Masyarakat yang bermukim di sepanjang pinggiran pantai Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (31/12) dinihari berhamburan ke luar rumah guna mencari tempat tinggi menyusul isu akan datangnya badai tsunami.
"Orang-orang pada berlarian, mereka terlihat panik, taksi-taksi jadi rebutan, jalan menuju ke kawasan tinggi seperti Indarung macet, pokoknya mereka berusaha secepatnya menjauhi pantai," ujar Budi, seorang warga Air Tawar, Jumat dinihari. Isu badai tsunami mulai beredar sejak Kamis siang, namun warga sepanjang garis pantai Kota Padang mulai panik meninggalkan kawasan pantai ketika hari mulai gelap, mereka berusaha menyelamatkan diri meninggalkan rumahnya menuju kawasan perbukitan terdekat. Ketakutan terhadap datangnya musibah tsunami tersebut terlihat dari cukup banyaknya warga masyarakat yang menelpon guna memastikan kebenaran isu akan datangnya badai tsunami ke Kota Padang. Seorang warga Lubuk Buaya, Hendri mengatakan, sejumlah tetangganya telah meninggalkan kawasan perumahan di pinggir pantai itu menggunakan mobil dan kendaraan roda dua. "Isteri saya habis melahirkan. Ia belum sanggup banyak bergerak. Padahal isu bakal ada tsunami sedang santer saat ini. Semua orang hampir meninggalkan rumah menuju bukit," ujarnya. Setelah mendapat penjelasan bahwa keadaan laut masih stabil dan hanya mengalami pasang biasa, Hendri percaya dan lebih tenang. Sementara itu, seorang mahasiswi yang bermukim di Jati, Padang mengatakan sejumlah warga tetangganya telah berkemas dan meninggalkan komplek menggunakan kendaraan apa saja. "Keadaannya sangat menakutkan. Kebanyakan masyarakat sudah bersiap untuk segera meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujarnya. Ketakutan warga Kota Padang semakin menjadi setelah menyadari kondisi geologis Kota Padang berada di bawah garis permukaan laut dan termasuk daerah rawan gempa. Jika ada badai tsunami seperti yang menimpa kota-kota di Aceh, maka Kota Padang akan habis tersapu dan tergenang air laut dengan mudah. Sementara itu, untuk menenangkan warga yang panik tersebut, mobil patroli dari Basarnas berpatroli dan memberi informasi bahwa air laut masih stabil dan tidak ada tanda-tanda pasang naik seperti yang dikhawatirkan, karenanya warga diminta untuk tenang dan tidak termakan isu. Petugas SAR nampaknya kewalahan memberikan penjelasan kepada masyarakat karena sebagian mereka tidak mempercayainya sehingga mempersulit petugas meredakan isu itu. "Air laut masih stabil, jadi isu itu tidak benar," teriak seorang petugas kepada kerumunan massa. Sikap masyarakat ini, diduga karena trauma menyaksikan tayangan televisi yang memperlihatkan dahsyatnya badai tsunami yang mampu meluluhlantakkan kota beserta isinya dalam sekejab sebagaimana terjadi di Aceh. Begitu juga petugas kepolisian Poltabes Padang nampak sibuk mengatur kendaraan yang saling berebut menuju ke jalan-jalan ke arah bukit. (Ant/Glo) Sumber : Kompas.Com ________________________________________________________________________ Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

