Waalaikumsalam.Wr.Wb

Sepanjang dalam mendidik anak sendiri, juga mengajar
di MAN2 BKT, memang,.kenyataan mengatakan begitu.

Anak perempuan lebih cepat dalam bahasa, namun anak
lelaki dalam ilmu eksakta, IPA, Matematika.

Anak PR saya,..cepat dewasa, pintar dalam bahasa, seni
melukis, nyanyi, musik, puisi dan sebaginya itu,
sementara 2 anak lelaki saya, Allahurabbi, susahnya di
suruh menghafal, membaca, apalagi bahas.

Kesukaan anak lelaki cenderung banyak main, kalau
belajar mau yang enaknya aja,  masak PR matematikanya,
soal dalam bentuk cerita, minta ceritanya dituliskan
mamanya, ntar jawabannya doank ia yang isi..benar2
deh..dasar anak lelaki,.pemalas,..itu yang kepikir
oleh saya,.tapi segi IQ, dan kecepatan nangkap dalam
segi Matematika, IPA,juga gambar spiderman,
Superman,.wah..kalau yang beginian pas sekali gambaran
mereka, saya ngak mampu setepat itu menggambarnya, dan
yang sejenis itulah, subahanallah,.sampai saya
berfikir, maha agung Allah,.


Lelaki diberi akal yang lebih cerdas, otak yang lebih
kuat,dalam hal ini( tapi saya yakin ngak semuanya
begitu )hanya seringnya anak lelaki.......kalau
disuruh Allahu rabbi,.malasnya minta ampun,.beda
dengan anak pr, ngak perlu disuruh malah ia sendiri
yang ngerti.

Dalam menghafal Quran, dan tulis baca ini, jujur beda
anak saya yg pr dgn lelaki. Yg pr umur 5 thn sudah
hafal banyak, dan sudah bisa tulis baca latin dan Al
Quran. Sementara lk, umur 5 setengah tahun.

Hanya saja,.dalam jangka waktu enam bulan saya
mengajarkan anak saya PR tulis baca Al Quran dan
latin, juga bacaan shalatnya.

 Sedangkan anak Lelaki saya hanya dalam jangka waktu
sebulan ( sungguh,..ini kenyataan, mulai dari 0 besar,
ngak tahu huruf sama sekali, sampai bisa baca dan
tulis, hanya waktu 1 bulan penuh, tapi intensif
),.tulis baca latin,.

Sementara bacaan shalatnya dalam jangka waktu satu
minggu saya ajarkan, ketika itu umurnya 6 thn, dan
saat enam tahun itu juga baru dia bisa lancar baca Al
Quran, kalau segi hafalan sama semua anak saya,
dimulai dari umur 4-5 thn.

Cara mengajarkan mereka hafalan, kadang sambil main,
kadanghabis shalat magrib, kadang pas waktu jalan2 di
dalam mobil. Yah..inikan memang kitanya harus hafal
Quran juga, kalau ngak hafal, tentu anak akan
kritis,.akan bilang begini : " idiih..gimana sih mama
ini ajarkan dedek koq lihat Al Quran, mama sendiri
ngak hafal ", Say ayakin itu yang akan keluar dari
mulut anak-anak saya yang kritis itu.

Jangankan itu, disaat saya bilang jangan ambil tissue
sekali banyak,..ambil satu2 aja,.eh..ngak tahunya ia
lihat kita ambil tissue sekali banyak,..langsung
bilang,..mama aja ambil tissuenya banyak2..",
begitulah seterusnya,.segala tingkah laku orang tua
akan ditiru oleh anaknya sendiri. Ini realita yang
saya hadapi sendiri.

Itu sebabnya saya harus hafal Quran itu kalau
mengajarkan anak hafal Quran,.Kalau dalam hal ini sang
ayah menyerahkan 90 % kesaya, karena beliau sendiri
ngak banyak juga hafal,..paling 3-4 juz setahu saya.

Jadi tugas-tugas mendidik anak ini sejujurnya banyak
kesaya, namun begitu ayahnya juga turut andil, kalau
kebetulan beliau banyak waktu luang.

saya sering suruh ayahnya untuk ajarkan
anak-anak,..jangan saya melulu, bukan karena
apa-apa,.tapi saya ingin kasih sayang itu tertanam
sejak kecil, sang anak pasti merasa bangga karena
ortunya sendiri yang ajarkannya.

Kenapa saya katakan ia merasa bangga ?

Karena ketika anak saya ditanya guru2nya,..dari mana
ia bisa pandai bacaan itu, juga cantik
tulisannya,.Sejujurnya anak saya itu jawab : " mama
yang ajarkan ", dan ketika hal ini disampaikan gurunya
pada ayahnya,.sang ayah mengatakan " benar ", tapi
setelah itu beliau sadar,,..dan mulai juga serius
mengajarkan anak2nya.

begitupun betapa bangganya anak2 saya, ketika
teman2nya bilang,.: " mama kamu pandai masak
yah..apalgai masakan Padang..? ".

Wah..sampai rumah ia sampaikan hal itu, dan minta
mamanya kalau acara2 disekolah buat masakan untuk
teman2nya itu. Ini kebanggaan anak terhadap ortunya,
sehingga gampang sekali kalau mendidiknya kearah yang
baik, karena ia sudah ada rasa hormat, kagum dan
bangga pada ortunya. 

Dan ini terjadi pada anak PR lho,.yang
lelaki,.wahhh..cuek...pikirannya mainnnn melulu. Tapi
ngak pernah merasa malu memeluk dan mencium mamanya di
sekolah, di tempat orang ramai.

Jadi lelaki dan perempuan itu memang sering berbeda.
dan masing2 punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.

wassalam. Rahima.

--- Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
>         Assalamualaykum wr.wb.
> 
>         Tanya lagi ,
>         
>         Apakah benar anak perempuan lebih cepat
> faham soal bahasa
>         ketimbang anak laki-laki ?
>         
> 
>         Jazakallahu khairan katsiro
>         Wassalamu'alaykum wr.wb
> 
>         Arnoldison
> 
> 
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke