sangat menarik sekali artikel nan dikirim uda reza ko. menambah 
gairah saya mengembangkan bisnis nan kini masih kecil-kecilan....

sebelum ambo pandai maapuih salemo, alhamdulillah lah mengenal 
perniagaan. sampai kini terus bergelora, dan memang hasilnya luar 
biasa. walau pemasukan masih kalah banyak dari gaji, tapi rasonyo 
lebih nikmat pitih hasil bisnis dari pada manarimo gaji nan ambo 
dapek tiok bulan...

ciek lai pitih nan lamak adolah dari honor manulih. pekerjaan yang 
satu ini memang gampang-gampang susah. rasanya kita bisa 
bereksplorasi lebih banyak lagi dengan resources yang kita miliki....

selamt berkarya, berjuang, beramal, kreatif, produktif, inovatif, 
prestatif, edukatif, n be a rich!!!

yesi elsandra
bandung

 




--- In [EMAIL PROTECTED], "M. Syahreza" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bismilahirrahmanirrahiim,
> Assalamu'alaikum wr wb.
> 
> Mudah2an dengan membaca artikel dibawah ini, yang ditulis oleh Bapak
> Puspo Wardoyo,dan juga seorang Enterpreneur yang sukses, mempunyai 
16
> cabang "AYAM BAKAR, WONG SOLO" tersebar di Indonesia, Allah akan
> menambah ilmu dan inspirasi kepada para pembaca yang budiman dalam
> rangka meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Amin.
> 
> Artikel ini(original dr Penulis) adalah penyempurnaan artikel
> sebelumnya yang sudah di postkan oleh saudara "Ali", semoga ada
> manfaatnya bagi para jemaah MDT yang budiman.
> Terimakasih
> wassalamu;alaikum wr wb.
> T.Bey yang dhoif
> 
> 
> PT SARANA BAKAR DIGDAYA
> MEMBENTUK ENTERPRENEUR MUSLIM
> 
>            Sebuah Pengalaman Bisnis Puspo Wardoyo
> 
> Hai orang - orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu
> perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?
> Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan
> Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu,
> jika kamu mengetahuinya. ( QS Ash-Shaff : 10 -11 )
> 
> " Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu
> orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang
> menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna
> ( bisa dipahami sedikit bicara banyak kerja), dan orang-orang yang
> menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali
> terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki,
> maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS Al
> Mukminuun 1-6)
> 
> PESAN
> Cari bakat yang Anda senangi, bermimpilah/cita-cita yang tinggi,
> mulailah dari kecil, mulai sekarang ( jangan hanya wacana/teori),
> berani dan dermawan. Serta hilangkan semua yang menjadi beban agar
> bebas untuk berkreasi dan berkarya sehingga merasa merdeka.Dan
> semuanya harus dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT. Insya
> Allah akan menjadi Enterpreuner muslim yang sejati. Wallaahu Alam
> 
> Kantor Pusat : Jl. SMA 2 Padang Golf Polonia Medan
> Telp/Fax : (061) 7879061 Email : [EMAIL PROTECTED]
> website : WWW.wongsolo.com
> 
> 
> MEMBENTUK  ENTERPRENEUR  MUSLIM
> Pengalaman Bisnis  Puspo Wardoyo
> Pelaku Bisnis/Pemilik RM Wong Solo
> 
> Pendahuluan
>      Bekerja dan berusaha, termasuk berwirausaha boleh dikatakan
> merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena
> keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk
> memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik ( QS.
> 11/Hud : 61 )
>      Dalam kamus Bahasa Indonesia,wirausaha diidentikkan  dengan
> wiraswasta, sehingga wirausahawan dapat disebutksn sebagai "orang
> yang pandai atau berbakat mengenal produk baru, menentukan cara
> produksi baru, dan menyusun pedoman operasi untuk pengadaan produk
> baru,memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. (
> Suryanto (ed),Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya, Apollo,
> 1977 Hal  601 )
>      Akan tetapi adalah suatu kenyataan bahwa aktifitas
> berwirausaha merupakan bidang kehidupan yang kurang berkembang
> secara memuaskan di kalangan masyarakat pribumi atau masyarakat
> muslim Indonesia. Banyak factor psikologis yang membentuk sikap
> negatif masyarakat terhadap profesi wirausaha. Pertama, image lama
> yang melekat pada  orang yang aktif pada bidang ini, antara lain
> sifat agresif, ekspansif, bersaing tidak jujur, kikir, sumber
> penghasilan tidak stabil. Image ini menyebabkan sebagian besar
> masyarakat kita tidak tertarik untuk berwirausaha. Para orang tua
> sebagian besar menginginkan anaknya menjadi pegawai negeri, pegawai
> di perusahaan swasta terkenal, jadi insinyur, dokter, pilot,
> tentara dan jabatan - jabatan keren lainnya. Hampir tidak ada yang
> menginginkan anaknya jadi wirausahawan. Kalaupun ada yang berminat,
> sangat terbatas di kalangan mereka yang tidak diterima di perguruan
> tinggi, pegawai, tentara dan sebagainya.
>      Kedua, sikap tidak tertarik pada kegiatan wirausaha itu juga
> dipicu oleh pemahaman yang terlalu simplistic ( dangkal ) terhadap
> ajaran agama, khususnya hadis - hadis yang secara sepintas dipahami
> seakan - akan tidak mementingkan kesuksesan di dunia.
>  Misalnya :    Dunia ini penjara bagi orang yang beriman, dan sorga
> bagi orang kafir ( Al Hadits )
>      Di samping itu juga ditemukan ajaran - ajaran agama, khususnya
> di dunia tasawuf dan tarekat yang, jika dipahami secara sempit,
> akan cenderung mengecilkan arti prestasi keduniaan, seperti zuhud,
> wara, faqir dan sebagainya.
>      Kondisi yang memprihatinkan akibat  tradisi dan pemahaman ini
> akhirnya membuat anak negeri kurang menyentuh kewirausahaan, dan
> pada gilirannya menyebabkan negeri kita sangat tertinggal bila
> dibandingkan dengan negara - negara seperti Singapura, Jepang,
> Korea, Hongkong bahkan Malaysia, di mana negara tersebut mempunyai
> masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha yang sangat tinggi.
>      Berangkat dari dasar pemikiran itu, maka pengembangan dan
> penumbuhan jiwa kewirausahaan merupakan tugas yang inhern dalam
> agama, dan juga merupakan salah satu alternatif  bagi pemulihan
> krisis ekonomi dan lapangan kerja yang masih melilit bangsa kita.
>      Paling tidak ada dua alasan mengapa kewirausahaan  perlu
> dikembangkan di Indonesia, dengan penduduk yang mayoritas muslim
> ini. Pertama, kenyataan dari sejumlah angkatan kerja yang ada,
> masih sangat sedikit yang tertampung dalam lapangan kerja, sehingga
> pembukaan lapangan kerja baru menjadi suatu keniscayaan dalam
> pemberdayaan masyarakat Indonesia.
>      Kedua, Nabi Muhammad SAW yang merupakan ikutan dan teladan
> bagi ummat Islam, komunitas terbanyak negeri ini, adalah seorang
> pedagang yang sangat ulet dan professional, jujur, memegang amanah,
> dan terpercaya. Bahkan kredibilitas dan integritas pribadinya
> sebagai pedagang mendapat pengakuan, buklan hanya dari kaum
> muslimin, tetapi juga orang Yahudi dan Nasrani, dikarenakan Nabi
> menjalankan usahanya dengan sangat professional ( Semua sejarah
> Nabi Muhammad membuktikan hal ini. Lihat, misalnya, Husein Haekal,
> Hayatu Muhammad )
> 
> Berusaha Bagian Integral dari Kehidupan
>      Sebagai agama yang menekankan dengan kuat sekali tentang
> pentingnya keberdayaan ummatnya, maka Islam memandang bahwa
> berusaha atau berwirausaha merupakan bagian integral dari ajaran
> Islam. Terdapat sejumlah ayat dan hadis Nabi Muhammad SAW yang
> menjelaskan pentingnya aktifitas berusaha itu. Di antaranya :
>      Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah di muka
> bumi. Dan carilah karunia Allah ( QS Al Jumuah : 10 ).
>      Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil
> beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung kemudian kembali
> memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu
> Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada
> meminta - minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi maupun
> tidak. ( HR Bukhari ).
>     Pernah suatu saat Rasulullah ditanya  oleh para sahabat,
> "pekerjaan apa yang paling baik ya Rasulullah ?  Rasulullah
> menjawab,  seorang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual
> beli yang bersih. ( HR Al Bazzar )
>      Pedagang yang jujur lagi terpercaya adalah bersama - sama
> Nabi, orang - orang shadiqin, dan para syuhada ( HR Tirmidzi dan
> Ibnu Majah ).
>      Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya  perdagangan itu di
> dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki ( HR Ahmad ).
>      Hadis - hadis di atas memperlihatkan bagaimana kewirausahaan
> merupakan aktifitas yang inhern dalam ajaran Islam. Sedemikian
> strategisnya kedudukan kewirausahaan dan perdagangan dalam Islam,
> hingga teologi Islam itu dapat disebutkan sebagai "teologi
> perdagangan" ( commercial theology ). Hal tersebut dapat dilihat
> dalam kenmyataan bahwa :
>      Hubungan timbal balik antara Tuhan dan manusia bersifat
> perdagangan betul, Alah adalah Saudagar sempurna. Ia ( Allah )
> memasukkan seluruh alam semesta dalam pembukuan-Nya. Segalanya
> diperhitungkan, tiap barang diukur. Ia telah membuat buku
> perhitungan, neraca - neraca, dan Ia ( Allah ) telah menadi contoh
> buat bisnis - bisnis yang jujur.
>      Pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat Indonesia
> memiliki manfaat yang terkait langsung dengan pengembangan
> masyarakat. Manfaat tersebut antara lain: Pertama, pengembangan
> kewirausahaan akan memberikan konstribusi yang besar bagi perluasan
> lapangan kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.
>      Kedua, berkembangnya kewirausahaan akan meningkatkan kekuatan
> ekonomi negara. Telah terbukti dalam sejarah perjalanan bangsa
> kita, bahwa UKM adalah basis ekonomi yang paling tahan menghadapi
> goncangan krisis yang bersifat multidimensional.
>      Ketiga, dengan semakin banyaknya wirausahawan, termasuk
> wirausahawan muslim, akan semakin  banyak tauladan dalam mayarakat,
> khususnya dalam aktifitas perdagangan. Sebab, para wirausahawan
> memiliki pribadi yang unggul, berani, independen, hidup tidak
> merugikan orang lain, sebaliknya malah memberikan manfaat bagi
> anggota masyarakat yang lain. Keempat, dengan berkembangnya
> kewirausahaan, maka akan menumbuhkan etos kerja dan kehidupoan yang
> dinamis, serta semakin banyaknya partisipasi masyarakat terhadap
> pembangunan bangsa.
> Sifat - Sifat Dasar  Enterpreuner Muslim
>    Sebagai konsekuensi pentingnya kegiatan wirausaha, Islam
> menekankan pentingnya pembangunan dan penegakkan budaya
> kewirausahaan dalam kehidupan setiap muslim. Budaya kewirausahaan
> muslim itu bersifat manusiawi dan religius, berbeda dengan budaya
> profesi lainnya yang tidak menjadikan pertimbangan agama sebagai
> landasan kerjanya.
>      Dengan demikian seorang wirausahawan muslim akan memiliki
> sifat - sifat dasar yang mendorongnya untuk menjadi pribadi yang
> kreatif dan handal dalam menjalankan usahanya atu menjalankan
> aktivitas pada perusahaan tempatnya bekerja. Sifat - sifat dasar
> itu  di antaranya ialah :
> * Selalu menyukai dan menyadari adanya ketetapan dan perubahan.
> Ketetapan ditemukan antara lain  pada konsep aqidah ( QS. Al Anbiya
> : 125 ). Sedangkan perubahan dilaksanakan pada masalah - masalah
> muamalah, termasuk peningkatan kualitas kehidupan ( QS  al Ra'd : 11
> ).
> * Bersifat inovatif, yang membedakannya dengan orang lain. Al Quran
> menempatkan manusia sebagai khalifah, dengan tugas memakmurkan
> bumi, dan melakukan perubahan serta perbaikan ( al Hadis ).
> * Berupaya secara sungguh - sungguh untuk bermanfaat bagi orang
> lain. Ada beberapa hadis Nabi yang menjelaskan keharusan seseorang
> untuk bermanfaat bagi orang lain.
>            Manusia terbaik adaah manusia yang bermanfaat bagi orang
> lain ( al Hadis )
> Siapa yang membantu seseorang untuk menyelesaikan kesulitan di
> dunia, niscaya Tuhan akan melepaskannya dari kesulitan di hari
> kemudian ( al Hadis ).     Siapa yang menyayangi seseorang di
> dunia, maka Yang Di Langit akan menyayanginya ( al Hadis )
> Tidak disebut seseorang itu beriman sebelum ia menyayangi saudarany
> sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri ( al Hadis ).
> * Karyanya dibangun secara berkelanjutan. Bukan hanya untuk sesaat
> atau untuk dirinya sendiri atau orang sezamannya, tetapi untuk
> jangka waktu yang lebih panjang dan bagi generasi - generasi
> sesudahnya. Bukan hanya diusahakan berjalan baik pada masanya,
> tetapi juga sesudahnya.  Tegasnya, dibutuhkan pelembagaan bagi
> sistem kerjanya. Banyak hadis dan ayat - ayat yang memberikan
> bimbingan dalam hal ini. Di antaranya :
>            Bekerjalah kamu untuk dunia seolah - olah engkau hidup
> selama - lamanya, dan bekerjalah untuk akhirat, seolah  olah kamu
> akan mati esok hari ( al Hadis ).
>            Sekiranya kamu tahu bahwa engkau akan mati esok hari,
> silakan kamu menanam kurma hari ini ( al Hadis ).
>             Hendaklah merasa kawatir orang - orangyang meninggalkan
> keturunannya berada  dalam keadaan lemah, kawatir akan masa depan
> mereka ( QS. Al Nisa' : 9 )
> 
> 
> 
> Memulai Usaha dengan Menata Keluarga Dahulu
>      Keluarga merupakan hal yang tak terpisahkan dari dunia
> bisnis/usaha. Permasalahan keluarga akan berpengaruh pada maju
> mundurnya suatu usaha. Ibaratnya, keluarga dan bisnis adalah  dua
> sisi mata uang yang tak bisa dpisahkan. Karenanya, ketika akan
> mengawali usaha kita harus menata atau memenej keluarga terlebih
> dulu. Anggota inti keluarga hendaknya bisa memahami tentang  dunia
> usaha yang dipilih. Pemahaman ini akan mengurangi kemungkinan
> terjadinya konflik dalam keluarga.
>      "Kaum laki - laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh
> karena Allah telah melebihkan sebagian mereka ( laki - laki ) atas
> sebagian yang lain ( wanita ) dan karena mereka (laki - laki )
> telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Oleh karena wanita
> yang salehah adalah yang taat kepada Allah dan memelihara diri saat
> suami tidak di hadapannya. Oleh karena Allah telah memelihara
> mereka. ( QS. An Nisaa: 34 ).
>      Menata keluarga yang baik adalah bagaimana kita menjalankan
> roda kehidupan keluarga berdasarkan Qur'an dan Sunnah Nabi. Apabila
> anggota keluarga telah menjalankan kewajiban dan memperoleh haknya,
> Insya Allah, akan terwujud keluarga sakinah.  Suami mempunyai hak
> dan kewajiban ( akhlaq suami ), istri juga mempunyai hak serta
> kewajiban ( akhlaq istri ). Selain itu juga ada hak dan kewajiban
> orang tua ( akhlaq orang tua ) dan hak serta kewajiban anak kepada
> orang tuanya ( akhlaq anak ). Semuanya telah diatur dalam Islam.
> Apabila kesemuanya bisa berjalan dengan baik dan benar, iberarti
> kehidupan keluarga bisa berjalan dengan landasan akhlaqul karimah.
> Pada keluarga yang demikian, apabila menjalankan sebuah usaha,
> Insya Allah kemungkinan suksesnya lebih besar.
> 
> Integritas Wirausahawan Muslim
>      Keberhasilan seorang wirausahawan muslim bersifat independen.
> Artinya keunggulannya berpusat pada integritas pribadinya, bukan
> dari luar dirinya. Hal ini selain menimbulkan kehandalan menghadapi
> tantangan,juga merupakan garansi tidak terjebak dalam praktek -
> praktek negarif dan bertentangan dengan peraturan, baik peraturan
> negara maupun peraturan agama. Integritas wirausahawan muslim
> tersebut  terlihat dalam sifat - sifatnya, antara lain :
> 1. Taqwa, tawakal, zikir dan bersyukur
> Seorang wirausahawan muslim memiliki keyakinan yang kukuh terhadap
> kebenaran agamanya sebagai jalan keselamatan, dan bahwa dengan
> agamanya ia akan menjadi unggul. Keyakinan ini membuatnya melakukan
> usaha dan kerja sebagai dzikir dan bertawakal serta bersyukur pasca
> usahanya.
>    2. Motivasinya bersifat vertical dan horisontal
> Motivasi wirausahawan muslim bersifat vertical dan horizontal.
> Secara horizontal terlihat pada dorongannya untuk mengembangkan
> potensi dirinya dan keinginannya untuk selal mencari manfaat sebear
> mungkin bagi orang lain. Sementara secara vertical dimaksudkan
> untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Motivasi  di sini
> berfungsi sebagai pendorong, penentu arah dan penetapan skala
> prioritas.
> Rasulullah SAW menyebutkan bahwa nilai suatu pekerjaan dilihat dari
> kualitas niatnya sendiri ( al Hadis ). Orang harus bekerja untuk
> kebahagiaan dirinya sendiri dan keluarganya serta untuk orang lain.
> 
> 3. Niat Suci dan Ibadah
> Islam menekankan bahwa keberadaan manusia di dunia adalah untuk
> mengabdikan diri kepada-Nya ( QS. Al Dzariyat: 56 ).
> Bagi seorang muslim, menjalankan usaha merupakan aktifitas ibadah
> sehingga ia harus dimulai dengan niat yang suci(lillahi ta'ala ),
> cara yang benar, dan tujuan serta pemanfaatan hasil secara benar.
> Sebab dengan  itulah ia memperoleh garansi keberhasilan dari Tuhan.
>  4. Memandang Status dan profesi sebagai amanah
> Seorang wirausahawan muslim senantiasa menyadari bahwa statusnya
> atau profesinya sebagai amanah. Karena itu, keberadaannya dala
> tugas dan jabatan apapun selalu digunakan untuk mencapai penunaian
> amanah itu ( QS. Al Mukminun: 8 ).
> 5. Aktualisasi diri untuk melayani
> Wirausahawan muslim senantiasa berusaha untuk mengaktualisasikan
> dirinya, melayaninya (  antum a'lamu bi umiri dunyakum ), melayani
> konumen atau orang - orang yang menaruh harapan  kepadanya atu
> kerjanya. Berusaha selalu memberikan pelayanan yang baik kepada
> orang atau lembaga yang berusaha membantu atau memajukan usahanya.
> Semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa, apa yang dilakukan
> sebagai pengabdian kepada Yang Maha Menentukan bai semuanya, yakni
> Allah SWT.
> 6. Mengembangkan Jiwa  Bebas Merdeka
> Bagi wirausahawan muslim, perlu memiliki jiwa bebas-merdeka.
> Baginya rahmat Tuan dan rezeki-Nya sangat tidak terbatas sehingga
> cara dan upaya untuk mencapainya sangat luas pula. Perasaan ini
> membuatnya menjadi agak tampak tak merasa terikat dengan system
> yang ada. Namun kebebasannya selalu didasari pada patok -patok atau
> filosofi dan nilai - nilai yang dianggapnya benar.
> 
> 7. Azam  Bangun Lebih Pagi
> Rasulullah mengajarkan kepada kita agar mulai bekerja sejak pagi
> hari. Setelah sholat Subuh, kalau tidak terpaksa, sebaiknya
> jangantidur lagi. Bergeraklah untuk mencari rezeki dari Rab-mu.
> Para malaikat akan turun dan membagi rezeki sejak terbit fajar
> sampai terbenam matahari.
> 8. Selalu berusaha Meningkatkan lmu dan Ketrampilan
> Ilmu pengetahuan dan ketrampilan, dua pilar bagi pelaksanaan suatu
> usaha. Oleh karenanya, memenej perusahaan berdasarkan ilmu dan
> ketrampilan di atas landasan  iman dan ketaqwaan merupakan salah
> satu kunci keberhasilan seorang wirausahawan.
> 9.  Semangat  Hijrah
> Seorang wirausahawan muslim perlu memiliki semangat hijrah. Hijrah
> merupakan salah satu strategi Nabi Muhammad, yang pantas diteladani
> dan sangat cocok untuk diterapkan dalam dunia bisnis. Makna hijrah
> ini bukan hanya berarti kepindahan fisik semata, namun juga
> bermakna meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah dan berusaha
> sekuat tenaga untuk menalankan perintah-Nya. Hijrah ( dalam arti
> fisik dan spiritual ) dalam berbisnis akan mendatangkan semangat
> baru, bahkan juga peluang baru yang tidak diduga sebelumnya.
> 10. Keberanian Memulai
> Keberanian seringkali bukan merupakan bawaan lahir. Sebab, setiap
> orang dapat mengembangkan keberaniannya, dan bila dilakukan secara
> sungguh - sungguh  keberanian tersebut akan berkembang dan
> berdayaguna. Bill Gates merupakan salah satu contoh yang  baik
> dalam hal ini. Sebab dalam usia 19 tahun ia memilih keluar dari
> kuliahnya di Harvard Business School dan memilih terjun ke dunia
> usaha atau mejadi wirausahawan. Akhirnya keberanian tersebut
> mengantarkannya pada suatu keberhasilan yang tercatat dalam sejarah
> kewirausahaan dunia.
> 
> 
> 11. Memulai Usaha dengan Modal Sendiri Walaupun Kecil
>    Banyak orang berpendapat, uang adalah modal utama usaha dan
> harus tersedia dalam jumlah yang cukup/besar. Pandangan ini tidak
> mutlak salah namun juga belum tentu benar. Memang uang diperlukan
> sebagai modal usaha, tapi bukan satu - satunya, dan jumlahnyapun
> tidak selalu harus besar. Ada modal lain yang juga dangat penting,
> yaitu semangat, kesungguhan dan karakter serta
> keahlian/ketrampilan. Banyak contoh, mereka yang semula hanya
> "bermodal dengkul", namun didukung  dengan kesungguhan dan kerja
> keras dan kecerdasannya akhirnya bisa meraih sukses.
>       Memulai usaha dengan modal sendiri meskipun kecil, apalagi
> kalau modal itu diperoleh dari hasil keringat sendiri ( bukan  dari
>  warisan apalagi meminta - minta ), merupakan awal yang baik untuk
>  meraih sukses.
> 12.Sesuai Bakat
> Setiap manusia dikarunia Allah kelebihan dan kekurangan. Kelebihan
> atau potensi dalam diri seseorang dapat dikembangkan atau dimenej
> untuk mencari rezek. Usaha yang dirintis dari hobby atau
> potensi/ketrampilan yanga da dalam dirinya akan lebih berpeluang
> untuk sukses. Sebab ia akan selalu bersemangat, pekerjaannya
> menyenangkan, sehingga ia akan mencintainya. Hampir semua pengusaha
> yang sukses memulai usahanya dari sesuatu yang dicintai dan potensi
> yang ada dalam dirinya.
> 
> 13.Jujur
> Kejujuran merupakan salah satu kata kunci dalam kesuksesan seorang
> wirausahawan. Sebab suatu usaha tidak akan bisa berkembang  sendiri
> tanpa ada kaitan dengan orang lain. Sementara kesuksesan dan
> kelanggengan hubungan dengan orang lain atau pihak lain, sangat
> ditentukan oleh kejujuran keduabelah pihak. Itulah sebabnya Nabi
> Muhammad SAW menyatakan bahwa "Kejujuran akan membawa ketenangan
> sementara ketidakjujuran akan menimbulkan keragu-raguan." ( HR
> Turmudzi )
> 14.Suka Menyambung Tali Silaturahmi
> Seorang wirausahawan haruslah sering melakukan silaturahmi dengan
> mitra bisnis dan  bahkan juga dengan konsumennya. Hal ini harus
> merupakan bagian dari integritas seorang wirausahawan  muslim.
> Sebab dalam perfektif Islam, silaturahmi selain meningkatkan ikatan
> persaudaraan juga akan membuka peluang - peluang bisnis baru. Hal
> ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW : "Siapa yang ingin murah
> rezekinya dan panjang umurnya, maka hendaklah ia mempererat
> hubungan silaturahmi." ( HR Bukhari )
> 15.Memiliki Komitmen Pada Pemberdayaan
> Menurut perspektif Islam keberhasilan seseorang dalam usahanya
> bukanlah mutlak merupakan hasil kerjanya, melainkan merupakan kerja
> kolektif sejumlah manusia yang terkait dengannya. Oleh karenanya
> Islam menekankan sekali pentingnya komitmen pemberdayaan.
> Sedemikian pentingnya, sehingga menurut Islam, dalam harta
> seseorang selalu terdapat hak - hak orang miskin ( QS 51/Al
> Dzariyat : 19 )
> Komitmen pada pemberdayaan memiliki arti luas, dan pelaksanaannya
> merupakan bagian dari tanggungjawab social  pengusaha.
> 16.Menunaikan Zakat, Infaq dan Sadaqah ( ZIS )
> Menunaikan zakat, infaq dan sadaqah harus menjadi budaya
> wirausahawan muslim. Menurut Islam sudah jelas, harta yang
> digunakan untuk membayar ZIS, tidak akan hilang, bahkan menjadi
> tabungan kita yang akan dilpatgandakan oleh Allah, di dunia dan di
> akhirat kelak. Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan
> Allah bagai sebutir biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Pada
> tiap tangkai itu berbuah seratus bijih dan Allah melipatgandakan (
> pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia
> yang luas lagi Maha Mengetahui ( QS 2/Al Baqarah : 261 )
> Dalam ayat lain Allah berfirman : ( yaitu ) orang - orang yang
> mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian  dari rezeki yang kami
> berikan kepada mereka. Itulah orang - orang yang beriman dengan
> sebenar - benarnya. Mereka akan memperoleh derajat ketinggian di
> sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki ( nikmat ) yang mulia. ( QS
> Al Anfal : 3-4 ).
> Pengertian sebagian dari rezeki, sebagaimana ayat di atas, idealnya
> adalah  sekitar 35 persen. Karena itu, bagi wirausahawan muslim,
> nilai ZIS yang dibayarkan semestinya tidak kurang dari 10 %.
> 17. Puasa Sunat
> Hubungan antara bisnis dan keluarga ibarat dua sisi mata uang
> sehingga satu sama lain tidak bisa dipisahkan. Sebagai seorang
> entrepreneur, disamping menjadi pemimpin di perusahaannnya dia juga
> menjadi pemimpin di rumah tangganya. Membiasakan keluarga , istri,
> anak, untuk melaksanakan puasa-puasa sunat ( pusaa senin-kamis,
> puasa hari besar, dsb), bahkan  mewajibkannya ( untuk keluarga)
> merupakan usaha yang sangat mulia dan akan sangat mendukung usaha.
> 18. Shalat Sunat
>         Shalat-shalat sunat seperti, shalat sunat wudhu, rawatib,
> tahajud,
> witir, fajar dan shalat sunat dhuha juga sangat penting
> dilaksanakan sehingga suasana keluarga akan terasa sejuk dan selalu
> dalam suasana agama. Mewajibkan shalat-shalat tersebut (  untuk
> keluarga) merupakan jalan terbaik sehingga doa keluarga yang dalam
> suasana agama tentu akan didengar Allah SWT
> 19.Mengasuh  Anak Yatim
> "Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama ? Itulah orang yang
> menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang
> miskin" ( QS. Al Ma'un : 1-3 )
> Sebagai pengusaha, mengasuh anak  yatim merupakan kewajiban.
> Mengasuh atau memelihara dalam arti memberikan kasih sayang dan
> nafkah ( makan,sandang, papan dan biaya pendidikan ). Lebih baik
> lagi bila juga kita berikan bekal  ( ilmu/agama/ketrampilan)
> sehingga mereka akan mampu mandiri menjlani kehidupan di kemudian
> hari.
