Bagi yang mau jadi sukarelawan, sebaiknya tidak hanya
mengandalkan semangat solideritas akan tetapi juga 
disiapkan dulu mental dan phisiknya.

wassalam,
harman
***
Harian Komentar
30 Des. 2004

      Sukarelawan Aceh malah banyak yang pingsan
      WHO: Korban Tewas Bisa Lebih 100 Ribu 
     

  
Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di seluruh Asia bisa
mencapai 100 ribu jiwa lebih. Pasalnya, menurut Badan Kesehatan PBB
(WHO), penyakit yang timbul pascater-jadinya gempa dan gelombang tsunami
bisa meningkatkan angka kematian menjadi dua kali lipat. Pasalnya,
penyakit epidemi kolera dan malaria sangat mungkin terjadi. 

"Ada kemungkinan banyak yang menjadi korban dari pe-nyakit
pascatsunami," ujar Ke-pala Operasi Krisis WHO, Dr David Nabarro di
Jenewa, Swiss, seperti dilansir Associa-ted Press, Rabu (29/12).
Na-barro, menambahkan penyakit ini terjadi karena air bersih dan
sanitasi yang minim. "Belum lagi rumah sakit lokal dan layan-an medis di
sana sudah mulai kewalahan menangani korban. Dan ini membuat mereka
tidak bisa menangani korban yang jatuh sakit," tukasnya.
Untuk itu, lanjut dia, WHO bersama pemerintah dan LSM akan bersama-sama
bekerja mencegah timbulnya penyakit tersebut termasuk membantu pemulihan
infrakstruktur vital. "Beberapa lokasi memang masih sulit untuk
dijangkau tapi kami sekarang sedang bergerak ke Aceh. Dan tentu kami
juga menaruh perhatian pada Sri Lanka dan negara lain juga," kata
Nabarro. 

Sementara itu AFP melapor-kan, jumlah kematian akibat gempa diprediksi
akan menca-pai 100-120 ribu mengingat jum-lah korban tewas saat ini
sudah mendekati 60 ribu orang. Di Aceh sendiri menurut Wapres Jusuf
Kalla, jumlah korban tewas bisa mencapai 40 ribu jiwa, karena masih
banyak mayat yang tidak bisa dievakuasi karena daerah bencana
terisolasi, dan ada ma-yat yang terkubur di reruntuhan rumah dan gedung.


Pihak WHO juga mengingat-kan soal bahaya pasca benca-na. ''Teror
berikutnya adalah ancaman penyakit akibat sani-tasi di Aceh dan daerah
benca-na yang sangat memprihatin-kan,'' ungkap David Nabarro, salah satu
petinggi WHO, kema-rin. Belum lagi ancaman kela-paran yang kini mulai
dirasa-kan penduduk yang selamat. Tak heran akibat 'teror susulan' ini,
sedikitnya 79.811 jiwa war-ga Nanggroe Aceh Darussalam
berbondong-bondong mening-galkan Aceh dan mengungsi. 
Pengungsi terbanyak terda-pat di Kabupaten Aceh Utara, yaitu 49.600
jiwa. Mereka kini tinggal di 11 titik pengungsi yang tersebar di Aceh
Utara. Demikian data yang dilaporkan acehkita dari Pusat Penang-gulangan
Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Keseha-tan, Rabu (29/12).

Sementara itu, kondisi pe-ngungsi di Kabupaten Bireuen, sangat
memprihatinkan. Mere-ka kekurangan bahan maka-nan, obat-obatan, pakaian
ber-sih dan air bersih. Pengungsi yang berada di Simpang Mam-plam,
Kecamatan Samalanga, ada yang terserang gatal-gatal. Bantuan dari Pemkab
Bireuen tidak mencukupi pengungsi di kabupaten hasil pemekaran dari
Kabupaten Aceh Utara itu. 

Sementara itu, diperkirakan ratusan mayat penduduk Kota Banda Aceh yang
tewas menjadi korban gempa dahsyat dan badai tsunami masih tertimbun d
ibawah reruntuhan bangunan rumah tempat tinggal, pertokoan dan
perkantoran dan kondisi mayat sudah membusuk belum dapat dievakuasi
karena keter-batasan petugas pertolongan. "Masih banyak mayat
berse-rakan di mana-mana dan bau busuk sangat menyengat, mengingat sejak
kejadian ben-cana alam yang sangat menge-rikan tersebut Minggu pagi lalu
hingga kini masih tertimbun reruntuhan bangunan atau ka-yu-kayu bekas
rumah yang hanyut," demikian diungkap-kan seorang warga Banda Aceh Rabu
(29/12) siang.

Kota Banda Aceh juga dila-porkan masih lumpuh total, belum ada pasar,
perkantoran yang buka, bahkan masyara-kat semakin sulit mencari ba-han
kebutuhan pokok terma-suk bahan bakar minyak. Sementara itu, sejumlah
su-karelawan yang diturunkan membantu mengevakuasi kor-ban tewas,
dilaporkan banyak yang tak mampu akibat bau mayat yang menyengat dalam
jumlah yang besar. 

Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Malaranggeng kepada
wartawan di Posko Satkorlak Lanud Po-lonia, Medan, mengatakan ba-nyak
sukarelawan malah ping-san setelah melihat banyaknya mayat yang
membusuk. "Kemarin (Selasa, 28/12, red) di Banda Aceh ada sukarela-wan
yang melihat mayat, bau busuk terus pingsan. Nah dia malah menjadi
beban," kata-nya. Untuk itu, kata Andi, se-baiknya sukarelawan yang
di-kirim mereka yang berpenga-laman. " Kami minta relawan yang mendaftar
terlatih dan berpengalaman. Karena mere-ka yang tak terlatih akan
me-nambah beban," tambah Andi. 
Pemerintah, kata Andi, me-minta agar pendaftaran
suka-relawan-sukarelawan ini di-lakukan secara selektif. Mini-mal mereka
pengalaman dalam melakukan pertolongan perta-ma. Syarat lainnya
mempunyai fisik yang kuat. "Pemerintah berharap selektif dalam mengi-rim
sukarelawan ini," tambah-nya.(afp/dtc/kcm)

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke