Assalamulaikum WW

Ambo saroman biaso, basadio manampuang samantaro sumbangan sanak Rantaunet
untuak gampo Aceh, mohon kasadioan rekan untuk manyisiahkan sebagian ZIS-nyo
dan dikirim ka rekening dana sosial mbo: Bank Mandiri Jkt RS Jakarta Rek No.
1220093036567 atau BCA Jkt Sudirman Rek No. 0350154469 atas nama Darul
Makmur. Tolong angka terakhir dinyatakan ACH (224) misanyo kamangirim Rp.
10,000 maka dikirim Rp. 10,224. utk Rp. 100rb dikirim Rp 100,224 dst.

Mohon doa sanak, mudahan 3 orang kamakan mbo dan ex adik ipar indak tamasuak
korban nan sekitar 3000 di Banda Aceh. Mereka tingga di pelabuhan Perikanan
Lampulo Banda Aceh. Dari kapatang mbo cubo manalepon salalu tulalit sajo,
titiak aia mato satiok takana kabanakan nan alah piatu tu.

Wass. WW
St.P

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of
[EMAIL PROTECTED]


Assalamualaikum Wr. Wb.,
Yth. Mak Ban, Mak Bandaro dan dunsanak di RN, apokah alah ado niek
awak di RN untuak salaurkan sumbangan, apokah bisa pakai rekening RN.
Sakian, tarimokasih.
Wassalam,
Syb.

-------------
Sumbangan untuk para korban korban bencana
gempa-tsunami di Aceh dan Sumatra Utara, sebagai ujud
kepedulian kita terhadap sesama, dapat disalurkan
melalui:

1) Indosiar
Rek. BCA atas nama Indosiar: 001 - 304 - 0009

2) RCTI
Rek. BCA atas nama RCTI: 128 - 300 -7000

3) Koordinator Kesra RI
Rek. atas nama Kepala Biro Umum bidang Kesra
Nama: I Nyoman Meweh
Rek. BNI Cab Harmoni: 07 000 311 2717 911

4) Posko Bantuan di Halim Perdanakusuma dan Kantor
Kesra

5) No. telepon perkembangan di Medan: 061 - 456 6524

Barang-barang yang diperlukan: Tenda, Perlengkapan
Dapur, Pemakaman, obat-obatan, makanan bayi, keperluan
wanita, genset, pakaian, selimut, air bersih.



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Darwin Bahar
Sent: Monday, December 27, 2004 2:27 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Bencana di Aceh Diyakini Tak Ganggu Perdagangan
Saham RI (Kok Tega-Teganya Sih Ngomong Begini......)


Banda Aceh, ibukota Provinsi Nanggore Aceh Darussalam
(NAD) bagaikan baru saja dijatuhi bom atom.
Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan. Nyaris setiap
sudut kota ditemukan jenazah berita detikcom siang
ini.

Ada rasa sesal sehabis mempostingkan catatan
perjalananan---bersenang-senang dengan isteri dan dua
orang anaknya di kampung halaman saya Sumatra
Barat---setelah mengetahui adanya korban tewas akibat
gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh
Darussalam dan Sumatera Utara yang hingga Minggu malam
sementara tercatat 814 orang. Seratus orang lainnya
dinyatakan hilang

Dan catatan Depkes RI Senin siang ini enyatakan,
korban tewas terbesar ditemukan di Banda Aceh dengan
angka 3.000 orang

Tiga ribu orang, di Banda Aceh saja!.

Dan isteri saya Kur, yang menyangka bahwa saya belum
mengetahui bencana alam tesebut menelepon saya dengan
menangis memberitahu tentang bencana tersebut, dan
kami menyepakati sebuah angka, yang akan kami sisihkan
dari rezeki yang Allah SWT karuniakan kepada kami,
---tidak besar---apalagi bila dibandingkan dengan
besarnya bencana dan penderitaan masyarakat di tempat
bencana tersebut.

Setiap orang yang hati nuraninya masih berfungsi pasti
hatinya menangis, terutama untuk Aceh, yang sudah
berpuluh-tahun menanggung penderitaan silih berganti,
dan itu sepertinya masih belum cukup..

Tetapi kok masih ada orang yang seperti tanpa beban
tega-teganya bicara bahwa perdagangan saham RI tidak
akan terganggu oleh Bencana Tsunami di Aceh

Dengan kata lain, Bencana di Aceh yang di Banda Aceh
saja itu sudah menelan korban tiga ribu orang hanya
ecek-ecek bila dihubungkan dengan perdagangan di
Bursa Efek, karena jauh dari pusat kegiatan ekonomi.
Masya Allah!

Tiga ribu orang

Ketika demo menentang pembangunan Waduk Nipah di
Sumenep Madura sekitar 10 tahun yang lalu  dihadapai
aparat dengan kekerasan sehingga menyebabkan jatuhnya
empat korban jiwa, dengan nada sangat geram KH Alawy
Muhammad berucap: Nyawa satu orang manusia tidak
dapat ditukar dengan emapat pulau Madura!.

Dan ini  tidak satu orang, tetapi  tiga ribu
orang.. di Banda Aceh saja!

Seakan-akan tiga ribu orang itu hanya sekedar
bilangan.

Sungguh, saya kadang-kadang tidak tahu, apakah yang
sebenrnya sedang terjadi di Republik tercinta ini?

Salam duka,

Darwin


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke