Assalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuh

Ismet, karena memang mau membahas masalah ini dengan dalil, berikut 
pembahasan QS Al-Baqarah 62 dari orang-orang yang memang belajar 
mengenai masalah-masalah aqidah dan syari'ah.

Dengan membaca tafsir berikut ini insya Allaah kita tidak akan 
menjadi "katak di bawah tempurung" pendapat kita pribadi yang 
sejujurnya masih kurang dalam ilmu agama dalam menyikapi ayat-ayat 
Allaah SWT.

Kalau setelah membaca tafsir berikut ini masih belum mengakui orang 
Nasrani dan Yahudi tidak masuk neraka, saya ingin bertanya, apakah 
yang membuat anda masih beragama Islam? Padahal kalau mau kan kita 
boleh ganti-ganti agama sebagai konsekuensi pendapat yang anda pegang.

Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuh
Muhammad Arfian

Syariahonline.com
Tafsir QS 2:62 : Apakah Agama Selain Islam juga Benar ?

Ass.Wr.Wb. Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-
orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka 
yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal 
saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada 
kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 
(QS. 2:62)

Mohon penjelasan tafsirnya, Terima Kasih. Ass.Wr.Wb

Baihaqi
Serpong
2004-01-09 16:55:28

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb. 
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil 
Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Ayat ini sering diperkosa oleh kalangan sekuler atau Islam liberal 
sebagai ayat yang membenarkan semua agama. Karena secara harfiyah, 
ayat ini sekilas memang menunjukkan bahwa yahudi, nasrani dan sabiin 
bila telah beriman kepada Allah SWT dan hari kiamat dan berbuat 
kebaikan, akan menerima pahala. Bahkan meski di ayat itu tidak 
disebutkan, sering dipahami dengan masuk surga dan agamanya benar 
atau diakui oleh Allah SWT juga.

Pemerkosaan ayat ini demi kepentingan kampanye bahwa semua agama 
adalah benar merupakan gaya khas para zindiq dan orang-orang yang 
ingin merusak agama ini. Bila dikupas lebih dalam, maka kesalahan 
fatalnya adalah :

Mengambil pengertian sekilas sebuah ayat lalu menambahinya dengan 
pemikiran pribadi bukanlah cara yang dibenarkan dalam metodologi 
tafsir, apalagi metodologi fiqih. 

Para ulama terbiasa mengkomparasikan sekian banyak ayat, hadits dan 
dalil-dalil lainnya sebelum mengambil kesimpulan. Sedangkan 
mencungkil sebuah ayat tanpa membandingkan pemahamannya dengan yang 
lain adalah ciri para zindiq dan provokator yang menyesatkan. 

Ayat itu sama sekali tidak memberikan pengertian bahwa nasrani atau 
yahudi itu adalah agama yang benar. Apalagi disamakan dengan Islam. 
Ayat itu hanya menyebutkan bahwa bila beriman kepada Allah SWT, hari 
akhir dan berbuat baik, maka mendapat pahala. Tapi tidak ada 
keterangan bahwa agama mereka itu benar dan diterima Allah SWT. Yang 
ada hanyalah Allah SWT memberikan balasan kepada amal shalih yang 
mereka lakukan. Namun dengan syarat iman kepada Allah SWT dan hari 
akhir. 

Dan iman kepada Allah SWT itu bukan sekedar percaya bahwa Allah SWT 
itu ada. Karena kalau hanya sampai disitu, orang-orang arab jahiliyah 
pun juga percaya bahwa Allah SWT itu ada. Silahkan simak ayat berikut 
ini : 

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang 
menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu 
mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka dipalingkan .
(QS. Al-Ankabut : 61). 

Arab Jahiliyah yang menyembah 360 berhala di sekeliling ka'bah itu 
tak ada satu pun dari mereka yang atheis, semuanya iman kepada Allah 
SWT dalam arti percaya bahwa Allah SWT itu ada. Bahkan lebih dari 
itu, mereka pun menyembah Allah SWT, berkurban, berhaji dan 
bertawakkal kepada Allah SWT. Dengarlah apa yang diucapkan oleh Abdul 
Muttalib ketika ka'bah hendak dihancurkan oleh Abrahah, ka'bah ini 
memiliki tuhan yang akan melindunginya. Karena itu beliau hanya 
meminta unta-untanya yang dirampas Abrahah dan yakin sekali bahwa 
Allah SWT pasti melindungi ka'bah. 

Tapi semua keimanan itu tidak ada gunanya, karena doktrin iman versi 
Al-Quran Al-Karim tidaklah berhenti sampai disitu, melainkan sampai 
pada dua kalimat : Tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali hanya 
Allah SWT�dan Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allah Artinya, 
segala penyembahan dalam bentuk apapaun dan kepada objek apapun harus 
dibuang, kecuali hanya kepada Allah SWT saja. Dan bahwa Muhammad itu 
bukan sekedar tokoh jenius, berpengaruh atau sosok pemimpin, tapi 
lebih dari itu, beliau adalah manusia yang diturunkan kepadanya kitab 
suci, wahyu, syariat dan agama terakhir yang menghapus semua syariat 
dan agama lainnya. 

Itulah pengertian iman versi Al-Quran Al-Karim. Jadi bukan sekedar 
percaya kepada tuhan. Kalau sekedar percaya, maka hitler, Musolini 
dan semua begundal dunia pun percaya. 

Bila ayat itu dipahami bahwa semua agama adalah benar dan pasti 
pemeluknya mendapat pahala, maka pemahaman sesat seperti itu 
bertabrakan dengan sekian banyak ayat dan hadits lainnya. Misalnya : 

a. Agama disisi Allah SWT hanya Islam saja, lainnya tidak 
Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imran : 19). 

b. Agama lain selain Islam tidak akan diterima dan rugi 
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali 
tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-
orang yang rugi.(QS. Ali Imran : 85). 

c. Al-Quran Al-Karim secara tegas menyatakan bahwa Nasrani itu kafir 
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya 
Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai 
Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang 
yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya 
surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang 
zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah : 72). 

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah 
salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan 
selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang 
mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan 
ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah : 73). 

d. Nasrani itu Dilaknat Allah SWT 
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud 
dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka 
dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak 
melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat 
buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.(QS. Al-Maidah : 78-79). 

e. Nasrani dan Yahudi itu Diperangi Allah SWT 
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang 
Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan 
mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir 
yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai 
berpaling?(QS. At-Taubah : 30).

f. Nasrani Itu Celaka Karena Menodai Kesucian Kitabnya 
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab 
dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", 
untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka 
kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh 
tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, 
akibat apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-Baqarah : 79). 

g. Nasrani itu selain menyembah Isa juga menyembah pendeta dan rahib 
mereka 
Mereka menjadikan para pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan 
selain Allah dan Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh 
menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah 
dari apa yang mereka persekutukan.(QS. At-Taubah : 31). 

Yang benar dalam menafsirkan ayat Al-Baqarah : 62 adalah dengan 
membaca ayat lainnya yaitu surat An-Nisa : 162. 

Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka (ahli 
kitab) dan orang-orang mu'min, mereka beriman kepada apa yang telah 
diturunkan kepadamu , dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan 
orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang 
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan 
Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.(QS. An-Nisa : 162). 

Beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW), 
yaitu beriman dan membenarkan Al-Quran Al-Karim serta menjadikannya 
sebagai kitab suci dan pedoman hidup.. 
Beriman kepada apa yang telah diturunkan sebelummu, yaitu kitab-kitab 
sebelumnya, tentu yang masih asli dan belum dinodai dengan tambahan 
dan mengurangan. 
Mendirikan shalat sebagaimana yang telah ditentukan oleh Rasulullah 
SAW , karena syariat shalat yang dibawa nabi Isa telah dinasakh 
(dihapus) dan diganti dengan aturan baru yang dibawa oleh Rasulullah 
SAW. 
Menunaikan zakat 
Beriman kepada Allah 
Beriman kepada hari kemudian. 

Jadi tidak cukup sekedar percaya bahwa tuhan itu ada dan kiamat itu 
ada dan melakukan kebaikan, lantas mendapat pahala. 

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke