Assalamualikum, ww. Dunsanak palanta, iko ado posting dari dunsanak kito Drs. Fekrynur, M.Ed yang mintak di fowardkan ka palantako, kalau ado ingin mananggapi silahkan posting lewat jalur pribadi dunsanak awakko ([EMAIL PROTECTED]) Tarimo kasih Z. Rky. Mulie
----- Original Message ----- From: "Fekrynur" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Zul Fikri" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "Achmad Rochliadi" <[EMAIL PROTECTED]>; "hppia-wa Moderator" <[EMAIL PROTECTED]>; "Fidesrinur" <[EMAIL PROTECTED]>; "Elly Maliki" <[EMAIL PROTECTED]>; "[EMAIL PROTECTED] Rantaunet. Org" <[EMAIL PROTECTED]>; "Suardi Panai" <[EMAIL PROTECTED]>; "Syamsir Alam" <[EMAIL PROTECTED]>; "Zulfan T" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, December 03, 2004 5:06 AM Subject: Nagari Bersih Dear Netters, Saya menulis surat terbuka untuk Walikota Padang dan Bupati-Walikota lainnya di Sumbar. Mohon disampaikan kepada para pemimpin kita tersebut. Terima kasih ------------------------------------------------------- Padang, 30 Nov. 2004 Yth. Drs.Fauzi Bahar, M.Si. Walikota Padang, Saya, Fekrynur pegawai di Dinas Pendidikan Propinsi, beralamat di Seberang Padang Utara I/21A mendukung sepenuhnya program penataan kota yang sedang digiatkan Pemko. Untuk program kebersihan, saya ingin menyumbang saran. Menurut saya sistem penanganan sampah kota Padang yang ada sekarang sudah cukup memadai. Namun karena kurang tersosialisasi, dan jumlah tenaga formal yang digaji untuk menangani sampah publik tidak sebanding dengan jumlah 'tangan warga yang mengotorinya', maka penanganan sampah menjadi problema kota yang tidak akan pernah bisa ditangani sampai tuntas. Untuk itu perlu digerakkan 'sejuta tangan kecil untuk kebersihan', dan perlu perubahan sikap 'semua warga' dalam menangani sampah. Saya mengusulkan agar pemko menggerakkan Dinas Pendidikan Kota untuk merikrut, menggerakkan semua murid dan siswa di sekolah- sekolah. Mereka bisa memulainya dari rumah, sekolah dan RT, RW-nya masing-masing dengan menyisihkan sampah plastik dan non-organik lainnya dari kompos. Dengan begitu, petugas kebersihan formal yang hanya punya armada truk sampah kurang dari 40 buah akan sangat tertolong. Pasalnya 60% dari lebih 360 ton total sampah publik-tiap hari-- terdiri dari sampah organik yang sebenarnya diperlukan warga; dapat dimamfaatkan warga kalau mereka tahu caranya. Dengan demikian, sampah itu tidak akan mengotori. Bila itu dilakukan, "pasukan kuning" akan dapat dikurangi volume kerjanya sampai dengan separohnya saja, dan penghematan akan bisa terjadi. Selama ini yang menangani sampah hanya staf dinas terkait, atau petugas berseragam yang dibayar saja. Bisa saja aparat dan keluarganya tidak bersikap apalagi berbuat, memberikan contoh dalam penanganan sampahnya sendiri. Sampah atau limbah itu adalah produk semua orang, makanya problem penanganan sampah itu harus menjadi tanggungjawab semua orang pula. Problem publik kalau ditangani bersama, akan lebih mudah, murah dan enteng. Bila sejuta, atau lebih, tangan kecil untuk kebersihan bisa dirikrut oleh Dinas Pendidikan bekerjasama dengan dinas terkait, selokan dan sungai-sungai akan bersih. Pantai Padang yang indah akan lebih bisa dinikmati warga, bahkan bisa 'dijual'. Dengan begitu semakin kecil keharusan kita untuk menyiapkan 'orang berseragam kuning' dari generasi anak keponakan kita. Karena kota tidak lagi memerlukan banyak tukang sapu. Majulah Padang kota tercinta, kau kujaga dan pelihara. Terima kasih Fekrynur <[EMAIL PROTECTED]> Fekrynur St. Palindih Postal Addres: Jalan Seberang Padang Utara I/21A Padang West Sumatra Indonesia ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

