http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0410/21/naper/1325394.htm
Kamis, 21 Oktober 2004

Masriadi Martunus, Gebrakan dari Tanah Datar

KEBERHASILAN Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menjadi satu dari empat
daerah di Indonesia yang dinilai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai
yang paling berprestasi dan berhasil dalam melaksanakan otonomi daerah, tak
bisa dipisahkan dari nama Masriadi Martunus.

"Di Tanah Datar, jabatan eselon II dan III diberlakukan sistem kontrak.
Kalau pejabatnya tidak mampu, kontraknya akan diputus. Ini pertama kali di
Indonesia," katanya.

Masriadi Martunus, Bupati Tanah Datar yang menggagas kontrak jabatan itu,
kepada Kompas di Batu Sangkar beberapa waktu lalu mengatakan, pejabat eselon
II dan III itu diberi masa uji coba enam bulan. Dalam masa enam bulan itu
dilakukan penilaian tentang pelaksanaan tugas, kewenangan, dan kewajibannya.

"APABILA pejabat tersebut tidak dapat memperlihatkan kinerja yang baik dan
tidak dapat mengembangkan lembaga yang dipimpinnya, maka kontrak diputus
atau diberhentikan dari jabatan," jelasnya. Para pejabat ini juga diharuskan
membuat paper tentang bidang tugasnya masing-masing untuk melihat visi dan
penguasaannya terhadap pekerjaan.

Tidak hanya di tingkat pejabat, di tingkat bawahan atau secara umum pegawai
negeri sipil (PNS), jika hendak naik pangkat dan dipromosi, Masriadi
Martunus menantangnya dengan uji kompetensi dan uji potensi akademik, serta
uji TOEFL.
Dengan demikian tidak ada lagi kenaikan pangkat otomatis, tidak ada lagi
penghargaan untuk memegang suatu jabatan, dan tidak ada lagi sistem
kedekatan dengan pimpinan, tetapi semua tergantung pada profesionalitas
kerja.

"Bagi yang memperoleh nilai TOEFL tinggi dikirim mengikuti pendidikan formal
dan kursus singkat di luar negeri. Saat ini sudah diberangkatkan ke luar
negeri sekitar 600 orang, yaitu ke Malaysia, Singapura, Australia, Thailand,
Belanda, Inggris, Arab Saudi, dan India. Kegiatan ke luar negeri itu
bermanfaat untuk membuka wawasan internasional, mempersiapkan Tanah Datar
masuk ke era globalisasi dan beberapa hasilnya diaplikasikan di daerah,"
ungkap Masriadi.

Pemberangkatan ke luar negeri hanya dibantu 50 persen oleh Pemerintah
Kabupaten Tanah Datar, sekitar 25 persen biaya pribadi dan 25 persen lainnya
ditanggung instansi yang bersangkutan.

Masriadi berpendapat, pembinaan PNS ke depan memang harus lebih obyektif
dengan kriteria-kriteria yang jelas, seperti produktivitasnya, jam kerjanya,
kedisiplinannya, dan performance-nya.

Bahkan, mulai tahun 2005, untuk mewujudkan PNS yang profesional di bidang
tugasnya, Masriadi menggagas 100 Standar Kinerja, meliputi ideologi dan
kesetiaan, kepribadian, disiplin kerja, dan prestasi kerja. Dengan 100
Standar Kinerja, PNS bisa dinilai secara obyektif dan tidak akan ada unsur
kolusi.

SEMENTARA itu, di bidang kelembagaan/organisasi tata pemerintahan, ia
melakukan perampingan. Ketika ia menjadi bupati, sebanyak 21 dinas daerah ia
ciutkan menjadi delapan dinas pada tahun 2001.

Alasannya, "Jumlah instansi yang banyak membutuhkan biaya yang besar,
seperti biaya operasional (biaya listrik, telepon, air bersih, dan K3).
Kemudian juga besarnya tunjangan jabatan, besarnya kebutuhan administrasi,
dan lain sebagainya. Dengan perampingan instansi memudahkan koordinasi serta
menyinergikan beberapa kegiatan dan program."

Jadi, menurut Masriadi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah melakukan
perampingan organisasi yang efisien dan efektif, jauh sebelum PP Nomor 8
tahun 2004 lahir. Bahkan, langkah-langkah yang dilakukan Tanah Datar ini
juga menjadi percontohan bagi daerah lain. "Dengan restrukturisasi ini,
dapat dihemat keuangan negara sekitar Rp 10 miliar per tahun," tandasnya.

Setelah instansi dirampingkan, Masriadi menawarkan gagasan untuk
meningkatkan pendapatan daerah melalui prinsip-prinsip reinventing
government, yaitu pemerintah tidak hanya membelanjakan uang, akan tetapi
juga sudah harus memikirkan pendapatannya. Pemerintah selain melakukan
pelayanan publik, juga dapat melaksanakan kewirausahaan. Hal ini juga
tercermin pada struktur APBD Kinerja.

Kemampuan untuk memperoleh pendapatan ini juga merupakan salah satu kriteria
pelaksanaan otonomi daerah. Di Tanah Datar, setiap dinas/badan/kantor/bagian
membentuk unit usaha sesuai bidangnya sehingga diharapkan mempunyai biaya
pendapatan/penghasilan untuk membantu biaya operasionalnya, meningkatkan
kesejahteraan pengelola, dan sebagai sumber pendapatan daerah.

Sebagai modal usaha diberikan dana yang disebut dengan running cost yang
ditambah terus setiap tahunnya. Dana tersebut, jelas Masriadi, menjadi modal
tetap yang kemudian dikembangkan oleh unit usaha bersangkutan.

Dengan gagasan ini, PAD Tanah Datar meningkat tajam. Tahun 2000 dengan
target PAD Rp 1,7 miliar, realisasinya mencapai Rp 1,9 miliar. Tahun 2001
target PAD Rp 3,6 miliar, realisasi menjadi Rp 5,2 miliar. Tahun 2002 dengan
target PAD
Rp 8,1 miliar, realisasi PAD meningkat menjadi Rp 11,3 miliar. Tahun 2003
target PAD Rp 14,5 miliar, realisasinya mencapai Rp 14,8 miliar. Tahun 2004
PAD meningkat menjadi Rp 15 miliar, atau terjadi peningkatan sebesar 850
persen selama empat tahun.

Untuk selanjutnya telah ditetapkan langkah peningkatan PAD Tanah Datar
minimal sebesar Rp 2 miliar per tahun sehingga ditargetkan tahun 2020 PAD
Tanah Datar akan mencapai angka Rp 50 miliar per tahun.

Masih ada belasan gagasan bernas dan terobosan program Masriadi lainnya,
yang selama empat tahun terakhir sudah ia praktikkan.

BARANGKALI, karena pria kelahiran Lintau, 13 September 1949, ini dasarnya
seorang pengusaha yang sukses berkiprah selama 30 tahun di Jakarta sebelum
menjadi bupati, sehingga dalam praktik pemerintahannya penuh perencanaan,
efisien, efektif, ekonomis, dan berpikir untuk mewirausahakan birokrasi.

Atas gagasan-gagasannya, suami Hj Maswida Binti H Bermawi ini menjadi salah
seorang dari dua bupati/wali kota di Indonesia yang dimintakan
ide-ide/gagasannya untuk 100 hari masa pemerintahan Presiden Terpilih
2004-2009. Ia juga telah meraih sejumlah penghargaan, terakhir adalah
Penghargaan Madya dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan
peredaran gelap Narkoba. (YURNALDI)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke