Kolom Rosihan Anwar WASPADA Online 21 Mar 05 09:16 WIB 25 Tahun Wafatnya Hatta
BUNG HATTA ko-proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, meninggal 25 tahun yang lampau, 14 Maret 1980, dalam usia 77 tahun 7 bulan. Berhubung dengan peristiwa itu itu Koperasi Seniman Indonesia menyelenggarakan kegiatan mengenang 25 tahun wafatnya Bung Hatta. Pada kesempatan itu berkumpullah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta sejumlah tokoh masyarakat, seniman, artis memberikan ode kepada proklamator, membaca puisi memperdengarkan musik dan lagu, semuanya untuk menghormati Hatta. Koperasi Seniman Indonesia didirikan tanggal 25 November 2004 sebagai badan usaha untuk kalangan seniman maupun wartawan bidang seni budaya. Menyambut peringatan seperempat abad wafatnya Bung Hatta saya menulis sebuah sajak yang lebih banyak bersifat proza yang liris, meniru gaya penyair W.S. Rendra dan Taufiq Ismail yang tidak terikat secara konvensional kepada suatua "rhyme" tertentu, tapi bebas lepas menurut pribadi dan selera pengarangnya. Sajak itu berjudul "Aku optimis karena Bung Hatta". Isinya menyusul di bawah ini. Telah berpulang kerahmatullah : seperempat abad yang silam nama : ko-proklamator Republik Indonesia tanggal : 14 Maret 1980 usia : 77 tahun 7 bulan alamat : Jalan Diponegoro 57 Jakarta Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Melalui benda ibarat batu pancangan kukenang riwayatmu : ada sebuah foto depan rumah di Aur Tajungkang seorang bocah bernama Ata duduk samping sais kereta bugi ditarik kuda siap berangkat ke "Sekolah Batu" alias Europese Lagere School (ELS) Fort de Kock, Bukittinggi tahun 1908 antara gunung Singgalang dan Merapi. Ada tugu peringatan di kota Padang di lapangan dekat pantai Muara merekam berdirinya Jong Sumatranan Bond tahun 1918 akhir perang dunia pertama ketika Hatta siswa MULO jadi bendahara dan Bahder Djohan sebagai sekretaris merintis jalan perkumpulan Indonesia Muda kemudian bermuara pada Sumpah Pemuda satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa: Indonesia. Ada dokumen berisi pleidoi ketua/Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda/diucapkan di sidang pengadilan Den Haag/Maret 1928 berjudul "Indonesia Vrij", Indonesia Merdeka/ketika Hatta mahasiswa Economische Hoge School Rotterdam/mengutip bait penyair Rene de Cleroq/" di sana hanya satu negeri yang dapat merupakan negeriku/ia bertumbuh kepada perbuatan dan perbuatan itu milikku". Ada photocopie suratkabar 10-harian/Daulat Rakyat orgaan Pendidikan Nasional, PNI-Baru/terbit di Gang Lontar, Batavia, tahun 1932/dipimpin oleh Hatta dan Sutan Sjahrir yang menegaskan/"Rakyatlah yang sebenarnya menjadi badan dan jiwa bangsa/dan rakyat itulah yang menjadi ukuran tinggi rendahnya derajat bangsa/dengan rakyat kita akan naik dan dengan rakyat pula kita akan turun/Indonesia Merdeka yang diperjuangkan haruslah menjadi Republik Rakyat, berdasarkan kerakyatan, yang berkeadilan dan berkemakmuran"/Daulat Rakyat harus tegak/Daulat Tuanku harus enyah. Ada risalah sidang Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia Juli 1945:/Hatta berkata "apabila kebebasan berbicara tidak dijamin dalam konstitusi, Indonesia akan berakhir dengan kadaver disiplin seperti Nazi Jerman dan Komunis Rusia"/sedari awal zaman Jepang/Hatta menuntut Umwertung alle Werte/perubahan segala nilai/dan orang Indonesia merasa dirinya manusia kembali/bukan makhluk yang dijajah. Ada orasi pujangga ulama Buya Hamka/depan anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB/di Bukittinggi tahun 1947/didengarkan oleh Wakil Presiden Hatta/yang berada di gedung Tri Arga/"Kami dianggap budak-budak di negeri kami sendiri/Tuan-tuan lihat bambu runcing kami/sekalipun hanya ini satu-satunya senjata yang kami punyai/untuk membela diri kami/kami tidak akan pernah membiarkan tanah air kami dijajah kembali"/Buya Hamka menoleh kepada hadirin di baris muka/lalu dilihatnya Bung Hatta menangis/air mata mengalir di pipi. Ada sepucuk surat kepada Presiden Soekarno:/tanggal 1 Desember 1956 Wakil Presiden Hatta meletakkan jabatan/karena tidak bisa mengikuti politik Presiden/melaksanakan demokrasi terpimpin/memasukkan unsur komunis dalam pemerintahan/biarlah Soekarno jalan sendiri/biarlah tamat mitos Dwitunggal/sejak itu sampai tutup usia/hampir 24 tahun lamanya/menjadi warga negara biasa/nyaris dilupakan orang/itulah tragik bangsa Indonesia/yang tidak mampu menghormati pemimpinnya. Ada catatan sejarah:/Hatta terus mendidik mencerdaskan bangsa/membangun memakmurkan rakyat/melawan korupsi/membentuk koperasi/tidak selalu mendatangkan hasil/namun tekun dan tabah menyelesaikan misi/dengan optimisme kuat, dengan ratio teguh, dengan emosi terkendali/dengan nasionalisme bertimbang rasa. Aku ingat rohaniwan menjelaskan arti optimisme: ia berkata, aku optimis karena besok matahari pasti terbit aku optimis, karena aku bagian dari hari esok aku optimis, karena banyak hal positif sekitar diriku aku optimis, karena cinta kasih lebih besar daripada dendam benci aku optimis, karena aku bisa memilih mimpi baru aku optimis, karena spirit manusiawai tetap berjaya aku optimis, karena aku tidak pernah bilang "I quit", aku menyerah aku optimis, karena Tuhan beserta kita, ujar rohaniwan bijak bestari tapi pada peringatan seperempat abad silam wafatnya Hatta aku ingin menambahkan aku optimis, karena contoh Bung Hatta beliau sahabatku, guruku, bapakku semoga Tuhan menerima awahnya di sisiNya. Bukittinggi ke Batu Hampar di kiri ada jalan berbalik bila diukur kedalaman riwayat Hatta hari panas elang berkulik (berbunyi). Demikianlah sajak yang saya tulis untuk menghormati Hatta. Sebagai penutup. Pada suatu kali saya bertanya kepada Hatta: Bung, apakah peristiwa yang paling penting dalam hidup Bung ? Hatta menjawab: Pertama, ketika bersama Soekarno memproklamirkan kemerdekaan bangsa dan tanah air tanggal 17 Agustus 1945, kedua, ketika mewakili rakyat Indonesia menandatangani persetujuan serta menerima penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia di Paleis Tan Dam, Nederland, tanggal 27 Desember 1949. (+++) (am) http://www.waspada.co.id/opini/kolom/artikel.php?article_id=59415 RaNK MaRoLa http://www.solok-selatan.com http://groups.yahoo.com/group/solok-selatan/ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

