Kabupaten Tanah Datar
� Sepuluh Koto
� Batipuh
� Pariangan
� Rambatan
� Lima Kaum
� Tanjung Emas
� Padang Ganting
� Lintau Buo
� Sungayang
� Sungai Tarab
� Salimpaung
� Tanjung Baru
� Lintau Buo Utara
� Batupiah Selatan

Sapuluah Koto
1. Tambangan
2. Jaho
3. Tigo Suku
4. Hilia Balai
5. Tabu Beraia
6. Balai Satu
7. Aia Angek
8. Kayu Tanduak
9. Koto Tuo
10. Marapi
11. Pasa Rabaa
12. Pincuran Tinggi
13. Bintungan Panyalaian
14. Aia Mancua
15. Sikabu
16. Baringin
17. Pandan
18. Gantiang
19. Koto Laweh
20. Baruah
21. Koto Baru
22. Koto Tinggi
23. Tanjuang
24. Pagu-Pagu

Batipuh
1. Tanjuang Barulak Selatan
2. Tanjuang Barulak Utara
3. Bungo Tanjuang Timur
4. Bungo Tanjuang Barat
5. Kapuah
6. Gantiang
7. Gunuang Rajo Utara
8. Pitalah
9. Batipuah Baruah Timur
10. Pincuran Tujuah
11. Batipuah Baruah Barat
12. Batipuah Baruah Utara
13. Batipuah Ateh
14. Sabu
15. Andaleh

Pariangan
1. Batu Basa
2. Buluah Kasok
3. Tabek
4. Tanjuang Limau
5. Koto Tuo
6. Koto Baru
7. Sialahan
8. Simabua
9. Sawah Tangah
10. Sungai Jambu
11. Padang Panjang
12. Pariangan
13. Sikaladi
14. Guguak
15. Labuatan
16. Bulan Sariak
17. Batua

Rambatan
1. Simawang Selatan
2. Simawang Tangah
3. Simawang Barat
4. Baduih
5. Sawah Kareh Bukik Tamasu
6. Kinawai Padang Pulai
7. Balimbiang
8. Padang Lua Timur
9. Padang Lua Selatan
10. Padang Lua Barat
11. Galo Gandang
12. Turawan
13. Padang Magek Selatan
14. Padang Magek Tangah
15. Padang Magek Utara
16. Rambatan
17. Pabalutan Ix Koto

Limo Kaum
1. Balai Labuah Ateh
2. Balai Labuah Bawah
3. Piliang Lima Kaum
4. Bukik Gombak
5. Malana Ponco
6. Jati
7. Lantai Batu
8. Sigarunggung
9. Pasar
10. Kampung Suduik
11. Kampung Baru
12. Diponegoro
13. Belakang Pajak
14. Jalan Minang
15. Parak Juar
16. Baringin
17. Kubu Rajo
18. Tigo Tumpuak
19. Balai Batu
20. Koto Gadih
21. Dusun Tuo
22. Silabuak
23. Tigo Batua
24. Ampalu Kaciak
25. Labuah
26. Kubu Batanduak
27. Tigo Niniak
28. Kubu Manganiang
29. Cubadak
30. Supanjang

Tanjung Emas
1. Talago Gunuang
2. Sungai Ameh
3. Saruaso Timur
4. Saruaso Barat
5. Saruaso Utara
6. Koto Tangah
7. Lingkuang Kawek
8. Padang Data, Tj.B
9. Balai Baru
10. Pintu Rayo
11. Sungai Salak
12. Kubang Landai
13. Balai Janggo
14. Kampuang Tangah
15. Gudam
16. Nan Ampek
17. Nan Sambilan
18. Mandahiliang, Pgr
19. Padang Data Pgr

Padang Gantiang
1. Koto Alam
2. Taratak Lapan
3. Taratak XII
4. Lareh Nan Panjang
5. Koto Gadang Hilia
6. Koto Gadang
7. Rajo Dani

Lintau Buo
1. Tigo Tumpuak
2. Taruko
3. Aliran Sungai
4. Baringin Sakti
5. Abdurrahman
6. Tigo Jangko
7. Pangian
8. Buo

Sungayang
1. Minang Jaya
2. Kelarasan Tanjuang
3. Badinah Murni
4. Galanggang Tangah
5. Taratak Indah
6. Balai Diateh
7. Balai Gadang
8. Sianau Indah
9. Bungo Satangkai
10. Talago Jaya
11. Balai Tabuah
12. Balai Bungo
13. Andaleh
14. Baruah Bukik

Sungai Tarab
1. Ampalu Gadang
2. Gurun
3. Sijangek
4. Simpurut
5. Koto Panjang
6. Tigo Batua
7. Sitakuak
8. Luak Gadang
9. Gunuang Medan
10. Talang Tangah
11. Guguak Padang Laweh
12. Koto Hiliang
13. Sungai Tarab
14. Kumango Selatan
15. Babussalam Pasie Laweh
16. Koto Tuo
17. Padang Laweh
18. Tanjuang Lado Ateh Bukik
19. Talang Dasun
20. Lurah Ampang
21. Koto Baru
22. Lumbuang Bapereang
23. Rao-Rao
24. Kumango Utara

Salimpaung
1. Koto Tuo
2. Padang Jaya
3. Salimpauang
4. Limo
5. Sumaniak
6. Situmbuak
7. Camin Taruih
8. Lawang Mandahiliang
9. Tabek Patah
10. Koto Alam

Tanjung Baru
1. Gantiang XII Koto
2. Gunung
3. Koto Laweh
4. Sawah Parik
5. Gantiang Koto Gadih
6. Bayua
7. Koto Tabu Andaleh
8. Aur
9. Dalam Nagari Koto Nan Tuo
10. Koto Panjang Lompatan

Lintau Buo Utara
1. Balai Tangah Barat
2. Taratak Nan Tuo
3. Lareh Nan Gadang
4. Tuanku Lintau
5. Tanjung Bonai Timur
6. Balai Tangah Timur
7. Lareh Nan Panjang
8. Batu Bulek
9. Kawai
10. Marapalam
11. Nan Tigo Alun
12. Tanjung Bonai
13. Tanjung Bonai Utara
14. Tanjung Bonai Barat

Batupiah Selatan
1. Sumpur
2. Duo Koto
3. Baing
4. Batu Taba
5. Guguak
6. Padang Laweh Malalo

WILAYAH agraris dengan suhu udara berkisar 12-25 derajat Celsius ini
termasuk daerah yang diuntungkan oleh alam dan kondisi perekonomian daerah
sekitarnya. Sektor pertanian, industri, perdagangan, dan jasa menjadi
penopang perputaran ekonomi daerah.
PADA tahun 2001, kegiatan usaha yang dihasilkan sektor pertanian memberikan
kontribusi 37 persen atau Rp 625 miliar. Meski tidak dapat dikatakan dominan
terhadap total kegiatan usaha, usaha pertanian menyerap 56 persen penduduk
usia kerja.
Lahan pertanian yang subur dan potensial untuk diolah hanya meliputi 59
persen wilayah kabupaten. Komoditas andalan sektor pertanian adalah padi dan
tanaman hortikultura. Tanaman padi mampu panen sepanjang tahun dengan
mengandalkan air pegunungan. Produksi padi yang merata di setiap kecamatan
selalu surplus. Tahun 2002, misalnya, padi surplus 70.000 ton beras.
Kelebihan produksi beras didistribusikan ke Jambi dan Riau.
Satu langkah inovatif Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar adalah membuat
terobosan baru dengan mengembangkan tanaman hortikultura organik. Jerami
padi yang menumpuk setiap habis panen, selain untuk pakan ternak, diolah
menjadi pupuk kompos guna memupuk tanaman hortikultura yang sedang dirintis.

Dalam tahap awal dikembangkan 6,5 hektar sayuran organik. Beberapa produk
hortikultura organik yang dihasilkan adalah brokoli, selada merah, selada
hijau, labu siam, dan wortel. Hasil pertanian organik dipasarkan di pusat
sayuran organik di tepi Jalan Padang Panjang-Bukit Tinggi. Bahkan, beberapa
di antaranya menembus pasar supermarket di Padang.
Komoditas jagung dan kacang tanah dibudidayakan di seluruh kecamatan. Tahun
2002, produksi jagung 10.744 ton dan kacang tanah 1.014 ton. Produksi jagung
cukup menonjol di Kecamatan Rambatan, Salimpaung, dan Lima Kaum. Sementara,
kacang di Kecamatan Rambatan, Batipuh, dan Pariangan. Selain menyuplai
kebutuhan lokal, produk pertanian juga diperdagangkan ke Pekanbaru dan
Padang.
Tanaman perkebunan yang masih menjadi unggulan Tanah Datar adalah kayu manis
(cassiavera) dan kopi arabika. Kayu manis yang banyak digeluti petani di
setiap kecamatan merupakan komoditas ekspor unggulan. Tahun 2001 produksi
kayu manis 1.835 ton yang dipanen dari lahan 5.682 hektar. Tanaman hias dan
bunga potong akan segera dikembangkan di daerah yang suhu udaranya sejuk,
seperti Kecamatan Sepuluh Koto dan Pariangan di lereng Gunung Merapi.
Dinas Pertanian mencatat penurunan produksi pertanian lima tahun terakhir.
Sebagai daerah agraris yang boleh dikatakan tidak memiliki hambatan
pengairan dan kesuburan tanah, kemerosotan produksi cukup merisaukan. Hal
ini disebabkan masih banyak hama yang menyerang tanaman pertanian, seperti
wereng. Di samping itu, terjadi alih usaha petani yang semula bertanam padi
ke tanaman cabe atau komoditas yang laku di pasar serta lintas sektoral yang
semula petani menjadi pedagang atau perajin.

Secara makro, kelompok usaha tersier-perdagangan, pengangkutan, keuangan,
serta jasa-tahun 2000 mendahului kontribusi kelompok usaha primer, terdiri
dari pertanian dan pertambangan sebagai penyumbang terbesar kegiatan
ekonomi. Akibatnya, terjadi pergeseran pada 2001 di mana kelompok usaha
tersier menyumbang 41,5 persen, sedangkan usaha primer 39 persen.
Perubahan iklim kegiatan usaha ini dapat dimaklumi, melihat perkembangan
kecamatan-kecamatan yang saat ini berjumlah 14. Wilayah barat Tanah Datar
berbatasan dengan Kota Padang Panjang yang berkembang cukup pesat. Kegiatan
ekonomi di Kota Padang Panjang langsung berdampak pada Kecamatan Sepuluh
Koto dan Batipuh. Aktivitas perekonomian kedua kecamatan tersebut bertopang
pada perdagangan komoditas hasil pertanian dan industri kecil kerajinan.
Begitu pula pengaruh Kota Sawahlunto di selatan yang berbatasan dengan
Kecamatan Padang Ganting dan Lintau Buo. Masyarakat di Kecamatan Rambatan,
Lima Kaum, Tanjung Emas, Sungayang, dan Sungai Tarab terkena imbas kegiatan
ekonomi di Batu Sangkar.
Pertumbuhan perdagangan besar dan eceran yang menyerap 20.196 tenaga kerja
mencapai 3,4 persen. Pertumbuhan sektor industri 2,8 persen tiap tahun sejak
tahun 1998 ikut mendorong perdagangan yang bertumpu pada produk industri
kerajinan. Dari 7.832 unit usaha industri kecil, terdapat 567 unit usaha
pertenunan dan sulaman menjamur di Tanah Datar.
Tenunan Pandai Sikek adalah salah satu maskot kerajinan tangan Tanah Datar.
Dalam satu jam, penenun merajut 880 helai benang sepanjang dua cm. Selendang
kain songket berukuran 160 x 35 cm diselesaikan dalam waktu dua bulan.

