Assalamu'alikum wr wb., Sanak Irdam dan Palanta Yth. Seperti yang disampaikan dalam jawaban saya untuk sanak Rinaldi, bahwa yang perlu kita lakukan adalah mereview apa yang telah terjadi kemudian membuat analisa dan mengusulkan agar tejadi perubahan (hijrah) menjadi lebih baik. Dalam manajemen ada yang disebut post audit, kemudian ada yang disebut management consultant. Dalam post audit, dikumpulkan data, diperiksa dan dianalisa mana yang sudah baik mana yang salah, kemudian management consultant mengusulkan bagaimana cara melakukannya dengan benar.
Dalam post audit, bisa dianalisa kalau tidak dijual maka prediksi yang didapat adalah sebagai berikut. Contoh Indosat - sebenarnya perusahaan ini tidaklah monopoli karena ada Telkom, berapa nilai perusahaan sebelum dijual, berapa tren apabila tidak dijual, dibuat prediksi nilai saat ini. Bandingkan dengan nilai yang diperoleh saat sekarang sekarang setelah dijual. Kalau ada kenaikan ini sudah bagus. Kalau saat ini Indosat sebagian dimiliki oleh asing, uang yang didapat oleh asing adalah deviden. Nasional (pemerintah) mendapatkan tambahan pajak dari penjualan yang meningkat dari banyaknya produk Indosat. Kalau perusahaan sebelumnya penjualan perusahaan kecil, maka pajak pemerintah tetap kecil. Kalau sebelumnya perusahaan tidak memperoleh keuntungan, atau keuntungannya kecil, maka uang hasil devidenpun kecil. Jadi Pemerintah (Nasional) akan untung apabila perusahaan dapat keuntungan lebih besar. Kalau kata Kwik ada yang salah, mana yang salah? Kemudian harus ada yang melaporkan kepada Penindak Hukum, sehingga yang salah dapat diproses hukum. Orang yang terlibat di BUMN yang salah yang diproses. Setelah kita ketahui ada yang salah, langkah berikutnya adalah meminta agar BUMN melakukan proses "penjualan" berikutnya dengan benar. Wassalam, R Sampono Sutan (56) ----- Original Message ----- From: "Irdam Syah" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Palanta RantauNet" <[email protected]> Sent: Tuesday, March 22, 2005 10:55 AM Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Menjual Perusahaan - 2 > Masalahnya adalah pada kata-kata "proses yang benar" itu. Kalau perusahaan > swasta OK lah, walaupun tidak tertutup kemungkinan disana ada trik-trik > bisnis tertentu (kalau nggak salah dulu sering diungkapkan oleh Kwik Kian > Gie melalui artikel2nya di Kompas bagaimana para taipan mengakali penjualan > saham perusahaannya untuk mendapatkan dana segar sedangkan sahamnya > sebenarnya tetap tidak berkurang). > > Pada kasus penjualan saham PT. HMS ini dimana PM mau membeli harga saham > per lembarnya jauh di atas harga listing-nya. Strategi apa yang ada di otak > PM dan strategi apa pula yang ada di otak HMS sehingga mau menjual "mesin > uang"nya. > > Sedangkan untuk kasus-kasus penjualan BUMN, kenapa dipaksakan menjual dengan > harga murah sedangkan perusahaannya sangat menguntungkan sekali. Misalnya > penjualan BCA, berapa bulan cuma pencapaian breakevent oleh si pembeli. > Sekarang labanya cukup besar tapi lari ke luar (si pemilik asing). > Kemuadian dari hasil penjualannya perusahaan apa yang didirikan pemerintah, > berapa tenaga yang diserap dan berapa labanya. Kayaknya nol besar karena > hasil penjualannya dimasukkan ke apbn untuk tambahan pembayaran utang. > Itupun berapa persen utang terbayar dan sangat tidak sebanding dengan > apabila tingkat kebocoran/korupsi yang diperbaiki dibanding hasil penjualan > BCA tersebut. > Begitu juga dengan penjualan Indosat yang mana juga perusahaan yang pasti > untung karena pemegang monopoli, belum lagi komoditi yang dikelolanya punya > nilai sangat strategis bagi negara diaman sekarang dikuasai oleh asing. > > Kemudian pengelolaan uang hasil penjualannya belum tentu akan berlipat > sebagaimana yang dibayangkan, karena keuntungan diperoleh bukan dari > banyaknya perusahaan yang dapat dibangun melainkan dari nilai komoditi yang > akan dijual. Si pembeli perusahaan tentu tidak mau kalau pemerintah membuat > perusahaan baru dengan barang dagangan yang sama, sedangkan perusahaan2 yang > laku dijual adalah perusahaan2 yang mengelola komoditi2 strategis. Akhirnya > secara tidak sadar kita telah "terjajah" oleh sistem imperialisme modern > (penjajahan ekonomi dan informasi). Dimanakah nasionalisme ? > > salam - tg > > # -----Original Message----- > # From: Ridwan M. Risan > # > # Wa'alaikum salam wr wb., > # > # Pak Darul, > # >> # Mudah-mudahan pula pak Darul dan sanak semua di Palanta ini > # dapat memperoleh berkah atas silaturahmi yang kita bangun > # bersama ini. Amiin. > # Dugaan pak Darul benar, bahwa menjual perusahaan nasional > # bukan berarti tidak nasionalis, malahan sangat nasionalis. > # Karena kalau tidak kita jual, maka perusahaan nasional hanya > # akan tetap berjalan dengan lambat. Atau malahan ada yang > # berjalan mundur menuju kehancuran karena terus menerus > # menanggung kerugian. Perusahaan nasional yang ada lebih > # banyak memberikan manfaat bagi direksi dan pihak lain yang > # memanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan. > #Sedangkan rakyat sebagai pemilik tidak mendapatkan hasilnya. > # > # Kalau kita jual dengan proses yang benar - betul betul > # dilakukan dengan benar, maka akan banyak orang yang menerima > # manfaat dengan masuknya dana segar, makin effisiennya > # perusahaan, dan bertambah banyaknya perusahaan baru > # yang dapat ditumbuhkan. Sehingga lebih banyak orang dapat > # bekerja karena meningkatnya lapangan pekerjaan. > # > # Wassalam, > # R Sampono Sutan (56) > # > # > > ____________________________________________________ > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ------------------------------------------------------------ > Tata Tertib Palanta RantauNet: > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > ____________________________________________________ > > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

