Assalamualaikum.Wr.Wb.
Sanak Ikhwah, maaf saya delete semua postingan
terakhirnya, karena terlampau panjang dan
membingungkan.
Saya juga heran, kenapa sanak Ikhwah mengatakan
jawaban saya tidak struktur, padahal sanak sendiri
melakukan hal yang sama.
Dan saya juga sudah jelaskan mengapa tidak struktur
begitu, karena saya mengikuti irama sanak sendiri.itu
saja.
Kemudian sanak mengutarakan bahwa saya menanggapi hal
yang tidak begitu menjadi inti diskusi, seperti kata
SMA itu. Padahal sanak sendiri melakukan hal yang
sama, hal yang ngak penting juga sanak tanggapi,sekali
lagi saya ini hanya sekedar mengikuti irama sanak
Ikhwah, tidak lebih dari itu.
Masuk kita pada inti pembicaraan.
Sanak Ikhwah minta dasar hukum wajib marah yang saya
kemukakan.
Sanak harus baca dulu kronologi asal muasal sanak wady
di keluarkan, sebagaimana yang saya katakan semua
melalui tahapan, dan pada akhirnya saya mengatakan
dalam hal ini ( jelas yang dimaksud dalam cerita sanak
Wady yang memperolok-olokkan ayat-Allah, sudah masuk
pada kemarahan yang wajib, kan itu yang saya sampaikan
).
Seharusnya sanak Ikhwah sudah mengerti, bahwa marah
dalam membela agama, itu wajib. Dalil hukumnya sanak
minta, bukankah sudah saya jelaskan,..? saya ngak
perlu mengulanginya lagi. Dan ngak perlu harus
dihilangkan hadist : " laa taghdab...faraddada miraran
".
Karena sudah saya jelaskan sebelumnya, konteks marah
disini marah yang bagaimana. Tolong bedakan mana marah
yang saya maksudkan. Padahal saya sudah jelaskan marah
semacam apa yang di wajibkan itu ( kalau sanak ngak
mau dengar atau baca saya mengatakan " Marah yang
dibolehkan ", jelas beda donk, mana yang boleh mana
yang wajib. Saya ngak sebodoh itu koq memahami bahasa
Indonesia.
Jelas beda antara benci dan marah, benci malah lebih
parah lagi, ketimbang marah. Seharusnya disini sudah
difahami sekali.
Mengenai " kafir ", saya jelas ngak ada bilang sanak
Wady kafir lho, lantas sanak bilang karena saya
mengumpamakan perbuatannya dengan bani Israil ..?
Coba sanak Ikhwah jawab yang satu ini : " Kamu ini
seperti singa lho ?", apa benar yang kamu itu
benar-benar singa, berarti ia hewan donk,..?
" Kamu ini perbuatannya seperti bani Israel, yang
kafir itu..". apakah dalam hal ini saya mengatakan
sanak Wady kafir,..?
Dalam Ilmu balaghah, ini disebut dengan tashbih. (
perumpamaan ), tetapi bukan ia semacam itu secara
keseluruhannya, tapi perbuatannya saja yang seumpama
itu, dan jelas si kamu itu bukan singa kan,..begitulah
dengan kondisi sanak Wady.
Okay,.begitulah seterusnya, saya ngak mau berbalik
lagi, sudah sampai di jakarta,dari medan eh..ada yang
ketinggalan di Padang,..balik lagi ke Padang. Ini
semacam diskusi yang saya malas menghadapinya.Okay,..
Sudah sampai pembicaraan masalah marah sampai ke nomor
sekian..eh..taunya balik lagi ke dua,...malas
banget...kayaknya cuman itu keitu saja permasalahan,
kagak ada kerjaan yang lain. Ini bagi saya pribadi : "
Siang bahabih maso, malam bahabih minyak lampu ".
Mohon maaf, berhubung lagi puasa, kalau ada kata yang
menyinggung.
wassalam.Rahima.
,.."
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________