dari mereka, hanya karena banyaknya
permintaan istri-istri beliau akan kebutuhan duniawi.

Jadi sikap dan tindakan marah rasulullah SAW ini, ada
yang dengan mengasingkan, ada yang hanya dengan diam
saja.Ingat juga cerita wanita yang datang kepada
rasulullah SAW yang berzina, karena marahnya
rasulullah SAW beliau menyuruh wanita itu dengan
mengatakan " Pergilah kamu dari sini ", maksud
menyuruh pergi untuk menyadarkan wanita itu akan
kesalahan perbuatannya dan bertaubat.

Dan masih sangat banyak lagi akan kemarahan-kemarahan
Allah dan rasulnya dalam hal-hal baik yang
bersangkutan dengan agama, ataupun dengan perkataan,
perbuatan jelek seseorang.

Jadi apa yang disampaikan sanak Wady dalam
penafsirannya, dan pertanyaannya sudah masuk kategori
yang dapat kemarahan dari kita ummat islam, sesuai
dengan apa yang kita sebutkan diatas.

Hanya saja, kalau orang sudah minta maaf, maka pantas
kita memberi maaf kepadanya.Tapi kalau sudah
dikeluarkan dan dimasukkan lagi, namun setelah itu ia
berbuat lagi, itu perhitungannya akan lain lagi.Ngak
ada salahnya beri orang kesempatan.Thalak saja bisa
sampai tiga kali ruju' kembali, taubat saja bisa
beberapa kali, namun tetap saja Allah menerima taubat
sepanjang belum sakratul maut datang.

Jadi permohonan maaf saya pada sanak wady , bukan
berarti membenarkan dan saya tidak marah akan apa yang
dikatakannya masalah surah Al fatihah itu, tapi
sebagai manusia, saya harus mampu memaafkan kesalahan
seseorang, sebesar apapun kesalahannya.

Hanya saja, dalam kehidupan ini kita hidup
bermasyarakat yang punya peraturan, jadi silahkan
dijalankan sesuai peraturan yang ada, namun secara
pribadi saya sudah memaafkannya.

Demikian sebagai jawaban atas pertanyaan da Ikhwah
pada saya, dan sebagai tanggapan dari pro dan
kontranya sanak Wady di RN , apakah ia boleh masuk
lagi, atau tidak.Itu tergantung kesepakatan bersama.

Saya OK. Ok saja, sebagaimana yang disebutkan da Sutan
Sinaro, insyaAllah ngak pulah sampai rusak iman saya
karena itu, namun bagaimana dengan yang lainnya,..?
Jadi terserah saja.Saya cuman menurut peraturan yang
ada.

Ondeh..maaf yah da Adrisman, ..pertanyaan da ad via
SMS itu blom bisa dijawab, da Ad lihat sendiri
bagaimana saya harus menjawab di milist ini, apalagi
menjawab di japri ( banyak lho, tapi jujur mail di
japri cukup banyak yang harus saya jawab, tapi saya
tetap ingat pertanyaan masalah khilafah itu bagaimana
sebenarnya serta amanah yang diberikan pada manusia,
).

Demikian wallhua'lam bisshawab.

Wassalam.Rahima.( 35 )



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke