Ya klop, kalau sanak punya skema tersendiri juga baik toh,
yaitu menutup kerugian dari sitaan aset para konglomerat hitam,
dan saya melihat dari segi pengalihan subsidi. Jadi bagus kan
ada banyak pendapat dan solusi, kali-kali aja pmth juga sependapat
dgn pemikiran-pemikiran yang berkembvang disini
.
Kita sepaham saja, bahwa kita tidak setuju dengan kenaikan ini,
dari saya, kalau pun naik, maka harus ada sektor lain yang diturunkan
atau kalau perlu digratiskan spt pendidikan dan kesehatan, dari
sanak, kekurangan anggaran akibat kenaikan harga BBM, bisa
ditutup dari menyita aset konglomerat hitam.

btw, Jikalah solusinya dari menyita aset konglomerat hitam, apa justru
nggak lebih lama ? karena harus diselidik dulu, disidang dulu,
keputusan pengadilan dulu dan penyitaan, belum lagi kalau
si tersangka mencoba naik banding, kan lebih lama ? atau saya
yang salah menghitung barangkali.

Dalam keadaan perekonomian indonesia, dimana APBN selalu
defisit dan ditutup dari hutang LN, tingkat pertumbuhan ekonomi masih
jauh dari ideal, dan masih meratanya rakyat yang miskin, maka
agak mustahil jika ada suatu kebijakan ekonomi yang bisa membalikkan
semuanya dalam sekejap atau waktu yang bersamaan. Pasti perlu
proses yang bertahap dan kerangka kebijakan yang benar sehingga
bisa berjalan sesuai dengan rencana.

oh ya, tdk sama alasan yg digunakan oleh dua pmth belakangan ini,
karena faktanya adalah : pd pmth terdahulu, harga minyak dunia
US$ 28-32 per barrel, pd pmth sekarang harga minyak dunia telah
lebih dari US$ 50 perbarrel.

oke yah...

"memikirkan keadaan umat adalah bagian dari ibadah juga"

wassalaam,
Ronald




                                                                                
                                                               
                      [EMAIL PROTECTED]                                         
                                                             
                      Sent by:                         To:       
[EMAIL PROTECTED]                                                  
                      [EMAIL PROTECTED]        cc:       [EMAIL PROTECTED]      
                                                   
                      ntaunet.org                      Subject:  RE: [EMAIL 
PROTECTED] RE: [surau] Kenaikan BBM                                     
                                                                                
                                                               
                                                                                
                                                               
                      12/20/2004 09:13 AM                                       
                                                               
                      Please respond to palanta                                 
                                                               
                                                                                
                                                               
                                                                                
                                                               




Kalau dilihat/dibanding secara porsi spt jelas meman si kaya
yang banyak memakai daripada si miskin. Tapi seperti yang
saya sebutkan bagi si kaya pencabutkan subsidi ini hanya
MENGURANGI sbgn kecil kekayaan/kenikmatannya, tetapi bagi
si miskin ini adalah MENAMBAH beban hidup mereka yang berat
untuk semakin berat.
Pengalihan subsidi ke bidang lain? boleh saja tapi apakah
bisa dlm satu waktu yang bersamaan misal, tanggal 01/01/05
BBM naik, maka besoknya sembako juga ikut naik, apa pada
saat itu juga pendidikan dan kesehatan langsung gratis??
Rasanya tidak, anggap saja dua bulan berikutnya, tapi dlm
dua bulan itu rakyat kecil (wong cilik) mereka sudah terlanjur
susah. Selain itu, apa iya besarnya alokasi subsidi dari BBM
itu, juml. bisa menutupi bid. pendidikan dan kesehatan.
Waduh, yg saya ingat, AR sendiri bilang untuk bikin gratis itu
rasanya sulit.

---------------- cut -------------




--

This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you are 
not the intended recipient (or have received this e-mail in error) please 
notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized 
copying, disclosure or distribution of the material in this e-mail is strictly 
forbidden.



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke