Assalamualaikum.Wr.Wb.

Beberapa bulan yang lampau, saya ada diskusi dengan
dokter Rahyussalim. Akhir diskusi dokter Rahyussalaim
mengatakan bahwa jenis kelamin bukan ditentukan oleh
pria, tapi wanita, karena zat asam...dst...

Meski diskusi telah selesai, namun saya masih belum
yakin kalau jenis kelami ditentukan oleh wanita ( saya
ingat saat itu alasan dari dokter rahyussalim, sebagai
perumpamaan, datang kepada seorang wanita ingin
melamarnya, dua orang lelaki sekaligus, lantas
siapakah yang berhak menentukan pilihan tersebut,
tentu sang wanita bukan..?

Saya jawab,.benar yang menentukan pilihan adalah
wanita, tetapi bersumber tepat asli pada sang lelaki.

Kenapa sampai saat inipun saya masih berkeyakinan
bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sperma lelaki..?

Karena ayat Allah yang mengatakan : " Min mani yumnaa
" ( dari air mani yang dipancarkan )

Kala itu saya sebutkan ayatnya dan mengatakan yang
memancar itu adalah sperma, dan yang bisa memancar itu
juga sperma, sementara wanita sifatnya menerima, ngak
bisa memancarkan. Saya ngebayangin, memang sperma itu
yg bisa menyembur begitu, wanita kagak bisa, maka
tepatlah firman Allah mengatakan : " Min mani yumna
".?

Dan satu lagi yang menguatkan keyakinan saya itu
firman Allah  : " Nisaaukum harsullakum..faktuu
harsakum aina siktum...dst ", Istri-istri kamu adalah
bagai tanaman bagimu, maka datangilah tanaman itu
sesuka hatimu, dari mana tempat ".

Yang namanya tanaman, sifatnya menunggu bibit dari pak
tani. Kalau yang ditanam pak Tani ( suami )bibit
mangga, maka yang tumbuh tentu mangga, mustahil tumbuh
ketimun..?

Dengan arti kata, kalau si suami kasih bibit wanita,
dan diambil oleh sang wanita itu, tentu yang lahir
anak wanita, bukan lelaki..? Jadi tergantung dari
bibit lelaki itu..? Itu yang kepikir oleh saya, sampai
ketika itu saya cari di republika dan kompas, dan
masih menguatkan keyakinan saya itu.

Tadi saya buka lagi dari Harun yahya, ternyata benar
seperti dugaan saya selama ini, dan ayat yang saya
sampaikan juga seperti itu yang menjadi dalilnya (
yang saya copykan di bawah ). Dan beberapa hari yang
lalu , saya juga nonton tv ( channel El majd di Arab
Saudi ), tentang mu'jizat Al Quran, diperlihatkan
bagaimana proses dari awal, sampai anak itu lahir, dan
juga menguatkan keyakinan saya, bahwa memang yang
menentukan jenis kelamin adalah pria.

Hmmm...wallahu alam. Mana yang benar.

Wassalam. Rahima.


Ini copyan dari Harun yahya, yang dikirim oleh sanak
hasbi.


Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin
bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya,
dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara
bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita
diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an,
yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau
perempuan diciptakan "dari air mani apabila
dipancarkan". 

"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan
wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (Al
Qur'an, 53:45-46) 

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti
genetika dan biologi molekuler telah membenarkan
secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al
Qur'an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin
ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan
bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan
jenis kelamin ini. 

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis
kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk
seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin.
Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada
wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom
tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini.
Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat
kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang
mengkode sifat-sifat kewanitaan. 

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari
penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang
pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan.
Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah
menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom
X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan
dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X,
dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel
telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan
sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan
lahir berjenis kelamin pria. 

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh
jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan
sel telur wanita. 

Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga
ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di
banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi
ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum
wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi
perempuan. 

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia,
Al Qur'an telah mengungkapkan informasi yang
menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan
bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan
tetapi air mani dari pria. 




                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke