Assalamualaikum wr wb,
Menurut Sanak Azhari, bahwa suatu debat itu mestilah
Hujjatul Syar�I vs Hujjatul Syar�i. Tapi perlu saya
jelaskan, bahwa ini bukanlah debat. Berawal dari suatu
fatwa bahwasanya kita WAJIB marah, membuat saya
mempertanyakan, apakah ada dasarnya ? inilah inti
permasalahan yang saya pertanyakan . Sebab, marah ini
berasal dari setan. Apakah kita diwajibkan membiarkan
setan berjalan jalan di setiap aliran darah kita ?
tentu tidak. Bahwa kemudian, kalau ternyata kita
marah, ada beberapa tindakan yang SEHARUSNYA kita
lakukan berdasarkan Al Quran dan Hadis.
Tapi, jika dunsanak ingin tahu, kenapa saya mengatakan
bahwa ini tidak wajib, maka izinkan saya menjelaskan
dari sumber sumber yang saya ketahui. Semoga ada
gunanya.
Dari Al Quran <
Dan, bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan
jauhilah mereka dengan cara yang baik. ( Al Muzzamil
10 )
IkhWah : Kalaulah ada KEWAJIBAN marah tsb, mengapa
ini yang disuruh Allah dalam firman Nya ? Buat apa
ayat ini kalau begitu ? Jauhilah mereka dengan cara
yang baik, bukan marah marah.
Dan, Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebahagian
yang lain. Maukah kamu bersabar ? Dan adalah Rabbmu
Maha Melihat ( Al Furqan 20 )
IkhWah : Maukah kamu bersabar ?
Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada ( An
Nur 22 )
Dan bagi orang orang yang menjauhi dosa dosa besar dan
perbuatan perbuatan keji, dan apabila mereka MARAH,
mereka memberi MAAF ( Asy Syuura 37 )
Maka bersabarlah engkau ( Hai Muhammad ) menerima
ketetapan Tuhanmu, dan jangan engkau seperti orang
yang dalam perut ikan ( Yunus ) ketika ia berdoa dalam
keadaan marah ( kepada kaumnya ) ( Al Qalam48)
IkhWah : Bahkan Nabi Muhammad SAW pun disuruh jangan
seperti Yunus yang marah kepada kaumnya.
Dan apabila orang oarng jahil menyapa mereka, mereka
menyatakan kata kata yang baik ( AL Furqan 63 )
Maka disebabkan rahmat Allah � lah kamu berlaku lemah
lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras
lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari sekeliling mu ( Ali Imran 159 )
IkhWah : Apakah marah marah itu sikap yang lembut ?
Dan orang orang yang menahan kemarahan dan memaafkan (
kesalahan ) orang, Allah menyukai orang orang yang
berbuat kebaikan ( Ali Imran 134 )
IkhWah : Allah menyukai orang orang yang berbuat
kebaikan. Dan salah satu kebaikan itu adalah menahan
kemarahan. Maka bertanyalah saya yang bodoh ini, mana
kewajiban kita untuk marah ? Meskipun dalam koridor
agama ? Adakah dasar yang lebih kuat daripada ini ?
Marilah kita lihat dasar dari hadis�
Dari Hadis ,
1. Hadis Bukhari dan Muslim
Abu Hurairah ra said that Rasulullah saw said :
"Beware of suspicion, for suspicion is the greatest
falsehood. Do not try to find fault with each other,
do not spy on one another, do not vie with one
another, do not envy one another, DO NOT BE ANGRY WITH
ONE ANOTHER, do not turn away from one another, and be
servants of Allah, brothers to one another, as you
have been enjoined. A MUSLIM IS THE BROTHER OF A
MUSLIM, he does him no wrong, nor does he let him
down, nor does he despise him. Fear of God is here,
fear of God is here, and he pointed to his chest. It
is evil enough that Muslim should look down on his
brother. For every muslim is sacred to one another :
his blood, his honour, and his property. Allah does
not look at your bodies or your forms, or your deeds,
but He looks at YOUR HEARTS". ( Bukhari, Muslim )
IkhWah : adakah ketentuan wajib marah terhadap sesuatu
?
2. Hadis Bukhari dan Muslim
>From Abu Hurairah : Rasulullah saw said : " The strong
man is not the one who is strong in wrestling, but the
one who CONTROLS HIMSELF IN ANGER " ( Bukhari, Muslim
)
IkhWah : Bukankah hadis ini menyuruh kita untuk
mengontrol rasa marah kita ?
3. Hadis yang saya ragukan..
"Bahwa Rasul saw bersabda; "Allahumma, sesungguhnya
aku manusia biasa, maka siapa saja yang aku laknat dan
aku caci maki, jadikanlah itu, zakat dan upah".
(Shahih Bukhari, Kitab ad Da'awat, Bab Qaulun Nabi Man
Adzaitun).
Hadits ini memberi pengertian bahwa Rasul saw sama
dengan manusia biasa yang juga bisa marah dan murka.
Padahal sifat marah dan murka hanya ada pada manusia
biasa dan itu merupakan sifat syaithoniah yang ada
pada diri manusia. Lebih jauh Rasul dianggap sangat
mudah kecewa dan marah pada sesuatu yang tidak sesuai
dengan keinginannya. Padahal fenomena di Thaif
menggambarkan bahwa Rasul sangat sabar melihat kondisi
manusia yang justru dianggapnya tidak mengetahui akan
misinya sehingga mereka melakukan penganiayaan
terhadap dirinya.
Selain bertolak belakang dengan ayat-ayat Alquran yang
menjelaskan keagungan Rasulullah, hadits ini juga
kontradiksi dengan hadits yang diriwayatkan oleh orang
yang sama (Muslim). Dalam satu riwayatnya, telah
dikatakan; "Wahai Rasulullah... Doakan ke atas para
musyrikin dengan doa yang jelek. Rasul bersabda;
"Sesungguhnya aku diutus bukan sebagai pelaknat,
tetapi sebagai pemberi rahmat bagi alam semesta".
4. Hadis Ahmad, Tirmidhi
When one of you becomes angry while standing, he
should sit down. If the anger leaves him, well and
good; otherwise he should lie down.
(Ahmad, Tirmidhi).
(Sayings of Muhammad. by Prof. Ghazi Ahmad).
IkhWah : Bukankah ini petunjuk untuk mengontrol rasa
marah ?
5. Baihaqi
Abu Huraira reported God's messenger (peace and
blessings of Allah be upon him) as telling that Moses'
son Imran said, "My Lord, who is the greatest of Thy
servant in Thy estimation?" and received the reply,
"The one who forgives when he is in a position of
power.
(Baihaqi).
IkhWah : Bukankah ini hadis menyuruh kita untuk
memaafkan daripada memaksakan marah ?
6. Tirmidhi
Hind, son of Khadija from her former husband, says
about the Prophet (peace be upon him): "Kind of heart,
he was nice and sweet-tempered. He never liked to
displease or cause offence to anybody. He thanked even
for trifling favours. He took whatever food was placed
before him, without making any adverse remark. He
NEVER GOT ANGRY for anything concerning his own
person, nor did he think of taking revenge or letting
down anybody, but IF ANYONE OPPOSED WHAT WAS JUST AND
RIGHT, he used to get SORE and HELPED THE RIGHT CAUSE
WITH ALL HIS MIGHT." I [Muhammad (peace and blessings
of Allah be upon him)] forbade that a sword which has
" It is not allowable for a man to keep apart from his
brother for more than three days, the one turning away
and the on"
(Tirmidhi). (Muhammad The Ideal Prophet. by Sayyid
Suliman Nadwi).
IkhWah : Nah, nih ada nih, hadis yang mengatakan bahwa
nabi Muhammad marah ( SORE = marah atau jengkel )
kalau ada yang melawan kebaikan dan kebenaran, tapi di
tindaklanjuti dengan membantu menjelaskan kebaikan tsb
dengan seluruh kemampuannya. Tapi bukan dengan
mengkafiri atau menuduh yang tidak tidak bukan ?
APakah ini yang menjadi dasar hukumnya WAJIB marah ?
Ataukah hadis ini mengalahkan Ali Imran 134 ?
7. Abu Dawud
Book 41, Number 4762:
Narrated Mu'adh ibn Jabal:
Two men reviled each other in the presence of the
Prophet (peace_be_upon_him) and one of them became
excessively angry so much so that I thought that his
nose will break up on account of excess of anger. The
Prophet (peace_be_upon_him) said: I know a phrase
which, if he repeated, he could GET RID OF this angry
feeling. They asked: What is it, Apostle of Allah? He
replied: He should say: I seek refuge in Thee from the
accursed devil. Mu'adh then began to ask him to do so,
but he refused and persisted in quarrelling, and began
to enhance his anger.
IkhWah : Jelas sekali Nabi menyuruh kita, kalau kita
marah dengan mengucapkan Aku berlindung kepada Allah
dari Godaan Setan yang terkutuk. Bukankah jelas sekali
bahwa Nabi menyatakan bahwa Marah itu adalah perbuatan
setan ?
Book 41, Number 4764:
Narrated AbuDharr:
The Apostle of Allah (peace_be_upon_him) said to us:
When one of you becomes angry while standing, he
should sit down. If the anger leaves him, well and
good; otherwise he should lie down.
IkhWah : Cara caar menguasai marah, bukan dengan
mewajibkannya, tapi menghilangkannya.
Book 41, Number 4766:
Narrated Atiyyah as-Sa'di:
AbuWa'il al-Qass said: We entered upon Urwah ibn
Muhammad ibn as-Sa'di. A man spoke to him and made him
angry. So he stood and performed ablution; he then
returned and performed ablution, and said: My father
told me on the authority of my grandfather Atiyyah who
reported the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) as
saying: Anger comes from the devil, the devil was
created of fire, and fire is extinguished only with
water; so when one of you becomes angry, he should
perform ablution.
IkhWah : Anger come from DEVIL. Jelas sekali bukan ?
When one of you becomes angry, he SHOULD perform
ABLUTION ( wudhu ). Apakah Marah itu di WAJIBkan ?
Book 41, Number 4878:
Narrated Sa'id ibn al-Musayyab:
While the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) was
sitting with some of his companions, a man reviled
AbuBakr and insulted him. But AbuBakr remained silent.
He insulted him twice, but AbuBakr controlled himself.
He insulted him thrice and AbuBakr took revenge on
him. Then the Apostle of Allah (peace_be_upon_him) got
up when AbuBakr took revenge.
AbuBakr said: Were you angry with me, Apostle of
Allah?
The Apostle of Allah (peace_be_upon_him) replied: An
angel came down from Heaven and he was rejecting what
he had said to you. When you took revenge, a devil
came down. I was not going to sit when the devil came
down.
IkhWah : Di hina lho, ampe tiga kali, dan ketika Abu
Bakar mau membalas, malah dilarang Nabi dan mengatakan
bahwa Setan telah mendatanginya. Artinya ? :-)
8. Malik Muwwata
Section: Anger
Book 47, Number 47.3.11:
Malik related to me from Ibn Shihab from Humayd ibn
Abd ar-Rahman ibn Awf that a man came to the Messenger
of Allah, may Allah bless him and grant him peace, and
said, "Messenger of Allah, teach me some words which I
can live by. Do not make them too much for me, lest I
forget." The Messenger of Allah, may Allah bless him
and grant him peace, said, "Do NOT be ANGRY."
IkhWah : Jelas sekali dikatakan, Do Not Be Angry�
Adakah kewajiban ?
Book 47, Number 47.3.12:
Yahya related to me from Malik from Ibn Shihab from
Said ibn al-Musayyab from Abu Hurayra that the
Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him
peace, said, "A strong person is not the person who
throws his adversaries to the ground. A strong person
is the person who contains himself when he is angry."
IkhWah : Mengontrol marah
Book 47, Number 47.4.14:
Yahya related to me from Malik from Ibn Shihab from
Anas ibn Malik that the Messenger of Allah, may Allah
bless him and grant him peace, said, "Do not be angry
with each other and do not envy each other and do not
turn away from each other, and be slaves of Allah,
brothers. It is not halal for a muslim to shun his
brother for more than three nights."
IkhWah : Masih Do Not Be Angry juga.
9. Bukhari
Ini hadis yang disuruh saya mempelajari, mana mana
marah yang diperbolehkan ( di WAJIB kan ? ) bagi kita
umat muslim. Mari kita lihat�
Good Manners and Form (Al-Adab)
Volume 8, Book 73, Number 6:
Narrated Al-Mughira:
The Prophet said, "Allah has forbidden you ( 1 ) to be
undutiful to your mothers (2) to withhold (what you
should give) or (3) demand (what you do not deserve),
and (4) to bury your daughters alive. And Allah has
disliked that (A) you talk too much about others ( B),
ask too many questions (in religion), or (C) waste
your property."
IkhWah : Allah dislike ask too many question ( in
religion ). Pertanyaannya, kalaulah dislike ini ,
dikatakan Allah marah, dan menjadikan hujjah bahwa
kita boleh marah dengan alasan karena Allah marah,
maka timbul pertanyaan di benak saya, bagaimana dengan
perceraian ? Bukankah perceraian itu di benci (dislike
) Allah juga ? tapi apakah tidak di bolehkan ? Boleh.
Sama juga dengan hal ini, apakah kita tidak boleh kita
bertanya TERLALU BANYAK dalam Agama? Tentu tidak.
Karena bagaimana kita belajar dan mengetahui tentang
Islam jika kita tidak banyak bertanya ? Jadi apa
dasarnya jika dikatakan orang yang banyak bertanya
tidak jauh beda dengan kaum bani israil ? Nah, mungkin
yang dimaksud , memperolokan ? Apakah tindakan Wady
sudah memperolokan ? Jelas tidak, karena didasari
dengan pernyataan, mereka belum bertanya ke Buyanya
sebagai seorang ahli ilmu agama, baru bertanya sesame
mereka yang sama sama cetek agamanya. Coba baca deh
Hadis no 6702 dari Al Musnad, � Apa yang kamu telah
ketahui darinya ( Al Quran ) hendaklah kamu amalkan,
dan apa yang belum kamu ketahui darinya, hendaklah
KAMU KEMBALIKAN (TANYAKAN ) kepada ORANG YANG
MENGETAHUINYA. Yaitu BUYA nya. Salahkah ? Lha wong
hadis yang ngasih tahu caranya kok. Apakh sudah jatuh
kepada tuduhan peng-olokan ? Trus kenapa sekarang,
belum jelas kesalahannya ditunjukkan oleh buyanya,
sudah dituduh yang tidak tidak ? Siapakah kita ? Nabi
? Rasul ? Wakil Tuhan ? Bisa mengetahui isi hati
seseorang ? Apakah Surat Abasa itu tidak bisa
dijadikan ibroh bagi kita ? Bahwa Nabi sendiripun
pernah salah duga, sehingga diperingatkan oleh Allah,
siapa tahu orang buta itu ingin membersihkan dirinya
dari dosa ?
Alasan kedua, ada question marks dalam pernyataannya,
artinya mereka mempertanyakan dengan logika mereka
yang pada tingkatan SMA itu. Alasan ketiga, tidak ada
kesimpulan yang mereka buat itu betul, sebelum mereka
mendapatkan pemberitaan yang benar dari ahlinya.
Seperti yang disuruh dalam hadis tsb ? Tapi, ini kan
tidak, kita langsung menjatuhkan hukuman kepada dia
sebagai seseorang yang memperolokkan, sebagai seorang
kafir, sebagai seorang yang mempermainkan ayat Allah.
Bukankah itu suatu tuduhan ? Dugaan ? Menjadi
pertanyaan sekarang, apakah Wady benar benar tujuannya
memperolokkkan ?? tanyalah ke orangnya langsung.
Seandainya dia bilang tidak, maka kita sudah
memfitnah, yang artinya sama dengan memakan bangkai
saudara kita sendiri. Bukankah begitu ?
Sekiranya Wady menjawab , Iya. Maka, barulah jatuh
kepada nya tuduhan memperolokkan, dan saya pun juga
akan mengatakan bahwa wady telah memperolokkan. Tapi
setidak tidaknya, saya BELUM memfitnah saudara saya
sendiri sebelum tahu apa ayng sebenarnya terjadi. Itu
yang mesti kita jaga. Fitnah tsb.
Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu
khilaf kepadanya, tetapi ( yang ada dosanya ) apa yang
disengaja oleh hatimu ( Al Ahzab 5 )
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami
terlupa atau tersalah ( Al Baqarah 286 )
Bahkan bagi Allah saja, belum termasuk itu suatu dosa
jika kita khilaf / tidak disengaja, bagaimana kita
bisa langsung menuduh seseorang itu kafir, atau
memperolokkan ayat ?! Apakah kita wakil tuhan di atas
bumi, sedangkan jelas jelas Allah masih memberikan
kesempatan bagi kita untuk memperbaiki atas kekhilafan
kita ? Dan mengaku ngaku yang di sampaikan Kebenaran,
tapi dengan menuduh ? Kebenaran atas nama apa ?
Kemudian, dari hadis itu juga, jelas sekali Rasulullah
membagi dua hal, yaitu Allah has FORBIDDEN to you,
Allah melarangmu, dan Allah DISLIKE. Didalam
FORBIDDEN, tidak ada yang Allah melarang untuk banyak
bertanya. Baru pada point, Allah DISLIKE, terdapat
point yang menyatakan bahwa Allah tidak suka orang
orang yang banyak bertanya dalam masalah agama.
Kalaulah, dilarang Allah, maka seharusnya point yang
menyatakan �banyak bertanya � tersebut , masuk di
dalam point Allah FORBIDDEN dong.
Jadi sekiranya, seperti kaidah ushul fiqh yang
menyatakan " Al Aslu fil Amri lilwujuub, wal aslu
finnahyi lilkarahah ".itu diatas kaedah ushul Fiqh : "
Asal dari suatu perintah adalah untuk wajib, dan asal
dari suatu larangan untuk kebencian, atau kemarahan ".
Dan di hadis tsb, tidak termasuk pelarangan, tapi
masuk kepada Dislike ( tidak disukai ). Jika sekiranya
masuk kepada Forbidden, barulah kaidah ushul fiqh yang
disampaikan tsb, ( bisa jadi ) terkena hukumnya
pelarangan, untuk kebencian atau kemarahan tsb. Jadi
jika dasar untuk meWAJIB kan marah dalam koridor agama
disini, tampaknya mengada ada. Sebab masuknya pada
area Dislike, bukan Forbidden.
Trus, kita jangan terlalu taqlid deh dengan ushul
fiqh, sebab fiqh banyak juga pertentangan dari masing
masing mazhab. Tapi bukan berarti kita taqlid pada
satu kan ? Jangan karena satu kaidah ushul fiqh, kita
membuat harga mati terhadap suatu permasalahan,
Sehingga kita terjebak di dalamnya. Dan juga, bahkan
jumhur ulama berpendapat, tidak semua kesimpulan hukum
( ijtihad ) Mujtahid itu benar secara mutlak.
Adakalanya seorang mujtahid itu benar atau salah (
pendapat ini juga dikuatkan oleh sejumlah nash dari AL
Quran dan hadis). Juga tidak tertutup kemungkinan
adanya banyak kebenaran dalam hal hal tertenu. (
Fiqhul Ikhtilaf, Yusuf Qaradhawi ). Maka, bagaiamana
bisa anda mengatakan bahwa yang anda sampaikan
Kebenaran, sedangkan oarng lain tidak ? :-)
Volume 8, Book 73, Number 53:
Narrated 'Aisha:
(the wife of the Prophet) A group of Jews entered upon
the Prophet and said, "As-Samu-Alaikum." (i.e. death
be upon you). I understood it and said, "Wa-Alaikum
As-Samu wal-la'n. (death and the curse of Allah be
Upon you)." Allah's Apostle said "Be calm, O 'Aisha!
Allah loves that on, should be kind and lenient in all
matters." I said, "O Allah's Apostle! Haven't you
heard what they (the Jews) have said?" Allah's Apostle
said "I have (already) said (to them) "And upon you !
"
IkhWah : Bukankah kemarahan Aisha ini di larang oleh
Rasulullah ? Dan mengatakan, Should be kind and
lenient in ALL matters.
Judgment
Volume 9, Book 89, Number 272:
Narrated 'Abdur Rahman bin Abi Bakra:
Abu Bakra wrote to his son who was in Sijistan: 'Do
not judge between two persons when you are angry, for
I heard the Prophet saying, "A judge should not judge
between two persons while he is in an angry mood."
Volume 8, Book 73, Number 54:
Narrated Anas bin Malik:
A bedouin urinated in the mosque and the people ran to
(beat) him. Allah's Apostle said, "Do not interrupt
his urination (i.e. let him finish)." Then the Prophet
asked for a tumbler of water and poured the water over
the place of urine.
IkhWah : Coba kalau sekarang, ada orang yang
mengencingi masjid, mungkin kita bunuh kan ? padahal
tidak begitu di ajarkan Nabi. Hadis ini menunjukkan
bagaimana kita mesti bersikap kepada orang yang tidak
mengerti agama Islam. Dan tanpa kemarahan.
Volume 8, Book 73, Number 56:
Narrated Masruq:
Abdullah bin 'Amr mentioned Allah's Apostle saying
that he was neither a Fahish nor a Mutafahish.
Abdullah bin 'Amr added, Allah's Apostle said, 'The
best among you are those who have the best manners and
character.'
IkhWah : Apakah marah itu Best Manners and Character ?
Rasanya belum pernah saya lihat buku atau tulisan
yang mengatakan begitu. Bahkan sekarang ada pelajaran
baru yaitu Emotional Quotient, bagaimana kita
meminimalkan emosi kita dan membuatnya menjadi sesuatu
kekuatan. Kenapa kok ada fatwa Marah itu di WAJIBkan ?
Volume 8, Book 73, Number 57:
Narrated 'Abdullah bin Mulaika:
'Aisha said that the Jews came to the Prophet and
said, "As-Samu 'Alaikum" (death be on you). 'Aisha
said (to them), "(Death) be on you, and may Allah
curse you and shower His wrath upon you!" The Prophet
said, "Be calm, O 'Aisha ! You should be kind and
lenient, and beware of harshness and Fuhsh (i.e. bad
words)." She said (to the Prophet), "Haven't you heard
what they (Jews) have said?" He said, "Haven't you
heard what I have said (to them)? I said the same to
them, and my invocation against them will be accepted
while theirs against me will be rejected (by Allah). "
IkhWah : Be CALM, O Aisha ! You should be kind and
lenient, and beware of harshness and Fuhsh (i.e. bad
words)." Di narasikan dari orang yang berbeda, dengan
isi sama
Volume 8, Book 73, Number 59o:
Narrated 'Aisha:
A man asked permission to enter upon the Prophet. When
the Prophet saw him, he said, "What an evil brother of
his tribe! And what an evil son of his tribe!" When
that man sat down, the Prophet behaved with him in a
nice and polite manner and was completely at ease with
him. When that person had left, 'Aisha said (to the
Prophet). "O Allah's Apostle! When you saw that man,
you said so-and-so about him, then you showed him a
kind and polite behavior, and you enjoyed his
company?" Allah's Apostle said, "O 'Aisha! Have you
ever seen me speaking a bad and dirty language?
(Remember that) the worst people in Allah's sight on
the Day of Resurrection will be those whom the people
leave (undisturbed) to be away from their evil
(deeds)."
IkhWah : Saya kutip..O 'Aisha! Have you ever SEEN me
speaking a BAD and DIRTY language? (Remember that) the
WORST PEOPLE in Allah's sight on the Day of
Resurrection will be those whom the people leave
(undisturbed) to be away from their EVIL (deeds).
Volume 8, Book 73, Number 61:
Narrated Masruq:
We were sitting with 'Abdullah bin 'Amr who was
narrating to us (Hadith): He said, "Allah's Apostle
was neither a Fahish nor a Mutafahhish, and he used to
say, 'The best among you are the best in character
(having good manners)."'
IkhWah : Apakah angry is a good manners ?
Volume 8, Book 73, Number 71:
Narrated Abu Dhar:
That he heard the Prophet saying, "If somebody accuses
another of Fusuq (by calling him 'Fasiq' i.e. a wicked
person) or accuses him of Kufr, such an accusation
will revert to him (i.e. the accuser) if his companion
(the accused) is innocent."
Volume 8, Book 73, Number 74:
Narrated Sulaiman bin Surad:
A man from the companions of the Prophet said, "Two
men abused each other in front of the Prophet and one
of them became angry and his anger became so intense
that his face became swollen and changed. The Prophet
said, "I know a word the saying of which will cause
him to relax if he does say it." Then a man went to
him and informed him of the statement of the Prophet
and said, "Seek refuge with Allah from Satan." On
that, angry man said, 'Do you find anything wrong with
me? Am I insane? Go away!"
IkhWah : Seek refuge with Allah from Satan. Angry is a
satanic work
Volume 8, Book 73, Number 80:
Narrated 'Aisha:
A man asked permission to enter upon Allah's Apostle.
The Prophet said, "Admit him. What an evil brother of
his people or a son of his people." But when the man
entered, the Prophet spoke to him in a very polite
manner. (And when that person left) I said, "O Allah's
Apostle! You had said what you had said, yet you spoke
to him in a very polite manner?" The Prophet said, "O
'Aisha! The worst people are those whom the people
desert or leave in order to save themselves from their
dirty language or from their transgression."
Volume 8, Book 73, Number 85:
Narrated Ibn Mas'ud:
Once Allah's Apostle divided and distributed (the war
booty). An Ansar man said, "By Allah ! Muhammad, by
this distribution, did not intend to please Allah." So
I came to Allah's Apostle and informed him about it
whereupon his face became changed with anger and he
said, "May Allah bestow His Mercy on Moses for he was
hurt with more than this, yet he remained patient."
IkhWah : for he was hurt with more than this, yet he
remained PATIENT. Ada kemarahan nabi, tapi apakah
kemudian yang keluar adalah kata kata yang kasar ?
Volume 8, Book 73, Number 111:
Narrated Anas bin Malik:
While I was going along with Allah's Apostle who was
wearing a Najrani Burd (sheet) with a thick border, a
bedouin overtook the Prophet and pulled his Rida'
(sheet) forcibly. I looked at the side of the shoulder
of the Prophet and noticed that the edge of the Rida'
had left a mark on it because of the violence of his
pull. The bedouin said, "O Muhammad! Order for me some
of Allah's property which you have." The Prophet
turned towards him, (smiled) and ordered that he be
given something.
IkhWah : Smile, padahal udah dikasarin�� Maka menjadi
pertanyaan bagi kita semua terhadap hadis hadis yang
mengumbarkan kemarahan atas nabi, apakah benar nabi
seperti itu ? Mengumbar kemarahan ? Rasanya hal itu
hanya merusak ke Ishmahan Nabi saja.
Ishmah diperlukan pada seorang Nabi lantaran Nabi
memiliki tugas utama sebagai penyampai
instruksi/risalah Illahi kepada segenap umat manusia.
Baik yang beriman kepada-Nya maupun tidak. Sifat ini
pun menjaga keotentikan dan kemuliaan wahyu sehingga
kabar yang disampaikan dapat dipercaya. Lebih jauh
dalam kitab Ushulul Aqidah Fin Nubuah, Assayyid Mahdi
Ash Shadr menguraikan Ishmah Nabi sebagai berikut;
Pertama, mustahil bagi Allah untuk mengutus seorang
Rasul guna menunjukkan yang hak dan mengajak manusia
kepada yang baik, sedangkan ia terkotori oleh dosa.
Kedua, jika seorang Nabi tidak memiliki Ishmah, maka
boleh saja ia berdosa. Dan hal ini mengakibatkan
ketidakpercayaan manusia kepadanya. Ketiga, jika
seorang Nabi boleh berdosa, maka manusia wajib
mengikutinya, atau tidak. Jika diikuti maka berarti
Allah memperbolehkan perbuatan dosa, dan jika tidak
diikuti maka keberadaan Rasul tidak berarti apa-apa.
Maka kedua hal itu mustahil. Keempat; jika Rasul boleh
berdosa, maka tidak lagi menjadi panutan yang baik.
Hal ini bertolak belakang dengan peran Rasul sebagai
panutan ke jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT.
Demikian makna Ishmah Nabi yang menggambarkan betapa
mulianya seorang Rasul atau utusan Allah. Oleh karena
itu apa pun berita, cerita atau kabar tentang Nabi
baik menyangkut perkataan, perbuatan, dan ketentuannya
yang berlawanan dengan arti ishmah, maka patut
dikritisi atau malah dicurigai keberadaan hadits itu.
Volume 8, Book 73, Number 135:
Narrated Abu Huraira:
Allah's Apostle said, "The strong is not the one who
overcomes the people by his strength, but the strong
is the one who controls himself while in anger."
Volume 8, Book 73, Number 136:
Narrated Sulaiman bin Sarad:
Two men abused each other in front of the Prophet
while we were sitting with him. One of the two abused
his companion furiously and his face became red. The
Prophet said, "I know a word (sentence) the saying of
which will cause him to relax if this man says it.
Only if he said, "I seek refuge with Allah from Satan,
the outcast.' " So they said to that (furious) man,
'Don't you hear what the Prophet is saying?" He said,
"I am not mad."
IkhWah : Malah disuruh ngomong I seek refuge with
Allah from Satan, the outcast
Invocation
Volume 8, Book 75, Number 373:
Narrated Anas:
Once the people started asking Allah's Apostle
questions, and they asked so many questions that he
became angry and ascended the pulpit and said, "I will
answer whatever questions you may ask me today." I
looked right and left and saw everyone covering his
face with his garment and weeping. Behold ! There was
a man who, on quarreling with the people, used to be
called as a son of a person other than his father. He
said, "O Allah's Apostle! Who is my father?" The
Prophet replied, "Your father is Hudhaifa." And then
'Umar got up and said, "We accept Allah as our Lord,
and Islam as (our) religion, and Muhammad as (our)
Apostle; and we seek refuge with Allah from the
afflictions." Allah's Apostle said, " I have never
seen a day like today in its good and its evil for
Paradise and the Hell Fire were displayed in front of
me, till I saw them just beyond this wall." Qatada,
when relating this Hadith, used to mention the
following Verse:--
'O you who believe! Ask not questions about things
which, If made plain to you, May cause you trouble.
(5.101)
Volume 8, Book 73, Number 137:
Narrated Abu Huraira:
A man said to the Prophet , "Advise me! "The Prophet
said, "Do not become angry and furious." The man asked
(the same) again and again, and the Prophet said in
each case, "Do not become angry and furious."
