Assalamu'alaikum wr wb.,

Sanak Irdam dan sanak RN Yth.,

Pada prinsipnya mereka adalah kelompok yang mayoritas menjalankan dan
menguasai ekonomi pasar di Indonesia. Mengenai praktek "menjaga lingkungan"
akan selalu menjadi hal yang normal dalam setiap usaha bisnis. Usaha bisnis
adalah didasarkan pada transakasi yang terjadi atas dasar kepercayaan dan
kepentingan bersama. Dalam usaha yang melibatkan kerja sama, kepercayaan
terhadap lawan bisnis yang dikenal akan menjadi pertimbangan utama. Jadi
kalau sudah pada tahap ini, bisnis akan lebih lancar apabila ada saling
percaya.

Harga bisa menjadi lebih miring, apabila kita berdagang sesama kawan yang
akan saling membantu. Barang bisa dibawa dulu, bayar sebagian dan akan
dilunasi kemudian setelah terjadi penjualan. Ini terjadi karena adanya
kepercayaan. Sesama muslim yang sudah kenal lama akan lebih saling percaya.
Begitu juga mereka, sesama keturunan cina akan lebih dekat dan lebih mudah
untuk saling percaya. Jadi sebaiknya selalu dibangun silaturahmi, hubungan
yang baik antara sesama manusia.

Wassalam,
Ridwan




----- Original Message -----
From: "Irdam Syah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Palanta RantauNet" <[email protected]>
Sent: Thursday, February 24, 2005 7:27 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Ekonomi Pasar


> ...."Meskipun kita tidak diskriminatif, tetapi kenyataannya menghadapi
> bertambah kuatnya kehadiran mereka masih sulit diterima oleh banyak
> pihak.".....
> Dari kutipan kalimat terakhir di atas sebenarnya dapat dipertanyakan
apakah
> mereka (warga keturunan) tersebut benar-benar menerapkan ekonomi pasar,
> karena dengan cepatnya mereka bertambah kuat tentu ada sesuatu yang memicu
> pertumbuhan tersebut. Kalau kita bertanya pada pedagang2 kelontong nan
urang
> awak dimana mereka mengambil barang hampir pasti semuanya dari toke cina.
> Memang diakui mereka menguasai setiap jenis dagangan pada tingkat
> distribusi/grosir, apalagi dengan adanya jaringan ITC-WTC yang cikal
> bakalnya dari Pasar Pagi Mangga Dua. Dan mereka akan protek lingkarannya
> yang akan ekspansi ke segala pelosok sehingga mereka akan cepat berkembang
> mengalahkan etnis2 lain. Karena itu saya cenderung berpendapat bahwa warga
> keturunan tidak menerapkan ekonomi pasar melainkan ekonomi proteksi.
> Demikian sedikit opini dari saya.
>
> salam - tg
>
> # -----Original Message-----
> # From: Ridwan M. Risan
> #
> # Assalamu'alaikum wr wb.,
> #
> # Sanak di Palanta Yth.,
> #
> # Dalam harian Kompas hari Sabtu ini, ada tulisan menarik
> # dengan judul "Merangkul Keturunan Tionghoa demi Kemakmuran
> # Bangsa." Tulisan ini merupakan hasil yang diperoleh dari
> # diskusi panel ahli ekonomi yang diselenggarakan Kompas diawal
> # minggu. Tulisan ini dibuka dengan pernyataan bahwa perhatian
> # Pemerintah dan bangsa selama ini hanya terfokus pada panggung
> # politik. Seolah-olah yang bisa membuat bangsa ini hidup lebih
> # sejahtera, lebih aman dan lebih tenteram hanyalah Pemerintah.
> # Padahal ada panggung lain yang sepertinya tidak terjamah,
> # panggung yang jauh bisa membuat hidup bangsa ini lebih
> # makmur, lebih tenteram dan sejahtera, yaitu ekonomi pasar.
> #
> # Dijaman orde baru ....<cut>....
> #
> # Ada indikator yang dipakai oleh Jepang, bahwa keberhasilan
> # investasi disatu daerah di Indonesia bisa diukur dengan laju
> # orang kita keturunan China yang menanamkan modalnya dibidang
> # industri. Seperti yang dilaporkan oleh Kompas bahwa topik ini
> # memang sulit dan sensitif untuk disentuh. Salah-salah bisa
> # menjadi polemik. Karena tidak banyak daerah dapat menerima
> # kehadiran orang kita keturunan China untuk dapat menguasai
> # ekonominya. Meskipun kita tidak diskriminatif, tetapi
> # kenyataannya menghadapi bertambah kuatnya kehadiran mereka
> # masih sulit diterima oleh banyak pihak.
> #
> # Wassalam,
> # Ridwan M Risan
> #
> #
>
> ____________________________________________________
>
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
>
>


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke