Dik  Wady, bagus sekali tanggapan dik wady, memang
saya ingin melontarkan semua itu pada dik Wady, tahu
ngak  apa maksud saya melontarkan itu ( tanyakan saja
dan datang kerumahnya ).

Karena memang sepantasnya itulah yang dilakukan oleh
kita yang mendengar suatu " berita " tentang
seseorang, kita harus teliti langsung, jangan cepat
membenarkannya. Sampai benar-benar orang yang di klaim
itu memang begitu pernyataannya, atau sikapnya.

Baik Uni jawab, mengenai saudara, anak nya yang tidak
berjilbab, itu bukan urusan pak Quraish lagi, karena
setahu uni beliau sudah menyampaikannya, namun tetap
hidayah Allah yang berikan. sama saja dengan anak nabi
NUH,kan..?

dahulu memang kedengaran oleh Uni ( tapi dengar saja
lho )beliau ini tidak mewajibkan jilbab. 

Tetapi setahu uni yang boleh dikatakan " sangat dekat
", dengan beliau ini ( maaf saya terpaksa mengatakan
sangat dekat, karena memang banyak hal istimewa yang
diberikan pada saya ketika beliau di kairo,secara
pribadi baik oleh beliau sendiri ataupun istri beliau
), pak Quraish mengatakan jilbab itu wajib, malah
memberikan penjelasan jilbab mana yang lebih baik
bentuknya.

Okay,..sampai saat ini uni masih berpandangan baik
terhadap beliau. Berapa bulan yang lalu beliau datang
ke Kairo lagi, malah beliau lebih dahulu menegur uni
ketika itu, dan saat uni ada di Indo, beliau dan ibu
datang ke kairo, ibu Quraish menanyakan uni, dimana :
Rahima ", itu karena dekatnya hubungan kami ketika
itu.Padahal toh banyak yang tidak hadir ketika itu,
tetapi suatu kehormatan bagi uni , uni ditanya, sampai
yang lain bilang : " Anak kesayangan ", selain saya
masih ada seorang mahasiswa lagi yang jadi perhatian
beliau.

Wassalam. rahima


--- Wady Afriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Terima kasih atas tanggapan thd email saya, Uni
> Rahima.
> 
> Karena Anda berbahasa Indonesia, maka saya juga akan
> jawab dalam bhs 
> Indonesia.
> 
> Jikak kita harus selalu mendatangi rumah seseorang
> dan bertanya padanya 
> tentang pemikirannya, maka alangkah tidak efektifnya
> energi dan biaya yang 
> kita habiskan, itupun belum tentu kita dapat bertemu
> dengan yang bersangkutan.
> 
> Apakah Uni hendak menyuruh saya datang pada
> Yudhoyono pula untuk tau 
> tentang pikiran-pikirannya?
> Jangankan Yudhoyono yang akan bertemu dengan saya,
> bertemu dengan anjingnya 
> pun belum tentu akan dapat.
> 
> Kecuali kita ada urusan dalam acara tertentu yang
> membuat kita berbicara 
> dengannya. Walaupun beberapa kali berkesempatan
> bertemu dengan Megawati, 
> apakah menurut Uni Rahima etis bagi saya, setelah
> saya bersalaman dengan 
> Megawati dan kami memegang gelas minuman di tangan
> masing-masing, dan saya 
> bertanya padanya: "Bu Mega, bagaimana pendapat Anda
> tentang orang-orang 
> yang hendak menjalankan syari'at Islam di negeri
> ini?"
> 
> Saya menganggap itu tidak sepantasnya, Uni Rahima.
> 
> Beberapa tulisan yang saya baca dari Pak Quraish
> Shihab memang membuat saya 
> menyatakan pendapat saya seperti dalam email
> terdahulu. Tapi saya mengerti 
> bahwa saya tidak begitu banyak membaca tulisannya,
> dan barangkali saya 
> salah menyangka.
> 
> Uni yang mengaku kenal dan akrab dengannya
> barangkali lebih bisa 
> menjelaskan tentang pendapatnya tersebut, sebagai
> pelengkap atau pembanding 
> dari pendapat saya tersebut. Saya kira saya akan
> mendapatkan jawaban dari 
> Uni, dan bukan suruhan "Tinggal di Jakarta kan?
> Pergi saja ke rumahnya."
> 
> Lagi, kalau saya tidak salah, Pak Quraish Shihab
> bersaudara dengan Alwi 
> Shihab, yang memiliki putri Najwa Shihab, penyiar
> Metro TV yang tidak 
> mengenakan jilbab tersebut.
> 
> Kelihatannya mereka keturunan Arab, menilik dari
> wajahnya.
> Itu saja yang saya ketahui.
> 
> Saya sudah jawab yang ini, Uni Rahima. Sekarang
> silahkan Uni jawab yang 
> lainnya.
> 
> Seperti iklan susu saja.
> 
> Wassalam,
> Wady (30th)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> At 06:05 PM 10/20/2004, you wrote:
> >Assalamuaalaikum.Wr.Wb.
> >
> >
> >Sanak wady, silahkan tanya sendiri pada beliau. : "
> >pak Quraish,.bapak masuk pemikiran sekuler ngak
> pak..?
> >". Tinggal di jakarta kan..? datang aja kerumah
> >beliau.
> >
> >Sekuler itu apa maksud sanak Wady, biar sama
> persepsi
> >kita dalam menilai.
> >
> >Ok,..jawab dulu yang ini, baru saya jawab yang itu.
> >
> >Wassalam.Rahima.
> >
> >
> >--- Wady Afriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > > Jikok pandangaran ambo indak salah, dalam
> babarapo
> > > tulisan
> > > Pak Quraish Shihab ko ado nada2 sekuler, nan
> indak
> > > menempatkan agama Islam sbg agama satu2nya yang
> > > benar,
> > > sedangkan yang lain kafir semua.
> > >
> > > Mungkin baliau ko dapek pulo tagolong ka urang
> nan
> > > bapaham
> > > "inklusif" dan "pluralis" sarupi Cak Nur
> (Nurcholis
> > > Madjid).
> > >
> > > Salah danga ambo ko?
> > >
> > > Wassalam,
> > > Wady
> 
> 
> ____________________________________________________
> 
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
>
------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke