Assalamualaikum, ww Sanak Darul St. Pangulu nan dihormati !. Mangenai "blue print" pembangunan Indonesia di era Orba sudah ada dan bahkan telah berjalan.sangat baik seperti kita ketahui blue print pemerintahan Orba itu adalah perencanaan pembangunan jangka panjang I yaitu 25 th. yang dibagi dalam pembangunan lima tahunan yaitu yang disingkat Pelita I sd.V, pada pelita V ini lah direncanakan Indonesia tinggal landas, di saat akan take off tiba badai angin topan krisis moneter yang didalangi oleh J. Shoros, dimana negara kita akan mencicil hutangnya, dolar melambung tinggi dikarenakan dolar di Asia Tenggara dan bahkan di Asia diborong oleh J. Shoros dan kemudian dijual dengan harga yang sangat tinggi sehingga negara kita bangkrut karena dari awalnya tahap pencairan hutang harga dolar berkisar Rp. 2.500,- dan pada waktu membayar cicilan hutang harga dollar meningkat menjadi Rp. 15.000,- bayangkan berapa besarnya hutang yang harus dibayar !
Sanak rang palanta mungkin masih ingat, disaat-saat Indonesia akan tinggal landas Suharto sudah mempunyai komitmen yang sangat tinggi terhadap Islam sehingga kabinet di waktu itu di kuasai oleh ICMI, dan Suharto berpaling dari Amerika. Hal inilah yang menyakitkan bagi negara kapitalis Amerika, serta sanak kita non Islam di tanah air. Jadi skenario krismon di Indonesia dan Asia tenggara adalah dalam rangka melemahkan prekonomian bangsa-bangsa Asean terutama Indonesia. Mereka juga tidak ingin Indonesia hancur, karena kalau hancur tentu kehilangan pasar, bayangkan penduduk sebanyak 200 juta lebih, kalaulah masing-masing mengkonsumsi supermi satu bungkus/hari, bayangkan berapa ton tepung gandum mereka akan terjual untuk membuat mie ?, sekarang orang Indonesia sudah ketergantungan dengan mie. Ini juga adalah politis negara prodesen gandum, kalau gandum dijual di Indonesia tidak laku, karena orang Indonesia tidak makan gandum !. Coba sanak bayangkan IPTN telah meproduksi pesawat kecil yang direncanakan dalam blue print pembangunan Indonesia jangka panjang tahap II (25 th ke II) adalah memproduksi pesawat kecil CN 235 untuk transportasi dalam negeri yaitu transportasi antar pulau, karena Indonesia adalah negara kepulauan, semua kepala daerah akan diberi pesawat helikopter IPTN untuk transportasi bupati atau gubernur bagi propinsi kepulauan. Seandainya di waktu itu tidak terjadi krisis dan Suharto tidak lenser, kalupun dilenserkan seharusnya tidak membabi buta, tentu sudah ada pesawat CN 235 yang bermerek ANS, Bintang Kejora dan Gagak Hitam tambang Mentawai - Padang, Padang-Bukittinggi dan Payakumbuh, sehingga pelabuhan Gaduit dan Piobang akan menjadi bandara lokal, dapatkah sanak bayangkan ? Disaat itu keluarga Suharto juga merencanakan bekerja sama dengan Korea didalam membuat mobil, inilah pangkal bala sebenarnya kecemasan negara industri seperti Jepang dllnya itu, mereka cemas kemana hasil produksi mereka akan dijual ? kalau Indonesia sudah membuat mobil, helikopter dan pesawat kecil, dan di dalam bule print pembangunan jangka panjang ke II (th.2010) Indonesia akan membuat pesawat jet, ini sudah dipersiapkan SDM nya sudah dibelajarkan keluar negeri, sekarang mereka yang sudah tamat tersebut sudah minggat keluar negeri !, Inikah yang dimaksud dengan reformasi tersebut ?. Pak Habibie ingin menyalamatkan pabrik pesawat PT. DI dengan syarat diberi saham pada perusahaan tersebut, hal ini tidak ditanggapi oleh pemerintah pasca Orba maka minggatlah ahli-ahli pesawat yang telah dipersiapkan itu keluar negeri ! Inilah hasil dari reformasi yang sebetulnya hanyalah fartomargana !. Apakah pemerintah sekarang bisa sadar ? Pendapat saya kita tidak perlu bongkar dan buang blue print yang dibuat oleh Orba karena blue print ini dibuat dan direncanakan oleh ahlinya yang semuanya itu adalah lulusan universitas Amerika, Perancis dan Jerman. Nah sekarang mana blue print pemerintahan sekarang, apakah masih ada Pelita ? atau Tidak, kenapa tidak kita kaji ulang blue print Orba jangka panjang tahap II ini ? ataukah kita ingin Indonesia ini adalah negara konsumen atau pasar negara kapitalis atau industri ?, semuanya beli, dan tidak akan berpikir ingin membuat ? Wassalam, Z. Rky. Mulie ----- Original Message ----- From: "Darul" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, December 02, 2004 2:50 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Sinegikanlah program partai utk kepentingan bangsa > >-----Original Message----- > >From: [EMAIL PROTECTED] > >[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Zulfikri > >Sent: Thursday, December 02, 2004 1:41 PM > > > >Waalaikumussalam, ww > >Sanak Rahima yth ! > > > ................................................... > > > >Kalau kita tidak egois tentu kita mengaji ulang program dan strategi, atau > >dengan kata lain kita refisi gambar rencana (blue print) nya dimana letak > >kesalahannya, apakah memang perencanaan yang salah atau pelaksanaanya yang > >tidak sesuai dengan blue print yang telah ditetatapkan. > > > ................................................... > > > >Wassalam, > >Z. Rky. Mulie > > > > Assalamulaikum WW. > > Kalaulah boleh aku bertanya: "Apakah negara kita telah mempunyai blue print > pembangunannya?". Dari dulu memang ini yang sering disorakkan oleh orang > yeng berfikir. Supaya ada "blue Print", "Visi dan Misi" yang jelas. Sehingga > ada kesenimbungan pembangunan yang dilaksanakan. Bukannya ganti Mendiknas, > ganti kurikulum. Ganti pemerintahan ganti haluan. Dan jangan pula jalan yang > 100 km hurus dihancurkan lagi, untuk membngun 300 km ditempat yang sama. > > Eh, dari mana datangnya "blue Print" ini ya? Apa sudah dimulai untuk > membuatnya? Siapa yang dapat menjawabnya? > Apakah aku hanya dapat bertanya pada rumput yang bergoyang? Menyesali nasib > kenapa lahir di Ina dan jadi WNI. Makin banyak bertanya makin bingung. > > Wass. WW > St.P > > > ____________________________________________________ > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ------------------------------------------------------------ > Tata Tertib Palanta RantauNet: > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

