Assalamualaikum, ww
Sanak Rahima dan sanak di palanta nan di muliakan.

Kelahan pemerintahan pak Harto, diantaranya adalah :
(1) Sudah terlalu lama memerintah, sehingga timbul gejala seolah keluarga
dialah yang empunya Indonesia ini.
(2) Banyak orang dekatnya memakai nama keluarganya untuk kepentingan pribadi
yang ybs. sehingga korupsi kolusi dan nepotisme tidak terelakkan, dan
menjamurnya pejabat-pejabat penjilat dengan memberikan laporan ABS.
(3) Kebebasan berpendapat berpolitik dibatasi (bagi penentang hilang malam,
melanggar HAM kata orang Amerika !)
(4) Pak Suharto sangat percaya kepada laporan ABS (asal bapak senang)
sehingga laporan yang diberikan kepadanya banyak yang tidak falid sehingga
dia (pak Harto) salah mengambil keputusan. Contoh dekat saja di negeri kita
yaitu dalam mendirikan pabrik pemintalan benang dan teununan kain. Pabrik
ini didirikan pada Repelita ke III (Rencana pembangunan lima tahun ke 3,
yaitu pembangunan agro bisnis dan agro industri, lanjutan pembangunan lima
tahun ke II yaitu pembangunan disektor pertanian). Persyaratan pembangunan
pabrik pemintalan benang (PT. Sumatek Subur) ini syaratnya keberhasilan
pemberdayan hasil pertanian kapas di Sumatera Barat, apakah iya pertanian
kapas berhasil di Sumatera Barat ? data ini dipalsukan asal kita dapat
perioritas mendirikan pabrik !, kesalahan Suharto disini adalah dia percaya
laporan dari Pemda Sumatera Barat !. Alhasil pabrik kapas antara mati dan
iduik, semantara bahan baku kapas yang ditonjolkan dahulu berhasil, sekarang
di import dari Australia. Contoh lain lagi yaitu; di masa Pemilu diakhir
keruntuhannya, dia masih percaya dari laporan Harmoko, bahwa rakyat masih
menyokong bapak untuk jadi presiden lima tahun lagi, pak Harto percaya,
kalau seandainya diwaktu itu ia lenser, saya rasa pak Harto selamat dan
gelar bapak Pembangunannya tidak akan tercabut !.

Keberhasilan pemerintahan Suharto, menurut pengamatan saya diantaranya
adalah :
(1) Berhasil menumpas PKI dimana nagari awak terutama bersyukur sekali PKI
Habis sehingga selamatnya urang awak dari kekafiran (atheis).
(2) Berhasil mengamankan negara sehingga dunia kagum dan di hargai oleh
dunia khususnya di Asia Tenggara, beliaulah penggagas berdirinya ASEAN.
(3) Berhasil menambah wilayah RI yaitu dengan masuknya Timor Timur ke
wailayah RI.
(4) Pemerintahan pak Harto mempunyai Visi dan Missi yang jelas, ini tertuang
dalam GBHN dan di operasianalkan lewat pembangunan jangka panjang 25 tahun I
dan II dan diimplementasikan Melalui REPELITA (Rencana Pembangunan Lima
Tahun), Repelita-repelita ini sangat berhasil seperti :
- Dibidang pertanian, sehingga dapat membawa Indonesia kepada swasembada
pangan yang diberi penghargaan oleh PBB.
- Pembangunan jalan jembatan, dan irigasi, diseluruh tanah air.
- Pembangunan sarana telekomunikasi dan komunikasi, kalaulah tidak jasa pak
Harto tentu rakyat Indonesia tidak dapat melihat TV, ber-Hand Phone (HP) dan
ber-internet ini adalah berkat satelit palapa yang dikelola oleh Indosat,
yang sekarang telah terjual oleh buk Mega ke Singapura !
- Terakhir pembangunan mental dan agama sehingga dari uang Amal Bhakti
Pancasila telah ribuan mesjid yang didirikan, walaupun dampaknya belum
dirasakan karena korupsi diwaktu itu adalah hal biasa !
Visi dan Missi ini dituangkan (di-blue print-kan) kedalam GBHN, di
operasionalkan setiap tahun melalui PLITA-PELITA yang hasilnya masih
dirasakan sekarang, cuma tidak bisa merawat lagi, seperti jalan lintas
sumatera sudah banyak yang berlobang, Indosat telah terjual, IPTN dan PT. DI
yang dibanggakan hancur ! dll, pemerintah sekarang menyelamatkan saja tidak
bisa !.

Saya juga sependapat dengan sanak Mukhlis Hasbi, kegagalan pemerintah PASCA
ORBA selalu berlindung kepada kesalan Suharto, Dan selalu berlindung dengan
Suharto memerintah 32 tahun (masak iya dibandingkan dengan pemerintahan 2-4
tahun ?).

Kalau begitu, maunya pemerintah sekarang juga ingin memerintah 32
tahun !????????. he.. heee bermimpi namaya tu !

Tidakkah mereka tahu bahwa Suharto diawal pemerintahannya Indonesia
kacau, ekonomi morat-marit, saya sendiri makan nasi jagung diwaktu itu !,
lebih parah dibandingkan Indonesia dalam krisi moneter sekarang ini,
saya tidak mendengar rakyat makan nasi jagung !. Dan mereka melupakan
asset yang ditinggalkan Suharto, ini adalah modal dasar sebenarnya untuk
memulihkan ekonomi akibat moneter, kenapa tidak ditiru Malaysia anak
muridnya Indonesiakan ?

Apakah kita tidak melihat kepada negara maju ! Amerika contohnya, setiap
ganti presiden mereka tidak ganti Visi dan Missi Negara !, mereka
melanjutkan Vissi dan Missi Negaranya !. Yang mereka tawarkan didalam
kampanye adalah bagaimana program yang ditawarkan untuk mencapai visi dan
missi negara !. Apakah sanak pernah mendengar, ganti presiden kemudian
program ruang angkasanya ditiadakan ? atau dibuang ?, tidak kan ?

Karena apa ?. Karena Vissi itu adalah jangka panjang bukan jangka 5 th.
semasa pemerintahan atau presiden berkuasa !. VISI adalah gambaran yang
ingin dicapai minimal 25 tahun kedepan ? (jadi untuk 5 orang atau priode
pemerintahan presiden), MISSI adalah penjabaran operasional dari Vissi
minimal 5 tahun kedepan, jadi ada 5 MISSI untuk 1 VISI, sedangkan PROGRAM
adalah rencana pelaksanaan dalam jangka tahunan !. Inilah yang harus
ditinjau atau disusun oleh pemerintahan atau presiden terpilih, setiap
tahunnya.

Apakah pemerintah sekarang tidak tahu Vissi Negara Kita ? yang merdeka tahun
1945 yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 !, itulah visi, yang ingin
dicapai, adalah "Indonesia adil dan makmur !", sedangkan missi yang
dijabarkan dalam GBHN, saya rasa GBHN pemerintahan Orba disusun oleh
pakar yang pendidikan tidak tanggung-tanggung yaitu lulusan Oxford
University Amerika !, dan disyahkan oleh DPR yang anggotanya yang terdiri
dari S1, S2 dan S3 bukan dari orang-orang yang mempunyai ijazah palsu !.

Demikian tambahan dari saya, dengan harapan, kawan-kawan yang duduk di DPR
atau Parpol, janganlah anda membuat VISI lagi, lanjutkan missi saja Orba
revisi dan modifikasi sajalah program atau operasionalnya, kemudian awasi
pelaksanaannya. Contoh; Lanjutkan program pak Harto mendirikan pabrik
mobil TIMOR !, teruskan program ini (kesalah pak Harto adalah pabrik ini
seolah-olah dia yang punya dan disuruh Tomi yang mengelola, ini sajalah yang
didudukkan kembali sesuai proporsionalnya !. hidupkan kembali pabrik pesawat
yang diprogram Orba, walaupun disaat sekarang rugi !, carikan pasarnya !.
Dahulu, rencananya pesawat CN 235 (Cassa Nurtanio bermesin 2 berpenumpang
35) pasarnya adalah dalam negeri karena pesawat berpenumpang 35 orang, yang
rencananya adalah penghubung atau transportasi antar pulau karena Indonesia
adalah negara kepulauan, dan helicopter pasarnya adalah Timur Tengah !.

Terima kasih terlebih dahulu atas atensi sanak yang duduk di Partai, Wakil
Rakyat dan Pemerintahan. Sinergikanlah program dan potensi anda !, jangan
berkelihi juga ! ya !
Banyak maaf, Wassalam
Z. Rky. Mulie.






----- Original Message -----
From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 03, 2004 5:12 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Sinegikanlah (mari sama-sama kita berfikir
netraldan sesuai realita )


>
> --- "Hasbi,Mukhlis" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> > Ass,
> > Penyakit parah bangsa Indonesia ini adalah selalu
> > berlindung dibalik kata.
> > Kegagalan pemerintah baru selalu dilindungi dengan
> > kata-kata bahwa kita baru
> > beberapa tahun, kesalahan ini adlah akumulasi
> > kesalahan Suharto 32 tahun
> > dll. Tetapi tidak satupun dari mereka yang mengaku
> > bahwa mereka pun mestinya
> > berumur sama dengan pemerintahan Suharto karena
> > mayoritas mereka kan juga
> > berasal dari pemerintahan Orba.
>
> Sanak Hasbi dan RN semoga dirahmati Allah.
>
> Okay,.kalau begitu, mayoritas mereka adalah berasal
> dari pemerintahan Orba.
>
> Berarti pengganti saat ini mayoritasnya adalah
> regenerasi dari bapak Soeharto juga. Tapi saya kira,
> kurang tepat juga kalau diantara mereka tidak ada
> satupun dari mreka tidak mengakui bahwa mereka seumur
> pemerintahan Soeharto.
>
> Bapak Prof BJ Habibie, dan beberapa pemimpin ICMI dan
> Golgar lainnya yang masih ada saat ini. Saya kira
> beliau-beliau ini termasuk yang secara implisit atau
> juga mendekati eksplisit, masih mengakui mereka sudah
> berumur panjang dalam berpolitikan di masa
> pemerintahan Soeharto.
>
> Bapak Habibie, termasuk yang tetap menghormati bapak
> Soeharto dimana pemerintahannya, setahu saya. Dan saya
> rasa masih banyak yang lain juga.
>
> Sekarang, kalau kita sudah menyatakan bahwa rata2
> mereka adalah seumur pemerintahan Soeharto, dengan
> arti kata, dulunya adalah kaki tangan, atau juga
> tangan kanan Soeharto, lantas mengapa dan apa yang
> terjadi dengan mereka saat ini, bukankah mereka anak
> didiknya bapak Soeharto..?
>
> Kalau begitu apa yang terjadi, dan apa yang kurang
> dalam kepemimpinan Soeharto, kenapa sampai anak -anak
> dalam masa pemerintahannya ikut memegang andil ketika
> itu, bisa kurang mampu memanage negeri Indo saat ini,
> bukankah mereka sudah seumuran pmerintahan Soeharto
> dan boleh dikatakan bawahannya , atau teman-teman
> seperjuangan beliau dulu dalam membangun negara ini..?
> Ada apa..., apa yang kurang..?
>
> Cobalah kita renung2kan kembali apa yang kurang dari
> pemimpin ORBA, masa Soeharto selama 32 tahun itu,
> lantas lihat pemerintahan Habibie, Gusdur, Megawati.
>
> Saya kira dalam mendidik anak, hasilnya bukan dilihat
> dari 2-3 tahun yad , tapi bisa hasil didikan itu
> setelah 20 thn kedepan.
>
> Pembangunan apa yang kurang..? bangunan phisik, (
> jalanan, gedung, dan sebagainya itu atau rohani, (
> kebersihan dan keikhlasan hati serta kejujuran, juga
> sebagainya itu ) atau apanya..?
>
>
>
> Mestinya mereka tidak perlu membela diri dengan
> > mengatakan kegagalan saya
> > ini karena saya baru, sedangkan Suharto sudah 32 th.
>
> Saya rasa wajar2 saja mereka mengatakan begitu. sama
> saja kalau kita bermain badminton. Kita bermain dengan
> yang sudah ahli, lantas kita kalah, maka akan terjadi
> pembelaan dengan mengatakan, wajar kamu memang, karena
> kamu sudah bertahun2 latihan badminton ini, sementara
> aku baru saja sebulan dua bulan terjun bebas langsung
> ke arena pertandingan.
>
> Tapi kalau saja ia menang, atau berhasil, maka akan
> lain lagi perkataannya. Itu sudah watak kebanyakan
> manusia.
>
> Dalam hal ini kita harus jujur, dan mau mengakui tak
> kan sama hasil mereka yang sudah biasa latihan dan
> terjun secara terus menerus dengan mereka yang tidak
> ikut latihan diarena itu secara langsung, ( lain hal,
> kalau mereka ikut ORBA atau barisan yang serupa, maka
> justru kita mempertanyakan kembali hasil kepemimpinan
> kepribadian bawahannya,ORBA itu )
>
> Kalau yang tak ikut langsung dalam barisan ORBA itu,
> maka selama ini ia hanyalah jadi penonton belaka,
> pemain tentu lebih andil lagi, karena ia bermain
> langsung, bola kena langsung kebadannya, atau
> raketnya.
>
>
> > Tapi kalau korupsi,
> > minta pensiun 20 milyar kok tidak minta dibandingkan
> > dengan Orba.
> > Jadi saya ikut barisan Mak Zul,
> > Dengan alasan reformasi dan demokrasi, kursi ketua
> > komisi saja diperebutkan
> > berbulan-bulan,boro-boro mikirin bangsa ini. Trus
> > kemaren Wapres ngomong
> > premium akan naik 40%, setelah itu Purnomo ngomong
> > belum dihitung dan akan
> > diputuskan dalam rapat kabinet, nah lho mana yang
> > benar?
> > Katanya kenaikan BBM tidak akan menyusahkan rakyat
> > kecil karena subsidi
> > untuk minyak tanah, kenyataannya saya dibukittinggi
> > beli miyak tanah Rp.
> > 2000/liter dari HET yang Rp. 825 per liter, itupun
> > harus mencari 30 km dari
> > kampung saya di Matua.
>
> Kalau kenaikan ini, mungkin inilah kekurangan
> pemerintahan setelah Soeharto.Tapi masa pak Soeharto,
> ngak ada kenaikan BBM..? saya kira ada, hanya sedikit
> halus dan bertahap.
>
>  Tapi bisa kita lihat kenapa..? saya hanya menebak,
> karena bsar kemungkinan APBN sangat-sangat menipis,
> tidak seperti masa pemerintahan ORBA.
>
> Makanya kena batunya siapa..? Mana hasil kekayaan alam
> kita yang begitu banyak dahulunya. Hasil bumi, pajak -
> pajak, jalananan TOL, dan sebagainya itu.
>
> Perumpamaannya bisa begini, sang ortu yang kaya raya,
> karena banyak hartanya, tanahnya, kebunnya,  warisan
> nenek moyangnya kali, namun ia foya-foyakan, dan tak
> mengingat  cucu, cicit, maka tibalah saat dekat
> kematian, harta habis di foya-foyakan, tidak di
> kembangkan. Maka yang menanggung akibat adalah cucu,
> cicit..dst..dst..
>
> Coba kalau dulu sang ortu tidak foya-foya, hidup
> hemat, dan menanam tanaman yang berbuah baik dan hasil
> banyak kedepannya, insyaAllah yang menikmati hasil
> adalah generasinya dan generasi sesudahnya, dan
> sesudahnya lagi...dst..dst..
>
>
> > Kalau tekadnya berantas korupsi apakah anggota
> > kabinet yang pengusaha sudah
> > bayar hutang BLBI-nya?
> > Tapi kalau dikritik mereka beralasan kondisi sudah
> > jauh lebih baik dari Orba
> > karena demokrasi berjalan.
>
> Ini kekurangan pejabat kita sekarang. mengatakan
> kondisi sudah jauh lebih baik dari ORBA dulu. Itu
> namanya " Berselimut diatas kekurangan diri ".
>
>
> > Secara pribadi saya masih lebih senang pemerintahan
> > tangan besi yang jujur
> > dibanding demokrasi yang korup.
>
> Adakah kejujuran itu dari dulunya pada pemerintahan
> mana saja di Indo itu..? kalau dari dulu jujur, saya
> yakin ngak sebegini parah kondisi kita.
>
>
> > Wah..perasaan saya ngomong nggak nyambung ya?
>
> Kalau ngak nyambung akan saya coba sambungkan
> kabelnya, biar jalan aliran listriknya. Semua akan
> bisa nyambung, kalau kita baca teliti, dan cermat,
> juga netral dalam berfikir dan bertindak. Lihat
> realita yang ada.
>
> wassalam. Rahima.
>
> > Wass,
> > Mh










____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke