----- Original Message -----
From: "Z. Fikri" <[EMAIL PROTECTED]>
> Sistem persekolahan ini dimasa orde baru telah diterapkan umpamanya Dep PU
> membuat akademi ADPU khusus bagi pencukupan karyawan PU, Dep. Dalam negeri
> membuat APDN untuk diangakat jadi camat, Telkom membuat STM dan akademi
> telkom, AKABRI atau sekolah tantara lainnya yang langsung jadi taentara.
> Hasil lulususan tidak diragukan atau dipastikan mempunyai relevansi
> dengan kebutuhan, karena yang mengajar adalah orang yang akan memakainya.
Assalamualaikum ...
Batua sakali Pak Z, sampai saat ini sekolah yang bersifat proyek dari
Departemen ini masih ada. Sebagai contoh Departemen PU, saat ini mempunyai
sekolah kedinasan malah sampai ke S2 (magister) segala. Yang jadi
permasalahan nya adalah walaupun team pengajar adalah gabungan dari
perguruan tinggi (biasanya dicantolkan ke Perguruan Tinggi ternama , karena
tetap ijazahnya harus dari Universitas) dan para praktisi dari Departemen
sendiri, kalau input nya tidak terseleksi baik, he .. he hasil nya juga jadi
pertanyaan. Malah kadang cenderung untuk mengejar target kelulusan !!!
Sekali lagi terbukti memang untuk mendidik sesorang itu harus terlebih
dahulu si mahasiswa nya sendiri harus mempunyai dasar yang kuat ... ini
tentunya buah dari pengajaran dari SD sampai SMA ('kan ngajar di S1 atau
malahan di S2 itu lebih gampang he he). Mungkin kita yang dari Sumbar ini
bisa cukup berbangga diri karena mempunyai dasar yang lumayan kuat (two
thumbs up untuak dunsanak yang jadi guru di kampuang!)... ini pengalaman
pribadi menjadi pengajar pada beberapa program studi ...! Ini adalah salah
satu modal kuat untuk menjadikan Sumbar sebagai pusat pendidikan tinggi yang
bisa dijual, seperti topik diskusi lain yang dibicarakan disini.
Itu nan bisa di shared dari ambo.
Wassalam,
--fred
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________