Khutbah Wukuf Arafah Oleh: Abdullah Gymnastiar Saudara-saudaraku sekalian, tanggung jawab adalah ciri keteladanan dari seorang haji yang mabrur. Orang-orang disekitar kita, pembantu, tetangga, orang-orang yang fakir dan miskin... apa yang kita lakukan terhadap mereka? Kita punya tanggung jawab baik tenaga, harta dan fikiran agar bisa membantu orang lain menjadi lebih baik.
Andaikata kita bisa melihat orang lain dengan perasaan berhutang: apa yang bisa saya lakukan untuk anak-anak jalanan? Apa yang bisa saya lakukan untuk orang yang cacat? Apa yang bisa saya lakukan untuk orang-orang miskin? Semakin kita merasa berhutang, semakin kita bertanggung jawab, maka semakin berarti hidup kita. Itulah haji yang mabrur, haji yang kehadirannya bagai cahaya matahari: menerangi yang gelap, menumbuhkan yang layu, menyegarkan yang hidup. Seharusnya haji mabrur adalah kekuatan yang bisa membangun keluarga, membangun masyarakat di lingkungannya. Dimanapun kita berada, harusnya orang lain merasakan manfaat yang luar biasa. Saudaraku sekalian, Saudara sudah dimuliakan Allah di tempat ini. Kita harus buktikan setelah pulang dari sini menjadi manusia yang bertanggung jawab. Negeri kita terpuruk karena kita sulit mencari suri tauladan. Oleh karena itu kitalah yang tampil, kalau tidak bisa dalam ukuran negara, jadilah teladan di rumah. Jadikan anak-anak kita bangga memiliki ayah dan ibu seperti kita! Jadilah teladan bagi tetangga kita, jadikan tetangga kita bangga dan bahagia dengan kehadiran kita di sekitarnya. Jadilah teladan di kantor. Kalaupun kita tidak bisa membagikan harta dan kedudukan karena kita hanya pegawai biasa, buatlah orang-orang merasa nyaman dengan kehadiran diri kita. Khoirunnaas anfa'uhum linnaas. Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya, sebaik-baik haji yang mabrur adalah haji yang paling banyak manfaatnya. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Menatap mengabulkan do'a kita ini. Aamiin. Allahumma sholli wa salim wabarik 'ala sayyidinaa wa maulana Muhammad wa 'ala aalihi wa shohbihi ajma'in. Allah, Allahumma yaa kariim, alhamdulillah yaa Allah, yaa hayyu yaa qoyyuum. Yaa Allah ... inilah kami hamba-Mu yang berlumur dosa, bergelimang aib, yang Engkau sudah tahu segala kebusukan yang kami lakukan, Engkau menyaksikan aib-aib yang mati-matian kami sembunyikan. Engkau tahu dosa yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi. Yaa Allah bukankah Engkau sedang membanggakan kami di hadapan para malaikat-Mu, kami mohon jadikan saat ini saat ampunan bagi dosa-dosa kami Yaa Allah. Robbanaa zholamnaa anfusana wainllam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosiriin. Ampuni yaa Allah, ampuni sebusuk apapun diri-diri kami, rasanya tidak kuat menanggung aib ini yaa Allah, kami ingin meninggalkan dunia ini dalam keadaan bersih yaa Allah, Allahumma innaa nasaluka taubatan nasuhaa, taubatan nasuuhaa yaa Allah, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan 'indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut, Allahumma hawwin 'alaina fii sakarotil maut. Duhai Allah ampuni kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami, ampuni jikalau kami jarang tersenyum kepadanya, ampuni jikalau kami jarang memuliakannya, berikan kesempatan kami memuliakan keduanya yaa Allah. Allahummaghfirlanaa waliwalidina warhamhum kamaa robbayana sighoro. Muliakan ibu bapak kami yaa Allah, ampuni dosa-dosanya, jadikan husnul khotimah akhir hayat, lapangkan kuburnya yaa Allah, ringankan hisabnya, jadikan ahli sorga-Mu yaa Allah, lindungi orang tua kami dari azab kubur, dari fitnah jahannam. Yaa Allah muliakan guru-guru kami, para ulama yang membimbing kami, para muballigh yang menuntun kami, muliakan orang-orang yang membuat kami mengenal-Mu yaa Allah. ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