IkhWah :Do NOT become Angry and Furious. 3 kali
Volume 8, Book 73, Number 146:
Narrated Anas bin Malik:
The Prophet said, "Make things easy for the people,
and do not make it difficult for them, and make them
calm (with glad tidings) and do not repulse (them )."
IkhWah : Subhanallah, ya Rasulullah, indahnya
ajaranmu.
Volume 8, Book 73, Number 152:
Narrated Aisha:
A man asked permission to see the Prophet. He said,
"Let Him come in; What an evil man of the tribe he is!
(Or, What an evil brother of the tribe he is)."
But when he entered, the Prophet spoke to him gently
in a polite manner. I said to him, "O Allah's Apostle!
You have said what you have said, then you spoke to
him in a very gentle and polite manner? The Prophet
said, "The worse people, in the sight of Allah are
those whom the people leave (undisturbed) to save
themselves from their dirty language."
IkhWah : Walaupun Rasulullah tidak menyukai orang tsb,
tapi Rasulullah tetap lembut ngomongnya
Volume 8, Book 73, Number 160:
Narrated Abu Huraira:
The Prophet said, "Whoever believes in Allah and the
Last Day, should serve his guest generously; and
whoever believes in Allah and the Last Day, should
unite the bond of kinship (i.e. keep good relation
with his Kith and kin); and whoever believes in Allah
and the Last Day, should talk what is good or keep
quite "
IkhWah : Should talk what is good or keep QUITE.
Setelah saya buka hadis hadis, baik dari Bukhari,
Muslim, Malik Muwata, dan Abu Dawud, tidak ada suatu
ketentuan WAJIB marah, ataupun mana mana marah yang
diperbolehkan tsb yang dikatakan berada dalam koridor
agama tsb. Padahal , dengan tidak ada suaut ketentuan
tsb yang me ngatakan mana mana marah ayng di bolehkan
( WAJIB kan ) dalam koridor agama tsb, sehingga
menjadi absurd buat saya. Apakah misalnya Rasulullah
memarahi istrinya, itu dikatakan dasar WAJIB marah ?
Apakah itu marah dalam koridor agama ?
Tentang Takfir
Abu Dawud dalam Kitabul Jihad
Tiga hal termasuk prinsip keimanan : Menahan diri dari
orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah, tidak
mengkafirkan karena suatu dosa dan tidak
mengeluarkannya dari Islam akrena suatu perbuatan���..
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Ya�la dari jalan
lain
Ibnu Umar ra berkata :
Tahanlah diri kalian dari ( menuduh ) orang yang
mengucapkan La Ilaha Illallah, janganlah kalian
mengkafirkan mereka karena suatu dosa. Barangsiapa
mengkafirkan orang yang mengucpakan La Ilaha Illallah,
maka ia lebih dekat kepad kekafiran ( Diriwayatkan
oleh Thabrani di dalam Al Kabir dari hadis Dhahhak bin
Hamrah dari Ali bin Zaid )
Dunsanak yang dirahmati Allah SWT,
Ada yang menanyakan mengapa saya menghabiskan energi
untuk debat seperti ini. Sekali lagi saya mesti
menjelaskan, bahwa ini bukan debat. Saya bukan ahli
agama, dan saya ingin bertanya kepada orang orang di
milis, tentang suatu hal dalam agama. Tapi yang
dituduh adalah debat kusir, sok pintar dan segala
macamnya. Terlalu gampang mulut seseorang mengucapkan
dirty words. Terlalu gampang mengeluarkan tuduhan
tuduhan.:-)
Dan (Muhammad) bermuka masam dan berpaling. Kaerna
telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu
barangkali ia ingin membersihkan dirinya ( dari dosa )
( abasa 1-3 )
Dan buat sanak wady, maaf, saya tidaklah berposisi
membela anda. Hanya saja, karena kasus anda, kemudian
ada keluar fatwa WAJIB marah karena koridor agama.
Anggaplah fatwa WAJIB marah itu ada, sehingga di
WAJIBkan marah kepada WADY karena telah memperolokkan
agama ? Padahal jelas jelas ada hadis yaitu Hadis no
6702 dari Al Musnad, � Apa yang kamu telah ketahui
darinya ( Al Quran ) hendaklah kamu amalkan, dan apa
yang belum kamu ketahui darinya, hendaklah KAMU
KEMBALIKAN (TANYAKAN ) kepada ORANG YANG
MENGETAHUINYA. Yaitu BUYA anda. Nah, justru sanak
belum menanyakan ke buya sanak, makanya saya masih
berfikiran positif bahwa sanak melemparkan ke milis
untuk mendapatkan jawabanya. tapi apakah kasus sanak
itu termasuk sudah memperolokkan ? Dan kemudian ada
orang orang yang ahli agama, dengan gampangnya
menuduh, bahwa telah memperolokkan ayat Allah. Terlalu
gampang menuduh, menyamakan dengan orang kafir,
dibilang tidak menuduh. Ngotot lagi bahwa yang dia
lakukan benar. :-) Merasa bahwa karena ketidaktahuan
anda bismillah itu masuk kategori ayat apa tidak,
dianggap telah mengolokkan ayat Al Quran. Sedangkan
jelas jelas Allah mengampuni kekhilafahan kita bila
tidak di sengaja. Apakah beliau bertindak di atas
kekuasaan Allah ?
Bagi saya, milis adalah sesuatu tempat untuk menambah
pengetahuan. Terlalu sering di dalam milis, orang
menuduh kafir, menuduh memperolokan ayat Allah, dan
lain sebagainya, tapi dasarnya lemah.
Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. (hanya)
Dialah yang paling mengetahui tentang orang orang yang
bertakwa ( An Najm 32 )
Dan itu sesuatu hal mesti saya pertanyakan dasarnya
darimana. Sama juga dengan hal ini. Saya awalnya
adalah mempertanyakan dasar hokum, ataupun hujjah yang
kuat yang dikatakan oleh salah seorang sanak kita
adalah WAJIB marah. Itu yang saya tidak tahu dasarnya.
Sudah saya buka buku, saya buka Al Quran dan lain lain
sumber, tapi saya tidak menemukannya. Ketika
diutarakan dasarnya , ternyata lemah juga. Dan bagi
saya, ilmu itu penting, supaya tidaksalah dalam
menjalaninya. Sekiranya ada hujjah yang sangat kuat,
yang mengatakan WAJIB marah dalam koridor agama,
ataupun menunjukkan mana mana marah yang di WAJIB kan
dalam koridor agama tsb, maka saya akan terima dengan
senang hati terhadap hujjah tsb. Tapi tolong
sambungkan dengan hadis hadis dan isi Al Quran ini
semua. Bukankah terjadi kontradiksi ? Dan seharusnya
tidak ada kontradiksi dalam masalah agama. Jika tidak
ada, maka berarti kita telah memelintir suatu hukum,
yang tiada kewajiban disana, tapi menjadi wajib.
Jika seandainya, perintah rajam, bunuh, dan potong
tangan itu dikatakan sebuah bentuk kemarahan yang
dibolehkan. Maka saya bersedia buka diskusi tentang
hal ini. ( Ini baru saya katakan saya akan buka
diskusi ). Bahwa itu bukanlah sebuah ekspresi
kemarahan. Itu adalah untuk keadilan bagi umat
manusia. Silakan buka diskusi ini, maka akan saya
jelaskan pendapat saya sejelas jelasnya bahwa itu
bukanlah ekspresi kemarahan.
Jika sebaris kata dari kaidah ushul fiqh menjadi
patokan bahwa asal sebuah larangan adalah kebencian
atau kemarahan, ya terserah kita, mau berhujjah kepada
kaidah ushul fiqh, atau kepada Al Quran Ali Imran 134
? Mana yang lebih kuat ?
Jika beralasan bahwa marah karena hal hal keduniawian,
itu tidak boleh, tapi kalau agama, di WAJIBkan. Ini
bias� Marah seperti apa yang duniawi, seperti apa yang
agama ? Jadi Al Muzammil 10 dan Al Furqan 20 itu, apa
dijelakan begitu ? Bukankah kasus dalam ayat itu
termasuk koridor agama juga ?
Maka tolonglah dunsanak, jika ada dunsanak yang dapat
menerangkan WAJIB marah itu hujjahnya darimana, tolong
sampaikan dengan elegan kepada saya dan sanak surau
serta RN seluruhnya.
Itu saja. Jika tidak ada, ya tidak apa apa. Saya akan
tutup pertanyaan ini, dan mungkin suatu saat , jika
saya ketemu dengan orang yang lebih paham akan agama,
akan saya pertanyakan lagi. Ataukah sanak Azhari
berkenan menjelaskannya ?
Jika ada kalimat yang salah, itu berarti dari saya
yang dhaif ini, jika ada yang benar, berarti itu
datang dari Allah SWT. Wallahualam
Wassalam
IkhWah
Imam Syafii pernah berkata : Pendapatku benar tapi
mengandung kemungkinan salah, sedangkan pendapat orang
lain salah tapi mengandung kemungkinan untuk benar.
Jadi, janganlah menganggap apa yang kita sampaikan
Kebenaran. Kebenaran itu hanya ditangan Allah. Kita
hanya dapat melihat tanda tanda nya saja di dunia.
Dari tanda tanda itulah kita bisa menilai apakah
ijtihad kita benar atau tidak.
Dan salah satu contoh, jika marah dalam koridor agama
itu diwajibkan, hmmm�. Berarti sunni dan syiah yang
saling ngebom itu apa dibenarkan ? pengeboman yang
dilakukan oleh Amrozi itu benar ? Pengeboman atas
kedubes, JW Marriot, BEJ, pembunuhan sandera di Irak,
dan lain lain itu apa dibenarkan ? Bukankah itu karena
KEMARAHAN ? Kemarahan karena kecongkakan Amerika dan
Israel thd dunia Islam ? Apakah caranya dibenarkan ?
Apakah kemarahan yang di WAJIB kan itu merupakan suatu
Kebenaran ?
SIlakan berpendapat demikian, dan mari kita tunggu
seperti apa wajah Islam ke depan nanti, apakh seperti
Ali Imran 134 , seperti yang diharapkan oleh Karen
Armstrong, atau kah kemarahan seperti yang salah
seorang sanak kita katakn itu yang akan menjadikan
islam lebih baik di masa depan�.
Wassalam
IkhWah
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________