Mangingat bisuak juo hari Jumat dan kawajiban bagi
umat Islam untuak malakukan sholat , sudah pasti tak
akan bisa terlaksana mangingat larangan diateh .
Barangkali kinilah balaku papatah minang nan acok awak ucapkan salamoko " Dimaa langik dijunjuang , disinan bumi dipijak " dan kita tarimolah kenyataan ini dengan hati yang lapang .
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah." (HR. Ahmad)
Apakah kewajiban dari Allah subhanahu wata'ala digugurkan oleh perintah dalam rangka ibadah untuk selain-Nya dengan lapang dada? Bukankah pengingkaran dengan hati selemah-lemah iman?
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu (yang artinya):
"Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman."
Allahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
---
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

