Wa alaikum salam Wr.Wb. Mungkin untuk mengetahui secara general mengenai manhaj Salafy, bisa dilihat di www.salafy.or.id . Sekali lagi, saya mohon ma'af kepada dik Rida kalau ada tulisan saya yang salah. Saya sendiri sih tidak ingin mengulas mengenai kelompok-kelompok yang ada di Indonesia. Hanya saja, terkadang saya selalu berusaha menyesuaikan diri dengan siapa saya berdialog, karena masing-masing kelompok toh punya ciri khas yang saya sendiri lebih cenderung melihat ini sebagai kebinekaan atau keanekaragaman dalam sudut pandang Islam. Masing-masing menurut saya bisa memberikan kontribusi positif selama tidak selalu merasa benar sendiri. Keunggulan manhaj salafy ini adalah pada kehati-hatiannya. Mereka berusaha sekali untuk mengikuti Jejak salafus shaleh. Biasanya teman-teman yang ikut manhaj ini sangat kuat referensinya dan selalu mengacu kepada ulama Shalaf. Hal yang mungkin buat saya nggak terlalu sreg adalah hal yang terkait dengan Bid'ah dan pengkafiran. Sehingga kelompok-kelompok yang lain bisa kena jewer. Tetapi saya juga sadar, meeka punya cukup banyak referensi dan sangat kuat. Saya sendiri, karena memang sangat buta akan agama, sepertinya lebih bersikap mau belajar dan mendengar ketimbang menyalahkan. Ingiiin sekali rasanya bisa melihat kekuatan Islam, sekalipun terpecah dalam berbagai kelompok dan aliran, tapi bisa sejalan dan saling menghormati. Terkadang saya lihat, kita bisa lebih toleran terhadap orang atheis, atau ahli kitab ketimbang dengan sesama muslim, tapi beda kelompok. Hal yang sering membuat orang bodoh seperti saya jadi bingung sendiri. Kemaren ini saya memperoleh teguran dari seorang sahabat yang berusaha mengingatkan agar saya berhati-hati dalam berpendapat dan berusaha mengikuti ajaran Islam yang benar. Nah, yang saya suka bingung, semua kelompok toh merasa mengikuti Islam yang benar, atau bilang bahwa ajarannya yang benar. Saya pernah ikut pesantren Syi'ah, ikutan kegiatan jama'ah tablig, model pengajian PKS, kumpul sama teman-taman aliran Thasauf Qadariah/ Nahsyabandiah, dan tentunya model organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah, dan belakangan berusaha tau mengenai pola berfikir JIL serta cukup gandrung dengan model kajian Aa Gym. Yang jelas, saya seperti orang bingung saja kalau hadir di setiap kelompok. Kalau kurang-kurang ilmu seperti saya ini, tentu cuman bisa bilang "Benar Juga Ya..?" setiap setiap salah satu kelompok menjelaskan Islam beserta argumen yang dia miliki.. Akhirnya, saya hanya berusaha mengumpul-ngumpulkan informasi tersebut, mencernanya, dan menyerahkan kepada Allah. Semoga tidak tersesat dalam pencaharian mencari kebenaran. Yah, sungguh ingin sekali rasanya bisa melihat umat Islam ini rukun. Kalau ada debat atau diskusi yang terjadi, bentuknya seperti diskusi di dunia ilmiah lewat jurnal-jurnal. Di sana boleh perang argumen dan saling kutip. Tetapi hasilnya adalah sebuah perbaikan dan penyempurnaan. Wallahu a'alam. ----- Original Message ----- From: "Hasbi,Mukhlis" <[EMAIL PROTECTED]> To: "'Palanta RantauNet'" <[email protected]> Sent: Friday, December 24, 2004 6:04 PM Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Prof Dr. Syafii Maarif: "Di otak belakang kelompok radikal ini, adalah kehausan > Ass, > Ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai kelompok Salafy ini? Karena > kelihatannya beberapa kawan di komplek saya agak miring dengan istilah > salafy tetapi ketika saya Tanya kenapa mereka tidak bisa juga memberikan > argument yang jelas kenapa mereka tidak terlalu suka dengan Salafy. > Wass, > mh > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