Selendang kain songket Pandai Sikek kualitas nomor satu dihargai Rp 1,5
juta. Sementara, kualitas kelas dua Rp 800.000 dan kualitas paling rendah
(nomor tiga) Rp 600.000. Selain karena proses penenunan yang makan waktu
lama, bahan baku pun, berupa benang emas, masih diimpor dari India. Bahan
baku lainnya, seperti benang sutra dan katun sudah dapat dibeli di pasar
lokal, terutama di Padang. Kegiatan usaha perdagangan dengan komoditas
pertanian dan industri kerajinan ini terpusat di jalur lintas Sumatera dan
obyek wisata seperti Kecamatan Sepuluh Koto, Pariangan, serta ibu kota
kabupaten.
Kabupaten Tanah Datar yang dikelola dengan mengadopsi pola manajemen
perusahaan menunjukkan kemajuan. Dalam kurun waktu tiga tahun terjadi
peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun 2000, pemasukan PAD Rp
1,7 miliar. Dua tahun kemudian naik menjadi Rp 11,3 miliar. Tahun 2003 PAD
ditargetkan menyumbang kas daerah sekitar Rp 15 miliar, di mana 60 persen
berasal dari kutipan retribusi dan pajak daerah, dan sisanya dari bunga cash
management. Perolehan ini menjadi tidak berarti kalau tingkat kesejahteraan
masyarakat tidak terangkat. Sebab, seluruh perolehan keuangan tersebut harus
dikembalikan lagi kepada kepentingan masyarakat.
Aritasius Sugiya/Litbang Kompas

SDA Terbatas, Praktik Pemerintahan Berkualitas

PERGI ke Sumatera Barat jangan sampai tidak berkunjung ke Batu Sangkar.
Begitu promosi gratis yang sering kita dengar dari mulut ke mulut. Memangnya
ada apa di Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar yang berjuluk Luhak nan Tuo
itu? Yang kita tahu, di kota itu terdapat Istana Basa Pagaruyung, pusat
Kerajaan Pagaruyung, dulunya. Belakangan istana tersebut menjadi obyek
wisata terkemuka di Sumbar, yang ketenarannya hampir sama dengan Jam Gadang
di Bukittinggi.
Kalau mencermati sejarah, masyarakat Minangkabau disebut berasal dari
Kabupaten Tanah Datar, dari suatu nagari (pemerintahan terendah dan
demokratis) di lereng Gunung Merapi bernama Pariangan. Dari sini mereka
menyebar ke daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Agam (Luhak nan Tangah) dan
Kabupaten 50 Kota (Luhak nan Bungsu). Ketiga Luhak ini yang disebut daerah
inti Minangkabau.
Kalau sempat berkeliling di Tanah Datar, akan ditemui banyak peninggalan
sejarah dan kebudayaan Minangkabau, seperti Batu Basurek, Batu Batikam,
Sawah Satampang Baniah, Kuburan Panjang, Arsitektur Minangkabau, Balai
Saruang, dan sebagainya. Sekarang, itu menjadi unik dan mengagumkan bagi
wisatawan.
Dalam konteks masa lalu, Batu Sangkar, ibu kota Kabupaten Tanah Datar ini,
jangan sampai tak dikunjungi. Dalam konteks sekarang, era reformasi; era
kembali ke nagari, berkunjung ke Batu Sangkar sekaligus mencermati perubahan
drastis dalam sistem dan praktik pemerintahan.
"Perubahan dan pembaruan itu tak sebatas retorika, tapi menjadi budaya kerja
yang memberi manfaat ganda dan dampak positif luar biasa kepada masyarakat.
Pembaruan dan perubahan ini sebagian besar merupakan pengalaman dan hasil
pengkajian, serta pengalaman sukses daerah/negara lain. Komitmen kita adalah
pemerintahan yang bersih, antikorupsi," kata Bupati Tanah Datar H Masriadi
Martunus.

Ia mengatakan, untuk bisa berubah, tak harus tergantung sumber daya alam.
Karena potensi sumber daya alam daerah seluas 133.600 hektar ini nyaris
tidak ada. Sumber daya ekonomi terbatas. Yang ada potensi sumber daya
manusia sehingga harus menjadi sasaran utama pembangunan agar kualitas
masyarakat Tanah Datar bisa meningkat dari waktu ke waktu.
Indikasi peningkatan kualitas masyarakat ini, dapat dilihat dari perubahan
sikap-mental dan perubahan sosial, ujung-ujungnya peningkatan perekonomian
dan kesejahteraan. Bupati Masriadi melukiskan, digalakkannya budaya
antimerokok, tidak konsumtif misalnya, masyarakat bisa menghemat keuangan
keluarga.
"Dari penghematan setahun tidak merokok, dapat dibeli seekor anak sapi dan
terus berkembang setiap tahun. Dari ternak sapi, ada warga yang bisa naik
haji. Ternak sapi tiga tahun terakhir meningkat 40-50 persen," paparnya.
Sapi-sapi yang dipelihara masyarakat ini diberi sertifikat oleh pemerintah
setempat agar dapat menjadi agunan. Artinya, saat masyarakat kesusahan,
seperti pada tahun ajaran baru, sapi tak perlu dijual murah. Cukup ajukan
kredit dengan agunan sertifikat sapi tadi. Dapat kredit, sebagian yang
tersisa bisa jadi modal untuk beli anak sapi lagi. Untuk ini, Pemerintah
Daerah Kabupaten Tanah Datar melakukan negosiasi dengan Bank Danamon, Bank
Pembangunan Daerah Sumbar (Bank Nagari), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Itu baru salah satu program pembaruan. Masih ada 44 program pembaruan
lainnya di daerah berpenduduk 362.212 jiwa ini.

DALAM melaksanakan program pembangunan, daerah dengan mata pencarian
terbesar di bidang pertanian ini menjalankan prinsip: bagaimana dana yang
ada bisa mendatangkan uang, tidak menghabiskan uang.
Dengan memperhitungkan potensi keuangan Kabupaten Tanah Datar, menurut
Masriadi Martunus, disusun struktur organisasi pemerintah daerah yang
efisien dan dinamis. Sebelum otonomi daerah terdapat 22 dinas daerah,
setelah pembentukan struktur baru menjadi lebih dinamis, hanya 7 dinas, 3
badan, dan 2 kantor.
"Untuk 22 dinas, tunjangan saja Rp 4 miliar. Dengan struktur baru terjadi
penghematan sehingga menjadi Rp 1,3 miliar. Dengan kelembagaan kecil,
koordinasi pun mudah, hemat waktu," katanya.
Atas dasar efisiensi dan optimalisasi kinerja, pendapatan asli daerah (PAD)
meningkat dari Rp 1,7 miliar tahun 2000 menjadi Rp 5,7 miliar (2001) dan Rp
11,3 miliar (2002). Sekarang, target PAD Rp 14-15 miliar.
Menurut bupati, peningkatan PAD tanpa membebani masyarakat, semata-mata
karena efisiensi dan optimalisasi kinerja. Bappenas, ternyata memuji upaya
yang telah dan sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Agar bisa mendatangkan uang, dana pembangunan pun ditata sedemikian rupa,
termasuk gaji pegawai. Dari Rp 164 miliar dana alokasi umum (DAU), sekitar
Rp 120 miliar untuk pembayaran gaji. Gaji diberikan dalam bentuk slip
tabungan sehingga diharapkan 2,5 persen ditabung sebagai modal Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) di samping dana dari pemerintah daerah melalui
penyediaan dana bergulir.
"Pada satu sisi PNS akan memperoleh keuntungan dari sisa hasil usaha
sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pada sisi lain akan membantu
masyarakat dalam memperoleh kredit usaha," jelas Masriadi.
Sedang pada setiap dinas/badan/kantor/unit kerja ada anggaran berdasarkan
kinerja. Kepadanya dituntut mempunyai pola pikir wirausaha sehingga
mempunyai sumber pendapatan. Misalnya, setiap lembaga diberikan modal tetap
(running cost) Rp 500 juta. Dana tersebut dapat dijadikan modal usaha sesuai
bidang tugas seperti usaha ternak sapi oleh Dinas Pertanian Subdin
Peternakan.
Sekiranya usaha ternak sapi memberi keuntungan Rp 100 juta, 75 persen untuk
biaya rutin kantor dan 25 persen kesejahteraan pegawai. Tahun berikutnya
modal tersebut akan ditambah sehingga dana abadi bertambah. Maka, suatu
waktu setiap badan/dinas/kantor/unit kerja akan lebih mandiri dan dapat
membiayai kegiatan sendiri. (YURNALDI)
Sumber : http://www.kompas.co.id dan http://www.tnp.kpu.go.id



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke