Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamualaikum.Wr.Wb.
Sanak Rn nan ambo hormati.
Ambo copykan baliak nan asal pembicaraan dari sanak
Wady ;
Jadi Tuhan Allah SWT di Tiaka basabuik
'"Tuenolah".
Akan sangat berbeda, bila kita mengatakan " basabuik
tuenolah ", ( BASABUIK, DENGAN MANULIH ) karena
berarti memang di Tiaka, kalau hanya sekedar
penulisan
nan seperti ( Olloh, di tulih Allah, mungkin masih
bisa kita fahami, kalau itu hanya sekedar penulisan,
sebab tantu babedo lain lubuak lain ikanno , nan
pentingkan dalam pengucapannya, bukan seperti nan di
tulih ).
Bahaso Ingris se, banyak nan bacando itu ndak, lain
tulisan lain pulo bacaannyo. " Write " awak baco kan
"
rait, bukan werite ". " One " awak baco " Wan
",bukan
O-N-E.Jadi itu biaso sajo, kalau dalam bahasa asing.
Tapi untuak bahaso Arab, apolai namo Allah, indak
pantas awak mangecek an " Tuenolah ". ( kalau ado
diantaro kito mandanga urang MAMBACO,MAUCAPKAN,
bacando itu, sebaiknyo di luruihkan sajo ).
Bilo kito mambaco, sesuai jo nan tatulih " Tuenolah "
( yang maksudnya Tuhan Allah ).Dalam hal ini jelas
kita salah dalam pengucapannya. Dosa apa tidak, jelas
saya kira bukan suatu dosa, bila niatnya bukan untuk
mempermainkan, tetapi itu sudah menjadi " kebiasaan "
masyarakat setempat.Dan hal ini pada hakikatnya perlu
menjadi perhatian kita, sebagaimana yang terjadi di
Sunda, lidah mereka kadang dan sebagian orang saja,
sering kedengaran " ganjil ".
Sebagian orang Sunda sering mengucapkan : " Idza (
dengan Zai ) jaa Nashrullahi walfathu ", mereka baca "
Ijaa ( dengan Jim ) jaa nashrullahi walfathu ".Ini
jelas pengucapan yang salah dan perlu untuk di
perbaiki, karena akan merobah arti dalam bahasa Arab.
Bagaimanapun, setiap kerusakan, kesalahan hendaklah di
perbaiki.
Kita lihat saja, sering kita mendengar orang Sunda
mengucapkan Ustadz dengan Ustaj ( setiap kata yang
seharusnya " Zai ", selalu mereka ucapkan dengan " Jim
".). begitulah setiap huruf Zai dalam Al Quran mereka
baca seperti itu.
Dalam kaedah Tajuid, jelas makhraj ( tempat keluar
huruf ), sangat diperhatikan, sebab bila salah
pengucapan, maka akan merubah arti.
Sering juga kita mendengar orang Sunda ( tapi tak
semua orang Sunda ), atau dari daerah lainnya,
pengucapan yang seharusnya dengan " 'ain ", dibaca "
hamzah ". Atau sebaliknya.
Contoh Mukmin ( orang yang beriman ) dibaca dengan "
mu'min ", berbeda artinya.
" Qaf " dibaca " Kaf ". Atau sebaliknya.
Seharusnya sedari dini, mulai kecil hendaklah sang
orang tua mengajari anaknya Al Qur'an ini.makhraj
huruf sangatlah pentingnya, jangan kita meremehkan
semua ini, karena bahasa Arab, tidak sama dengan
bahasa lainnya.Bahasa Arab adalah bahasa Syurga,
bahasa ummat Islam ( bukan bahasa orang Arab saja ).
Saya tidak memperdebatkan kata " tuen " nya, tapi kata
" olah ", nya itu. Sudah saya jelaskan sebelumnya asal
kata Allah itu, dan penambahan huruf " L ", adalah
untuk keagungan Allah SWT. Kita tidak baca dengan "
Alah ", tetapi dengan " Allah " ( double " L ", dan
berat di lidah tatkala mengucapkan huruf L, bila ia
tegak sendiri, atau sebelumnya baris atas, atau depan
( fathah, atau dhammah ).
Dan dalam bahasa Indonesia, seringnya ( tidak
keseluruhan ) huruf " atas " ( fathah ) dibaca " O ",
seperti " Arrahmaan ", dibaca " ArrOhmaan ", karena
sebelumnya ada baris atas ( fathah, ataupun depan (
dhammah ) yang menandakan " tebal di lidah ", tetapi
bila sebelumnya baris kasrah ( bawah ), maka akan
tetap dibaca " A " ( ini menandakan tipis di lidah ).
Coba kita baca : " Bismi-llaahi " dengan " A ", bukan
Bismilloohi ", bukan dengan " O ". Mudah-mudahan dapat
dibedakan dan difahami.
>
> Apo mukasuik sanak Wady manulih saroman ko, tantu
> awak
indak tahu, nan penting MENCERITAKAN pado kito,
bahwa
memang begitu pengucapan urang Tiaka.
Bisa jadi sanak Wady mengajak kito untuak maubah apo
nan alah manjadi tradisi di Tiaka, untuak dalam
pengucapan iko.
Kalau tujuannyo maajak nan ado di siko agar bisa
meng INGATKAN masyarakat Tiaka, raso ambo, indak baa.
Tapi, kalau tujuannyo lain dengan nan di ateh, kito
caliek baliak, jaan sampai sanak Wady membuek
( kesalahan nan samo ( bacando penafsiran Alfatihah
Bagaimanapun kito harus menghargai peraturan
masing-masing milist, karano tiok-tiok milist punya
spesifik surang. .
Akan babedo " Allah ", ( kita bukan menyebutkan
seperti nan di tulih, tapi kita menyebutnya dengan "
) Olloh ". bila baris atas ( fathah
) Dalam bahasa Arab, kalau ada baris bawah ( kasrah .
maka akan di sebut Lillaah. Berubah bukan Olloh
lagi. .
>
Kalau kita orang Indonesia, karena ngak ada baris
atas, baris bawah, baris depan, maka satu saja :
Allah
". tetapi tetap kita baca OLLOH , dengan lidah
ditebalkan, kalau kita hanya sekedar berbahasa
Indonesia, tapi bila dengan bahasa Arab, membacanya
sesuai dengan kaedah.
Saya sering mendengar orang
baca
" Lillaah, karena kebiasaan Olloh, maka ia baca jua
Lillaah dengan Lillhooh ", ini jelas salah dalam
pengucapannya.
Akan berbeda dengan nama-nama Allah yang lain, atau
bahasa Arab yang lain, ini harus disesuaikan dengan
penulisan Arab.
Contoh, kalau " Inni Idzan min '
ibaadikasshaalihiin
".
Kalau kita tulis " Idzan ", dengan " Ijan ", berbeda
Artinya, akan merubah makna. Dan ini ngak boleh.
kalau kita tulis " 'Ibad " ( dengan tanda koma,
pertanda itu huruf 'ain ), bila kita tulis, dengan
Ibad, tanpa ada koma diatasnya, artinya beda,&
merubah
makna
juga.
" Salihin ", ( dengan Sin ) berbeda artinya bila di
tulis dengan " Shalihin " ( dengan Shad ).
Lain hal, kalau seseorang itu dalam penulisan ia
tidak
tahu, atau lupa, atau juga tersilap, itu ngak jadi
.masalah.
Demikian untuk penjelasan masalah nan di tulih sanak
Wady. Ambo kira untuak kali ini sanak Wady, indak
kelihatan di ambo kesalahannyo pribadi, ia hanya
menceritakan apo nan tajadi di masyarakat Tiaka
mengenai ucapan Allah ini. Apo tujuannyo, hanya Allah
nan maha tahu, mudah-mudahan baiak tujuannyo, bahwa
pado hakikatnya, iyo ucapan nan benar dalam penyebutan
nama Allah, haruslah sesuai jo undang-undang bahasa
Arab." Allah ". Tuhan Allah, bukan " Tuenolah "..
Wassalam.Rahima
_______________________________
Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.
http://messenger.yahoo.com
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________