> 20.Memampukan Orang Miskin
>          Allah SWT telah mewahyukan kepada Daud  a.s. : "Kelak pada
> hari kiamat akan  datang seorang hamba menghadapKu dengan membawa
> bekal amal kebajikan, maka pasti Aku serahkan segala kenikmatan
> sorga kepadanya. Daud berkata :"Ya Rabbi, siapaka hamba itu ?"
> Allah menjawab : " Yaitu orang mukmin yang berusaha memenuhi
> keperluan sesamanya  sampai berhasil  ataupun tidak berhasil." ( HR
> l Khathib & Ibnu Asakir yang bersumber dari Ali  ra ). Pepatah
> mengatakan, "Kalau kita menanam  padi, maka rumput akan tumbuh,
> tetapi kalau kita menanam rumput, padi tidak akan tumbuh."
> Memampukan orang miskin adalah pekerjaan yang sangat mulia di sisi
> Allah danmerupakan tabungan  kita  untuk  akhirat. Kalau kita
> menabung untuk  akhirat ( padi ), maka dunia otomatis bisa diraih.
> Jadi dengan kata lain, kalau kita ingin dikayakan oleh Allah maka
> kita harus mau dan berani mengayakan orang lain. Atau, dengan jalan
> memampukan orang miskin.
> 21.Mengembangkan Sikap Tolerans
> Toleransi, tenggang rasa, tepo sliro ( Jawa ) lamak diawak katuju
> diurang ( Minang ) merupakan sikap yang penting dimiliki
> wirausahawan. Dengan demikian, tampak orang bisnis itu supel, mudah
> bergaul, fleksibel, pandai melihat situasi dan kondisi, teguh
> memegang prinsip namun tidak kaku dalam berhubungan dengan pihak
> lain ( termasuk dengan pelanggannya  ).
>   22. Bersedia Mengakui Kesalahan dan Suka Bertaubat
>        Kesalahan dan kegagalan bagi wirausahawan muslim  merupakan
> hal berharga dan bias menjadi guru di kemudian hari. Dari situ ia
> akan selalu melakukan koreksi dan intropeksi diri, tanpa harus
> diketahui publik. Pengakuan terhadap kesalahan atau kegagalan
> merupakan bagian dari perubahan sikap ( taubat ). Sementara itu
> mengungkap aib orang lain tetap merupakan perbuatan tercela. Kedua
> petunjuk ini dilaksanaan dengan enyadari kegagalan tanpa
> mengeksposenya, sehingga ia dapat melakukanperbaikan ( taubatan
> nasuha ) oleh dirinya sendiri dan untuk diri serta manusia di
> sekitarnya.
>           Berdasarkan prinsip itu maka seorang wirausahawan muslim
> memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi segala tantangan (
> QS al Taubah : 9 ), dan memiliki keyakinan yang tinggi bahwa ia
> dapat mengatasi segala tantangan dan kegagalan yang ada ( QS.Al
> Zumar; 53 )
> Kesimpulan
>   Dari  uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan
> kewirausahaan merupakan bagian integral dalam pelaksanaan ajaran
> Islam, dan dalam tingkatan tertentu merupakan solusi alternatif
> dalam mengatasi  krisis ketenagakerjaan di Indonesia.
> Seorang wirausahawan muslim memiliki peluang besar untuk sukses
> dalam usahanya apabila ia meyakini benar bahwa agamanya merupakan
> jalan hidup yang benar dan merupakan factor pendukung keunggulan
> seorang wirausahawan.
> Kesuksesan seorang wirausahawan muslim tidaklah semata -mata
> ditentukan oleh ilmu dan ketrampilan serta kecanggihan manajemennya
> tetapi juga oleh integritas pribadinya yang Islami.
> Yang secara ringkas bisa dijelaskan bahwa sukses dan beruntungnya
> seorang wirausaha muslim (entrepreneur muslim) seperti yang
> terdapat dalam surat Al mukminuun 1-6, yang artinya :
> " Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu
> orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang
> menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna
> ( bisa dipahami sedikit bicara banyak kerja), dan orang-orang yang
> menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali
> terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki,
> maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."
> 
> 
> 
> 
> ____________________________________________________
> 
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke