Assalamu'alaikum.w.w.
 
 Kito sambuang kaji ko, dek lamo tabangkalai,... bari maaf ambo.
 
Nan kaduo nan dapek mambatakan syahadat awak adolah :
 
"Mengingkari nikmat Allah, baik yang kelihatan atau yang tidak kelihatan, 
baik yang mudah dipikirkan atau yang memerlukan pengkajian secara mendalam."

Karena sagalo nikmat tu datangnya dari Allah SWT. Dan awak lah meyakini bahaso 
pengertian Tuhan Nan Maha Kuaso adalah Allah sebagai Murabbi, Pemimpin Nan Maha 
Tinggi dan Pemberi nikmat. Bahkan awak harus meyakini bahaso sesuatu bencana 
nan manimpo awak juo hakikaiknyo dari Allah, Allah adolah sabagai Pemberi 
nikmat dan Penghalangnyo. Sebab dalam urusan maagiah dan menahan nikmat bukan 
urusan manusia, tapi sepenuhnyo hak Allah SWT. 

Allah berfirman:

"Dan Ia beri kepada kamu tiap-tiap apa yang kamu minta; dan jika kamu hitung 
nikmat-nikmat Allah, kamu tidak bisa  menjumlahkannya tetapi manusia itu zalim, 
tidak berterima kasih." (Q.S. Ibrahim: 34).

"Tidakkah kamu lihat, bahwa Allah mudahkan untuk kamu apa-apa yang di langit 
dan apa-apa yang di dalam bumi, dan Ia telah turunkan atas kamu 
nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan yang bathin, teta­pi sebagian dari manusia 
ada yang membantah tentang (keesaan) Allah dengan tidak mempunyai ilmu dan 
tidak petunjuk dan tidak kitab yang memberi penerangan?"(Q.S. Luqman: 20).

"Sesungguhnya Qarun itu adalah dari kaum Musa, tetapi ia berlaku aniaya atas 
mereka; dan Kami telah beri kepadanya sebagian dari perbendaharaan ' yang 
kunci-kuncinya memberatkan sejumlah orang-orang yang mempunyai kekuatan. 
(Ingatlah) tatkala kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah engkau sombong, karena 
sesungguhnya Allah tidak cinta orang-orang yang sombong."

"Dan carilah dalam (kurnia) yang Allah beri kepadamu itu (keselamatan) negeri 
akhirat, tetapi jangan engkau lupakan bagianmu dari dunia; dan buatlah kebaikan 
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu; dan janganlah engaku cari 
kerusuhan di bumi, karena sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang 
berbuat rusuh."

 

"Ia berkata: "Aku diberi (harta) itu hanya lantaran kepandain yang ada padaku." 
Tidakkah ia ketahui, bahwasannya Allah telah binasakan, sebelum dia, dari 
manusia kurun-kurun (yang lalu), orang-orang lebih sangat kekuatannya 
daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan (harta) sedangorang-orang yang 
berdosa itu tidak (perlu) ditanya (keterangan) tentang dosa-dosa mereka? 
(al-Qashas : 76 � 78).

 

"Sesuatu bahaya tidak mengenai melainkan de-ngan izin Allah; dan barangsiapa 
beriman kepada Allah, niscaya la pimpin hatinya; karena Allah itu Mengetahui 
atas tiap-tiap sesuatu." (Q.S. at-Tagha-.bun : 11).



"Maka apabila mereka naik bahtera, mereka berdoa kepada Allah dengan 
mengikhlaskan agama bagi-Nya, tetapi apabila la telah selamatkan mereka ke 
darat, tiba-tiba mereka menyekutukan (Dia)." (Q.S. al-Ankabut: 65).

 "Maka apabila bahaya mengenai manusia, ia seru Kami kemudian, apabila Kami 
beri kepadanya satu nikmat dari (sisi) Kami, ia berkata: "Sesungguhnya apa yang 
diberikan kepadaku itu (adalah) lantaran kepintaran (Ku);" bahkan nikmat itu 
satu percobaan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Sesungguhnya orang yang sebelum mereka telah ucapkan (perkataan) itu, tetapi  
apa yang mereka usahakan tidak dapat melepaskan (sesuatu azab) dari mereka.

Lalu kenalah kepada mereka kejahatan-kejahatan dari apa yang telah mereka 
usahakan; dan orang-orang yang zhalim dari mereka akan mengenai mereka 
kejahatan-kejahatan dari apa yang mereka telah usa­hakan, dan tidaklah 
mereka itu dapat meluputkan (diri).



Dan    tidakkah    mereka   mengetahui   bahwasannya Allah memewahkan karunia 
kepada siapa yang la ke-hendaki dan Ia sempitkan? Sesungguhnya  tentang itu 
(adalah) beberapa tanda bagi kaum yang beriman. (Q.S. az-Zumar: 49-52).

 

"Manusia (yang kafir) itu tidak jemu meminta kebaikan, tetapi jika kesusahan 
mengenai dia, maka (ia) putus harapan.

Dan jika Kami rasakan kepadanya satu rahmat dari Kami, sesudah kesusahan yang 
mengenainya, niscaya ia berkata: "Ini buatku, dan aku tidak percaya akan 
terjadinya hari Kiamat; dan jika (diandai-kan) aku kembali kepada Tuhanku 
(maka) sesungguh-nya (adalah) bagiku di sisi-Nya (pemberian-pemberi-an) yang 
baik. Tetapi Kami sesungguhnya akan memberi tahu kepada mereka yang kafir itu 
apa-apa yang me­reka telah kerjakan. dan sesungguhnya Kami akan rasakan 
kepada mereka adzab yang keras.

Dan apabila Kami beri nikmat atas manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; 
tetapi apabila dia dikenai kesusahan, maka ia mempunyai permintaan yang panjang 
(lebar)." (Q.S. Fushilat: 49�51).

"Ini termasuk karunia: "Ini dari kurnia Tuhan­ku, buat memberi percobaan 
kepadaku: adakah aku menerima kasih atau aku melupakan budi; (Q.S. an-Naml: 40).

"Dan apa-apa nikmat yang ada pada kamu (ada­lah) dari Allah; kemudian 
apabila kena kepada ka­mu bahaya, maka kepada-Nyalah kamu berteriak.

Kemudian apabila Ia melepaskan bahaya dari ka­mu, tiba-tiba ada segolongan 
di antara kamu menyekutukan Tuhannya. Karena mereka tidak berterima kasih 
kepada apa yang kami berikan kepada mereka; lantaran itu ber-senang-senanglah 
kamu, maka kamu akan menge-tahui. " (Q.S. al-Nahl: 53-55).

 
... Kito sambuang isuak jo nan katigo...
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke