Hmm... Porsi beasiswa diberikan sama bagi negara2 asean, cuma mungkin mahasiswa indonesia lebih dominan mengambil kesempatan ini karena mutu pendidikan kita yang emang rendah secara qualitas.
Dalam sebuah kunjungan tugas saya pernah singgah beberapa kali ke National University Of Singapore ( NUS ), Pagi hari sebelum saya duduk diperpustakan megah univ tersebut, masih terngiang ditelinga saya dialog pakar pendidikan singapore, bahwa singapore pun mengalami masalah pendidikan karena pola kebijakan pendidikan yang ditarapkan. Coba kita cermat memperhatikan pola pendidikan mereka dan menjadikan pelajaran buat kita berbenah untuk menyongsong pendidikan yang lebih baik, seperti dibawah ini : Ada dua hal dasar yang menurut hemat saya kita bisa lebih unggul dari mereka, total penduduk yang 3,8jt jiwa dengan pendapatan rata2 penduduknya jauh diatas rata2 masyarakat indonesia. Mereka harus memaksakan sebuah system pendidikannya menciptakan sipintar dan sibodoh. Ketika menaiki level 4 pada sekolah dasar anak2 itu sudah dibedakan mana yang berhak memasuki perguruang tinggi top dan menjadi warga negara singapore kelas 1 dan mana anak2 yang cuma bisa mengenyam pendidikan ( politeknik = pendidikan kelas dua disingapore )dan menjadi warga negara kelas 2. Terbayang buat kita bagaimana mereka sudah memvonis anak2 itu waloupun dikemas dengan berdasarkan kata2 riset. sedangkan psikologi berkembangnya otak manusia sangat2 variatif. hal kedua yang bisa membuat kita unggul dari mereka, bahwa mereka dengan populasinya yang sedikit mewajibkan anak tamatan smunya mengikuti program wajib militer sebelum memasuki jenjang universitas, dalam kaca mata berpikir saya wajib militer bisa membuat pasif pendidikan yang cukup berbahaya. Dua hal diatas kalou kita mau jadikan koreksi buat memajukan pendidikan kita bisa membuat kita minimal mendekati mereka. Kita harus akui mereka unggul dalam pendidikan, tapi mereka sedang menciptakan generasi semu ( hampa )generasi tanpa agama. Bagaimana kalou kita tiru pola pendidikannya kemudia kita mensinergikan peran pemerintah dan orangtua murid dalam mengembangkan pendidikan, kita imbangi iptek dan imtaq nya. dua tahun mereka bisa lebih dulu mengenyam pendidikan disingapore sedang 2th kemudian baru generasi singapore mengenyam pendidikan universitas. Masih ingatkah gimana arogannya mahathir waktu dulu terhadap bahasa english dan kemudian merubah kebijakanannya dengan memasukan bahasa english dalam level2 pendidikannya ? akhirnya bagaimana pendidikan singapore saat ini, maju bukan. Kita emang harus belajar dan berstrategi, untuk bisa bersaing dan kembali menjadi bangsa yang unggul, karena emang kita adalah bangsa yang unggul. Wassalam Ronal Chandra --- Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ridwan M. Risan wrote: > > Assalamu'alaikum wr wb. > > Wa 'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakatuh, > > > Ungkapan rektor UGM dalam dialog dengan orang tua > mahasiswa baru ini > > merupakan hal yang perlu untuk disikapi dengan > hati-hati, terutama yang > > berkaitan dengan universitas di Singapore. > > Mungkin salah satu penyebab munculnya pendapat > tersebut adalah (katanya) > banyak kesempatan beasiswa di Singapura (yang memang > univ.-nya > bagus-bagus) bagi siswa-siswa Indonesia namun dengan > syarat mereka > bekerja di Singapura atau perusahaan Singapura. > Jadi, dampaknya ke kita > adalah brain drain. Mereka sangat agresif dalam > mencari siswa-siswa yang > potensial misalnya. para peserta olimpiade sains. > > -- > Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > > ____________________________________________________ > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ------------------------------------------------------------ > Tata Tertib Palanta RantauNet: > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > ____________________________________________________ > __________________________________ Do you Yahoo!? Check out the new Yahoo! Front Page. www.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

