Sanak Zulfikri dan RN semoga dirahmati Allah.

Alhamdulillah, kalau soal benci membenci pemimpin
kita, rasanya saya ngak memiliki sifat itu,
bagaimanapun pemimpin yang terdahulu juga sudah cape
bekerja keras untuk membangun Indonesia ini, walau
disana-sini banyak kekurangan.

Tapi untuk kita menyalahkan bulat 100 %, atau apalah
namanya bagi pemimpin baru kita, saya kira juga itu
kurang begitu baik. karena tak mungkin kita menyamakan
anak baru berumur 4-5 thn dengan orang dewasa yang
sudah berumur 32 tahun. Itu saja.



Kenapa meski begitu ?

Pertama , jelas sekali saat Soeharto memimpin negara
Indonesia, kekayaan alam kita masih sangat banyak,
jadi banyak investasi asing yang masuk, sehingga
devisa negara bisa meningkat pesata, dan pembangna
bisa cukup maju. 



Sekarang bagaimana..?

Hutang banyak, kekayaan alam semakin menipis. Apa yang
harus dilakukan pemimpin sekarang, terpaksa
bagaimana..? Itu sebabnya, saya ngak mau menyalahkan
100 % pemimpin seperti terdahulu setelah Megawati,
Gusdur, Habibie, juga untuk yang sekarang.




Kedua : Saat pemerintahan Soeharto, kita masih baru2
memulai, boleh dikatakan rakyat yang dipimpinnya
seperti kita memimpin anak-anak yang baru lahir,
sangat gampang memimpin anak-anak yang baru lahir,
ketimbang yang sudah dewasa. Anak bayi, masih menurut
kata ortu, sementara dewasa, atau remaja, sudah mulai
melawan.


 Itu yang saya perhatikan. Dalam hal berpolitikpin ,
boleh dikatakan baru tahun belakangan ini rakyat melek
politik. So pasti mendidik anak SD, akan jauh beda
dengan anak di PT.

Itu sebabnya, saya bangsa ngak bisa menyalahkan
siapapun. Namun tetap akan mendukung yang baik dari
pemimpin kita. Saya mencoba, memposisikan diri saya
bila saya pula yang duduk disana. Betapa repotnya
membangun negara yang krisis multi krisis.

Tapi bukan berarti saya tidak bisa mengkritisi
kepemimpinan  Soeharto, megawati, Habibie, Gusdur.
masing-masing ada kekurangan.

Saya setuju, bila yang baik dari kepemimpinan Soeharto
di lanjutkan, tapi untuk melanjutkan,.. kan tidak
perlu harus itu keitu saja orangnya, perlu juga ada
perubahan atau pergantian pemimpin yang bertujuan sama
memajukan bangsa Indonesia, dari segala macam segi.

Kalau ada mobil mercedes yang baru dan lebih baik,
lebih kuat, labih tangguh, apa salahnya kita ganti
mobil yang sudah mulai menurun kapasitasnya. tapi
bukan berarti kita membuang mobil yang sudah lama, itu
keterlaluan namanya, bisa melupakan jasa mobil kita
selam aini namanya. Kita simpan baik-baik yang lama,
kita pakai yang lebih baik lagi, yang sinergynya lebih
energyk lagi. Bukankah begitu..?

Nah,.bagaimana kalau mobil mercedes baru itu ternyata
gampang rusak..? sudah ditahan uji selama ujian
seperti mercedes lama ngak..? 

Kalau ia gampang rusak , berarti kita telah salah
beli, atau  tertipu oleh penjual mercedes itu. Karena
setahu saya, kalau sebenar2 kita jeli mana mercedes
asli mana mercedes palsu, ngak mungkin kita akan
tertipu. Itu saja dulu. kalau mau dilanjutkan boleh
saja.











--- Zulfikri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Waalaikumussalam, ww
> Sanak Rahima yth !
> 
> Begitulah kalau kita memulai bekerkja dari nol !,
> Dan menafikan apa yang telah dilaksanakan oleh
> pendahulu, kita menilai jelek
> semua hasil pekerjaan orang terdahulu, dikarenakan
> kita benci kepada mereka.
> 
> Kalau saya pribadi meumpamakan perjalan pemerintahan
> terdahulu dengan
> membangun jalan, mereka telah membangun jalan
> sepanjang 100 km, sedang dalam
> program membangun jalan sepanjang 300 km,
> dikarenakan kita tidak suka lagi
> mereka melanjutkan pembangunan (dikarenakan dia
> telah terlalu lama
> melaksanakan dan kita ingin mencoba dan melihat pula
> bagaimana hasil kerja
> pemborong baru) maka kita sepakat memutuskan
> kontraknya, kemudian kita pilih
> pemborong baru apakah kita meruntuhkan jalan yang
> telah slesai 100 km
> tersebut ?

Boleh saja mengganti pemborong baru asalkan yang lebih
canggih lagi, atau minimal yang sesuai tujuannya buat
meneruskan borongan dari bangunan itu.
jadi ngak perlu memutuskan jalanan yang sudah ditempuh
100 km itu.



> 
> Dengan perempamaan lain saya umpamakan negara kita
> dan bangsa kita ini
> dengan mobil yang dahulunya disopiri oleh pak Harto,
> sekarang kita sebagai
> penumpang yang ada diatas sopir kita tukar karena
> cara membawanya tidak
> mengenakkan penumpang lagi, tapi perjalan mobil ini
> telah panjang, apakah
> kita mengagganti sopir dan kemudian kita mulai
> berjalan dari kilometer nol ?

Tidak harus kembali kepada kilometer nol lagi, tapi
ada baiknya tentu pak Soeharto yang sudah sekian
kilometer menyopir bangsa kita, akan kecapean. manusia
manapun pasti akan kecapean kalau menyopir sejauh itu.
Ganti sopir ngak papa, asalkan perjalanan diteruskan
sesuai tujuan pertama. Makanya lihat2 sopir
penggantinya juga. 

Jangan pula yang biasa menyetir sepeda, ngak tahu
menyetir mobil itu yang kita gantikan..? itu namanya
salah pilih. Wong sudah ada burung merak yang bulunya
indah dan cantik,senang dipandang, kita ganti dengan
burung gereja yang suaranya dan bulunya ngak secantik
burung merpati. itu namanya kita bego. kalau mau
ganti, gantilah yang lebih muda, awet, kuat, pintar
,tahan lama dan pokoke sebagus yang lama itu, atau
minimal yang sama tujuannya. 
> 
> Kalau kita tidak egois tentu kita mengaji ulang
> program dan strategi, atau
> dengan kata lain kita refisi gambar rencana (blue
> print) nya dimana letak
> kesalahannya, apakah memang perencanaan yang salah
> atau pelaksanaanya yang
> tidak sesuai dengan blue print yang telah
> ditetatapkan.
> 
> Memang pemerintahan pasca Orba baru berumur 2-4
> tahun, tapi negara, bangsa
> kita telah berumur setengah abad lebih ! Jadi kita
> tidak sama dengan negara
> Timor Leste yang baru merdeka, dengan rata-rata
> pendidikan rakyat bangsa
> kita telah telah meningkat.
> 
> Janganlah kita picingkan mata kita dan menghilangkan
> jasa mereka dikarena
> kita tidak suka kepada mereka, mereka memang berbuat
> ada yang tidak menurut
> aturan sesuai dengan kemaun kita, tetapi banyak pula
> yang telah mereka
> perbuat yang memang bermanfaat bagi negara dan
> bangsa, maka pekerjaan yang
> bermanfaat yang mereka perbuat inilah maksud saya
> harus dilanjutkan  dan
> dimodifikasi sesuai dengan kemauan kita disaat ini.
> 
> Janganlah pabrik mobil yang telah kita punyai kita
> buang denagan maksud
> ingin membuat mobil model baru begitu maksud saya.

Okay saya setuju itu, berarti kita sejalan. yang
penting bagi saya, mari sama -sama kita mendukung,
ngak usahlah kita saling menyalahkan satu sama lain,
menyalahkan pemimpin2 kita,  atau boleh kita ingatkan
pemimpin kita kalau mulai membelok. Semoga kita tidak
hanya tinggal diam, tapi tahu berbuat apa yang
terbaik.

Wassalam. Rahima

> 
> Wassalam,
> Z. Rky. Mulie
> 



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!
http://my.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke