Assalamualaikum Wr. Wb.,
Tarimokasih samo2 Pak Datuk, taun bisuak ambo iyo baciinan mintak via
japri peta update dari Pak Datuk tu. Ngomong2 baa kaba Palembang Pak, mudah2an
lai indak baa doh, indak kurang satupun juo.
Wassalam, syb.
+ Info saketek sbb, manuruk pak J. Kalla, lebih bagus balanjo kebutuhan
utk Aceh di Medan, daripado dari Jkt. yg akan makan biaya maha, indak tabayang
dek awak bara banyak pitih yg dibalanjokan di Medan, mungkin rancak juo
pedagang urang awak (dari sumbar) mamjojokan barang ka Medan, hanyo untuak
saliang membantu (win2 solution), bukan memanfaatkan penderitaan rakyat Aceh.
-------------------
Atas informasi dari salah satu anggota senior milis auri, tadi malam
saya sudah SMS-kan (ke 200-an nomor hp), berita segar dan baik yang
menyampaikan bahwa Garuda menyediakan angkutan gratis untuk cargo
bantuan korban bencana gempa untuk tujuan Medan dan Banda Aceh.
Perlu diketahui bahwa bandara di Banda Aceh tidak bisa menampung pesawat
besar. Dan frekuensi terbang antara MES (Medan) - BTJ (Banda Atjeh)
jauh lebih sedikit dari frekuensi CGK-MES. Sehingga jauh lebih besar
kemungkinan bahwa cargo angkut diangkut sampai MES saja.
Contact Person:
Satgas Cargo Garuda
U/p: Bapak Rusli Baharuddin, Mgr Cargo Garuda
Tel 550-1408 dan 550-2041
Kalau tidak salah, dan demi tertib administrasi di perusahaan Garuda,
organisasi yang Anda wakili akan perlu membuat surat permohonan.
Mari turut bersama saya menyampaikan rasa salut yang sebesar-besarnya
atas solidaritas dan kepekaan sosial yang Garuda persembahkan bagi
saudara-saudara kita di Aceh. Semoga amal baik keluarga besar Garuda
Indonesia Airlines memberikan berkah dan rahmah, baik bagi yang penduduk
Aceh, maupun bagi Keluarga Besar Garuda -- yang secara historis
berhutang "DNA" pada rakyat Aceh [PK-001 Seulawah adalah pesawat pertama
yang dimiliki GIA, dan merupakan sumbangan seluruh rakyat Aceh pada
Pemerintah R.I. tahun 1948(?)]. Kita tunggu bentuk kepedulian sosial
dari SEMUA AIRLINES NASIONAL. Ingat, cargo kemanusiaan tidak hanya
datang dari Jakarta.
Dengan menyesal perlu saya sampaikan bahwa semenjak tadi malam semua
(atau hampir semua) penerbangan komersial ke MES di-divert ke bandara
lain atau dibatalkan samasekali, karena bandara Polonia di MES sudah
kehabisan tempat parkir di apron (daya tampung hanya sekitar tujuh
pesawat besar). Jangan lupa, selain banyaknya pesawat TNI dan bantuan
luar negeri, juga bahwa operasi haji juga sedang tengah berlangsung.
Maaf bagi anggota milis AKI, karena saya cross-posting original article
ke banyak milis lain -- yakni petunjuk yang sangat praktis mengenai
bagaimana menyikapi persiapan untuk pengiriman dan penerimaan cargo,
baik di Halim maupun di MES dan BTJ. Alangkah baiknya, bila Satgas
Cargo Garuda dapat menerbitkan edaran mengenai prosedur pengiriman cargo
kemanusiaan tersebut di setiap stasiun Garuda. Selain mengenai surat
permohonan, ada rekan saya yang bertanya apakah bantuan dari Solo juga
bisa ditampung oleh Garuda di Solo?
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________