Assalamualaikum.Wr.Wb.
Belajar bahasa Arab, atau bahasa Al Quran, bahasa
syurga, gampang-gampang sulit, atau sulit-sulit
gampang. Tergantung dari kesiapan waktu, hati, jiwa,
keikhlasan, dan kemauan yang kuat.
Bagi saya ngak ada istilah tua atau terlambat dalam
belajar. Bukankah rasulullah SAW sudah bersabda ,
Tuntutlah ilmu itu, mulai dari buayaian hingga keliang
lahat.
Menuntut ilmu itu wajib bagi muslimin dan muslimat,
tanpa ada perbedaan.
Saya percaya dan yakin akan firman Allah , Tidak akan
sama orang yang berilmu dan yang tak berilmu, yang
tahu dan yang tidak tahu.
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman
lagi berilmu beberapa derajat.
Dan sesuai dengan firmanNya juga , Yang benar-benar
takut pada Allah itu adalah para Ulama.
Dari sekian Ayat-ayat Allah dan hadist-hadist nabi
bagaimana pentingnya menuntut ilmu dan derajat mereka
, hal inilah yang seharusnya mendorong kita untuk
terus dan sabar dalam pencapaian ilmu, sampai akhir
hayat hidup kita.
Tuntutlah ilmu itu dengan penuh keikhlasan ,
semata-mata untuk mendekatkan diri kita pada Allah dan
mengetahui rahasia � rahasia Al Quran, bukan menuntut
ilmu untuk mencari ketenaran, membantah dan melawan
orang , agar bisa dikatakan pintar, hebat, mengejar
titel, atau jabatan, bukan, bukan itu niat menuntut
ilmu, tapi benar-benar ikhlas, ingin semakin dekat
padaNya, pasti Allah akan memenuhi janjiNya, yang
tercantum dalam ayat-ayat diatas juga akan mengajarkan
kita manusia apa-apa yang tidak kita ketahui
sebelumnya.
Jangan sekali-kali menuntut ilmu itu agar kita
dikatakan orang pintar, hebat berdebat, berdiskusi,
dan sebagainya itu. Bakalan ngak berkah semua ilmu
itu, karena kurang ikhlash. Bukankah sudah dikatakan ,
Allah tidak akan melihat bentuk tubuh luar kamu,
tetapi melihat hati kamu.
Dalam menuntut ilmu diusia lanjut, atau boleh
dikatakan usia diatas rata-rata 40 thn keatas, tentu
akan berbeda dengan menuntut ilmu ketika masih muda,
apalagi masih belum usia baligh, karena jelas, sangat
jarang usia ini berbuat dosa, berbanding terbalik
dengan kita yang telah baligh, atau dewasa, dosa
bertebaran disana-sini, bagai jamur di musim hujan,
tanpa kita sadari, jangan merasa diri suci, bebas dari
dosa dan kesalahan.
Tapi sadarilah kita banyak salah, banyak dosa, untuk
itu selalulah kita beristigfar. Agar ilmu dengan
gampang masuk ke jiwa kita. Sebab ilmu itu adalah
cahaya, dan cahaya itu tidak akan menetap lama di hati
orang-orang yang berjiwa tidak baik. Bisa jadi ia
pintar, tapi ilmunya tak berkah.
Hal-hal yang kelihatannya sepele inilah yang
seharusnya menjadi perhatian kita dalam menuntut ilmu,
jangan cuman mengandalkan IQ saja. Tapi keimanan
didada, haruslah tertanam dan tertancap dengan kuat,
bila kita ingin ilmu kita bermanfaat buat diri kita,
dan orang lain, juga bertahan sampai akhir hayat
kelak.
Metode praktis untuk mendalami bahasa Arab/ Al Quran,
sebagaimana yang telah saya berrikan pada ibu-ibu di
tempat saya tinggal saat ini adalah,
1 ), Biasakan membaca Al Quran dalam sehari itu
minimal dua kali sehari , maksimal sebanyak-banyaknya,
netral, setiap habis shalat, satu, atau dua lembar
setiap kali baca. Dan biasakan kita selalu berwudhu
sebelum belajar apa saja, apalagi ketika membaca Al
Quran
2 ), Baca dengan makhraj yang tepat ( dalam hal ini
perlu ada yang mendengarkan, atau lebih baik yang
membimbing kita ), tajuid dan tanda-tanda berhenti
yang telah di buat oleh para ulama Qurra di dalam Al
Quran.
Tanda berhenti itu berfungsi untuk mensesuaikan
artinya , contoh
Saya pergi kerumah sakit dengan ibu ,..,
kalau saja kita berhenti sampai dikata ,
Saya pergi kerumah ( lantas kita berhenti ), kemudian
kita sambung kalimat selanjutnya,
Sakit dengan Ibu.
( akan janggal kedengarannya, tidak sesuai dengan
maksud si penyampai berita )
Maka akan membawa pengertian yang berbeda sekali.
Itulah salah satu contoh kalau di dalam Al Quran kita
membaca tidak sesuai dengan tanda henti tersebut.
Maka sebaiknya, kita pelajari tajuid, makhraj huruf
dan tanda-tanda henti itu dahulu.
3 ), Untuk mempermudah pengertian apa yang kita baca,
sebaiknya cukup baca selembar dua lembar, ngak perlu
banyak-banyak sehari itu, lantas cari arti kosa
katanya satu persatu dengan melihat kamus, setelah itu
baru lihat terjemahan secara keseluruhannya.
Tanpa kita sadari kita telah belajar bahasa Arab
sehari itu sedikit demi sedikit toh lama kelamaan jadi
bukit, dan seterusnya jadi gunung.
4 ), Ada baiknya kita menghafal sedikit demi sedikit
ayat-ayat yang kita baca itu, agar mempermudah kita
menguasai kosa kata bahasa Arab itu sendiri. Cara yang
termudah adalah dengan menghafal bahasa Al Quran itu
sendiri. Kalau sudah faham arti , dan maksudnya
dengan melihat masing -masing kosa kata itu tadi, maka
akan mempermudah kita menghafalnya.
5 ), Kalau perlu tuliskan di dalam catatan kita
kata-kata yang kita cari tadi, dalam buku kecil yang
bisa masuk saku, jadi kemana aja kita pergi kita bisa
membuka dan menghafalnya, paling tidak mengingatnya.
Secara tak langsung kita telah banyak menguasai
perbendaharaan bahasa Arab melalui Al Quran itu
sendiri.
6 ), Tahap selanjutnya , pelajari tafsirnya di
buku-buku tafsir yang di terbitkan oleh para ulama.
Minimal satu buku tafsir, maksimal sebanyak-banyaknya
kita mengumpulkan pendapat berbagai ulama, karena
masing-masing punya spesifik tersendiri dalam
penafsirannya.
7 ), Tahap terakhir, kita bisa menyampaikan pada
teman-teman dekat kita apa yang telah kita baca dan
fahami. Bukankah dalam hadist dikatakan ,
Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al Quran dan
yang mengajarkannya.
Namun begitu Islam mengajarkan kita untuk mempelajari
semua ilmu, karena dalam kata Iqra ayat pertama, tidak
disebutkan objek ( atau apa yang harus dibaca, dan apa
yang harus dipelajari ), jadi semua dapat dibaca.
Meski ilmu nujum sekalipun, kitab injil yang sudah
diubah sekalipun, kitab Weda dan sebagainya, tidak ada
salahnya kita membacanya, namun kita harus
pandai-pandai memilih dan memilah mana ilmu yang akan
membawa kita kepada jalan Allah.
Di dalam hadist sudah disebutkan ,
Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al Quran dan
yang mengajarkannya. Jadi ilmu Al Quran itu adalah
ilmu yang terbaik.Karena dalam Al Quran itu sendiri
mencakup segala aspek, baik keilmiahan, ataupun
keimanan, juga tentang hari akhir, jalan terakhir
hidup manusia di permukaan bumi ini.
Tahap yang tinggi inilah masuk pada dakwah, kita
melanjutkan tugas para nabi dan sebagai khalifah Allah
di muka bumi ini. Dan mencapai sebaik-baik ummat,
sebagaimana yang di sinyalir Allah dalam firmanNya
Kamu ( ummat islam ), adalah sebaik-baik ummat, yang
di keluarkan untuk manusia ( dengan syarat ), kamu
melaksanakan amar maruf nahi munkar..dst.
Demikian semoga bermanfaat. Salah dan janggal mohon
dimaafkan, wallahu alam bishawab.
Wassalam. Rahima, kairo 29 oktober 04
Nb , mohon maaf dalam tulisan saya , saya tak dapat
menuliskan tanda-tanda baca, seperti koma diatas, dua
kutip dan sebagainya itu, entah kenapa semenjak di
install ulang, campur aduk bahasa di komputer saya,
bahasa Arab, Inggris dan lainnya, yang menyulitkan
saya untuk menulis dengan tepat dengan tanda-tanda
baca. Jadi mohon dimaafkan, kesalahan ada di komputer
saya sendiri.
_______________________________
Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.
http://messenger.yahoo.com
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________